news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi dan Kepsek asal Bekasi.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram Dedi Mulyadi

Datang Jauh-Jauh dari Bekasi, Dedi Mulyadi Ungkap Kisah Hidup Kepsek yang Sempat Ngamuk di Pos Satpam

​​​​​​​Dedi Mulyadi ungkap kisah haru kepsek dari Bekasi yang sempat marah di pos satpam. Di balik emosinya, tersimpan perjuangan panjang dan beban hidup berat.
Selasa, 14 April 2026 - 01:55 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kedatangan seorang kepala sekolah dari Bekasi ke rumah Dedi Mulyadi mendadak jadi sorotan. 

Bukan tanpa alasan, ibu tersebut sempat marah-marah di pos satpam kediaman Dedi Mulyadi hingga menarik perhatian banyak pihak. Namun di balik emosinya, tersimpan kisah hidup yang justru mengundang haru.

Peristiwa ini terjadi di kediaman Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang. Seorang ibu kepala sekolah datang jauh-jauh dari Bekasi untuk menyampaikan keluhan terkait kerugian yang dialaminya. 

Namun setelah ditelusuri, persoalan tersebut ternyata bukan berada di ranah kewenangan Dedi Mulyadi.

Meski begitu, Dedi Mulyadi tetap menerima kedatangan sang kepsek dengan terbuka. Ia bahkan mengungkap bahwa perempuan tersebut sudah berulang kali datang ke tempatnya.

“Saya sudah bersama bertemu ibu kepala sekolah yang sempat marah-marah di pos pengaduan dan pos jaga. Cuma salah alamat marahnya, harusnya marahnya ke mantan Bupati Bekasi. Tapi sudahlah,” ucap Dedi Mulyadi sambil tertawa.

Dalam penjelasannya, Dedi Mulyadi mengungkap latar belakang persoalan yang dihadapi kepsek tersebut. 

Ia menyebut kerugian yang dialami berkaitan dengan penggunaan dana pribadi untuk operasional sekolah.

“Jadi ibu itu uangnya pernah dipakai untuk membiayai biaya operasional kelas 1 dan kelas 2, SD Bahagia 07 Bekasi, dan waktu itu belum terdaftar di Dapodik sebagai peserta didik karena sekolahnya sekolah baru, belum ada SK dinas pendidikannya kalau menurut saya,” jelas Dedi Mulyadi dalam unggahan Instagram (13/4/2026).

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut membuat biaya pendidikan tidak sepenuhnya ditanggung negara, sehingga sang kepsek harus merogoh kocek pribadi dalam jumlah besar.

“Tetapi sekarang anak-anak itu sudah kelas 1 SMA, ada kelas 3 SMP, sudah berijazah, ada proses kelas 1 dan kelas 2 tidak terbiayai oleh negara. Ibu ini pakai uang pribadi jumlahnya Rp155 juta ya, nanti kita audit dulu, kita hitung,” ujar Dedi Mulyadi.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga mengungkap kondisi pribadi sang kepsek yang dinilai cukup berat. Hal inilah yang membuatnya tersentuh dan berkomitmen untuk membantu.

“Kemudian punya anak berkebutuhan khusus, usianya dua puluh tahun masih seperti bayi harus pakai popok, punya anak masih kuliah, ya sudah lah ibu ini menderita pokoknya. Biasanya yang menderita pokoknya ngadunya ke saya,” ucap Dedi Mulyadi sambil tertawa.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:30
01:12
00:54
04:58
01:08
03:22

Viral