- YouTube
Meski Rumahnya Terancam Digusur, Ibu Ini Justru Bersyukur Anaknya Bisa Kuliah Berkat Bantuan Dedi Mulyadi
- YouTube
Di sisi lain, kondisi ekonomi keluarga semakin sulit karena sang suami tidak memiliki pekerjaan tetap.
Ia sebelumnya bekerja sebagai sopir, namun harus berhenti setelah mengalami kecelakaan.
Dalam perbincangan tersebut, Ceu Nining mengaku sering berdoa agar bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi untuk meminta bantuan.
“Saya sering berdoa, semoga Pak Dedi datang ke sini dan membantu saya. Jangan sampai tempat ini dibongkar dulu,” katanya.
Mendengar kisah tersebut, Dedi Mulyadi langsung menghitung kebutuhan hidup anak Ceu Nining selama satu tahun.
Ia memperkirakan biaya kos mencapai Rp9,6 juta per tahun, ditambah kebutuhan makan sekitar Rp6 juta, sehingga total mencapai Rp15,6 juta.
“Kalau tempat ini dibongkar, Ibu kehilangan penghasilan. Bisa-bisa anaknya putus kuliah,” ujar Dedi Mulyadi.
Melihat kondisi tersebut, Dedi Mulyadi pun memberikan solusi nyata. Ia menawarkan bantuan secara menyeluruh, mulai dari pengurusan administrasi hingga kebutuhan ekonomi keluarga.
“Kalau nanti dibongkar, yang penting Ibu tetap punya tempat tinggal. KTP Ibu akan saya bantu pindah ke Kota Bandung agar bisa mendapatkan rusun,” jelasnya.
Tak hanya itu, Dedi juga memastikan keberlangsungan pendidikan anak Ceu Nining.
“Biaya kos anak selama satu tahun saya tanggung. Nanti saya transfer langsung,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan hidup anak tersebut akan dibantu secara berkala hingga lulus kuliah.
“Bekal anak ibu selama setahun akan saya kirim. Bahkan sampai tamat kuliah akan dibantu,” lanjutnya.
Mendengar hal tersebut, Ceu Nining tak kuasa menahan air mata. Ia mengaku seperti bermimpi mendapatkan bantuan sebesar itu.
Tak berhenti di situ, Dedi Mulyadi juga memberikan solusi untuk suami Ceu Nining. Ia menawarkan pekerjaan di lingkungan provinsi sebagai petugas kebersihan.
“Suaminya mulai besok kerja, bagian kebersihan. Nanti nyapu, bisa bawa truk. Gajinya Rp4,2 juta per bulan,” ujarnya.
Dengan bantuan tersebut, Ceu Nining kini memiliki harapan baru.
Ia tak lagi terlalu khawatir soal masa depan anaknya, meski tempat tinggalnya terancam digusur. (adk)