- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Pantas Kades Menolak Keras Penjagaan Jembatan Cirahong Dihentikan Dedi Mulyadi, Penghasilannya Fantastis
tvOnenews.com - Kebijakan Dedi Mulyadi menghentikan aktivitas penjagaan warga di Jembatan Cirahong memicu polemik di tengah masyarakat.
Jembatan yang menghubungkan wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis itu kini menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap pengguna jalan.
Polemik ini bermula dari viralnya video di media sosial yang memperlihatkan adanya pungutan dari warga kepada para pengendara yang melintas.
Dalam video tersebut, pengendara disebut diminta memberikan sejumlah uang dengan dalih sukarela sebagai bentuk apresiasi atas pengaturan lalu lintas di jembatan tersebut.
Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat.
Dedi Mulyadi mengambil langkah tegas dengan menghentikan aktivitas penjagaan oleh warga serta melakukan pembenahan infrastruktur di area jembatan.
Bahkan, di lokasi kini telah terpasang banner besar bertuliskan “tidak dipungut biaya” sebagai penegasan bahwa tidak boleh ada lagi pungutan dalam bentuk apa pun.
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Menurut Dedi, kebijakan tersebut bukan keputusan yang diambil secara mendadak.
Ia mengaku sudah lama mengetahui kondisi di Jembatan Cirahong, bahkan sejak sebelum menjabat sebagai gubernur.
Dalam pandangannya, jembatan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius agar bisa memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam hal penyediaan fasilitas publik yang layak.
Meski perbaikan jembatan bukan sepenuhnya kewenangan provinsi, Dedi tetap mengambil langkah intervensi demi kepentingan warga yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.
Namun, kebijakan ini ternyata mendapat penolakan dari sebagian warga, termasuk Kepala Desa Margaluyu.
Ia menyampaikan keberatannya karena penghentian penjagaan dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat yang selama ini terlibat sebagai relawan pengatur lalu lintas.
Menurut kades, sistem penjagaan di Jembatan Cirahong sudah berlangsung selama puluhan tahun dan bukan muncul karena viral semata.
- Instagram @dedimulyadi71 dan @sundalandmedia
Ia menjelaskan bahwa ada sekitar 40 orang relawan yang secara bergiliran bertugas mengatur arus kendaraan, baik dari arah Tasikmalaya maupun Ciamis.