- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Lewat BAZNAS Jabar, Gubernur KDM Beri Santunan Rp35 Juta Buat Tangis Istri Satpam SMAN 1 Banjaran Pecah
"Meskipun tidak bisa menolong, tetapi kan niat untuk menolong, berani berkorban itu kan barang yang langka di negara ini sekarang. Saya aja belum tentu punya sikap seperti Pak Agus," jelasnya.
Leni langsung merendah kepada KDM. Ia menjelaskan bahwa mendiang suaminya sempat diperingatkan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Banjaran.
Kebetulan Agus sedang berada di pos satpam bersama kepsek sekolah. Letaknya dekat di sebuah jembatan beton di atas Sungai Cibanjaran.
Namun Agus mengetahui seorang siswi terpeleset saat berada di teras rumahnya. Satpam SMAN 1 Banjaran tersebut justru tidak menghiraukan peringatan dari kepsek.
Agus dengan spontan melompat di tengah derasnya arus sungai. Satpam sekolah tersebut langsung meraih GLS meskipun ujung-ujungnya keduanya terpisah dan tidak terselamatkan.
"Itu juga sempat dilarang sama kepala sekolahnya. Katanya, 'Jangan Pak Agus, itu airnya deras banget. Tunggu aja sambil ambil ban'. Tapi, karena itu minta tolong, jadi mungkin kasian," tuturnya.
KDM menegaskan, justru tindakan tersebut harus dipuji. Jiwa kemanusiaan diperlihatkan Agus tidak semuanya bisa melakukan hal itu.
"Tapi kan jiwa Pak Agus tinggi, jiwa sosial, jiwa pengabdian, jiwa pengorbanan sangat tinggi. Itu sikap patriotik yang perlu dihormati," tegas Dedi Mulyadi.
Apa Rencana Leni usai Kehilangan Agus?
Lanjut, Dedi Mulyadi bertanya tentang keberlanjutan hidup Leni dan keluarga. Leni menggantungkan hidup dari mendiang sang suami yang bekerja sebagai satpam sekolah.
"Apa rencananya ibu ke depan setelah Pak Agus tidak ada? Berarti kan kehilangan pendapatan bulanan," ucap KDM.
Leni berencana untuk pindah karena masih menyewa kontrakan. Nantinya, ia ingin tinggal di dekat keluarga besarnya di Desa Ciapus, Banjaran, Kabupaten Bandung.
"Biar dekat. Di sini enggak ada siapa-siapa," kata Leni.
KDM lagi-lagi membuat derai air mata Leni tidak terbendung. Ia berjanji akan mencarikan tempat tinggal yang layak untuk istri mendiang Agus itu.
"Nanti saya carikan rumah buat ibu ya biar tidak mengontrak, biar ibunya yang usianya sudah semakin tua tidak ada yang memberi nafkah, tidak terbebani untuk biaya kontrakan dalam setiap bulan. Mudah-mudahan ada rezekinya nanti saya coba carikan," kata KDM.