- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Suara Hati Gubernur Dedi Mulyadi untuk Warga Sumedang, Cintai Produk Daerah dan Berani Maju: Jangan Suka Minta-minta
Lanjut, KDM menyinggung tentang perubahan. Gubernur Jabar tersebut menginginkan agar Sumedang kembali ke masa kejayaannya.
Ia mengharapkan seluruh lapisan masyarakat Sumedang segera bergerak dan melakukan perubahan. Tujuannya untuk kembali mendapatkan citra positif dari publik.
Dedi Mulyadi meyakini warga Sumedang dan pemimpinnya disegani oleh khalayak. Ia enggan menginginkan adanya masyarakat Jawa Barat yang memiliki mentalitas sayur atau lemah.
"Kita jangan menjadi bangsa yang minta-minta, tetapi rakyat yang mempunyai kepemimpinan, kepribadian dan sikap kesatria," imbau dia.
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa, masyarakat Sumedang harus kembali menjadikan Subang sebagai daerah yang Gemah, Ripah, Repeh, dan Rapih.
Ia membagikan caranya. masyarakat Sumedang tidak boleh terjebak di zona nyaman. Semuanya terkhusus anak muda wajib mempunyai pola pikir untuk maju dan keluar dari Sumedang.
Pria berusia 55 tahun ini mengambil pepatah Sunda berkalimat "Ulah kurung batok". Pepatah ini memiliki arti jangan seperti hidup di dalam tempurung kelapa.
"Banyak orang yang sukses yang berani keluar dari daerahnya. Sumedang harus meningkat derajatnya harus teknokrasi orang Sumedang memiliki martabat, harkat untuk dirinya," paparnya.
Ia kembali mengulas sejarah tentang Sumedang. Daerah ini berawal dari Kerajaan Tembong Agung dan didirikan oleh Prabu Aji Putih.
Selepas itu, kata dia, terdapat perubahan menjadi Kerajaan Sumedang Larang yang dinahkodai oleh Prabu Tadjimalela. Bagi dia, kerajaan ini sebagai penerus masa kejayaan Kerajaan Padjadjaran.
"Sumedang merupakan kerajaan terakhir yang dititipi Mahkota Binokasih. Kerajaan terakhir benteng terakhir Padjadjaran. Waktu dulu kalau tidak ada Sumedang Larang, Mahkota Binokasih mungkin tidak akan tahu keberadaannya," ulasnya.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapannya kepada pemimpin di Sumedang. Ia hanya berharap agar masyarakat mendapat keadilan dan kasih sayang, terutama bagi mereka yang masih susah.
"Pemimpin jangan memilah-milah, pemimpin itu harus adil, menggunakan rasa, intuisi, dan kuat," pesannya.
KDM menyampaikan permintaan terakhirnya mengenai tata ruang di Sumedang. Ia berharap adanya perubahan dan membatasi area perusakan alam serta menghijaukan alamnya.
"Saya yakin Sumedang akan subur makmur, Gemah Ripah Repeh Rapih," ucapnya.