- Kolase tvOnenews.com
Insiden Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Jadi Trending di Seluruh Media Sosial
tvOnenews.com - Telah terjadi kecelakaan maut kereta api yang melibatkan rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek, pada Senin (27/4/2026).
Insiden maut ini terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.50 WIB.
Kejadian ini membuat kepanikan penumpang di lokasi kejadian, diantara mereka merasa lemas karena syok.
Seketika kecelakaan maut ini menjadi perhatian publik, terutama di media sosial.
Seluruh media sosial kini dipenuhi dengan informasi mengenai kecelakaan maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL ini.
- Antara
Seperti di media sosial X, beberapa kata kunci yang merujuk pada insiden ini menjadi trending topik diantaranya KRL Commuter Line, Bekasi Timur, KAJJ, KA Argo Bromo Anggrek,Taksi, dan Cikarang.
Tak hanya itu, berbagai akun media sosial lainnya yaitu TikTok dan Instagram terpantau banyaknya unggahan video dari netizen yang menjadi saksi kejadian tersebut, seperti video yang dibagikan para penumpang atau masyarakat sekitar.
Selaras dengan ramainya pemberitaan mengenai kejadian ini, kata kunci ‘KRL’ seketika melonjak di Google Trend mulai pukul 21.00 WIB hingga puncaknya pada pukul 22.12 WIB.
Pencarian masyarakat mengenai informasi kecelakaan maut KA Argo Bromo Anggrek yang adu banteng dengan KRL terus meningkat.
Update Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek
- Kolase tvOnenews.com/ istimewa
Berdasarkan informasi di lapangan, benturan keras KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL membuat gerbong belakang KRL yang merupakan gerbong khusus wanita mengalami ringsek parah.
Bahkan, terlihat badan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menembus separuh badan gerbong KRL.
Akibatnya, sebagian besar korban terdiri dari wanita yang segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, terutama RSUD Kota Bekasi, RS Primaya, dan RS Bantar Gebang.
- Tim tvOnenews - Hilal Aulia Pasha
Sementara ini, PT KAI mencatat sebanyak 74 penumpang kereta yang harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.
Sedangkan 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek telah berhasil di evakuasi dalam kondisi selamat.
Hingga kini, petugas masih berusaha mengevakuasi korban yang terhimpit di dalam gerbong kereta.
Dengan terpaksa, petugas memotong rangka baja kereta guna mengeluarkan sejumlah penumpang yang masih terperangkap di dalam gerbong yang ringsek.
Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso menjelaskan bahwa tindakan teknis ini menjadi satu-satunya cara untuk menjangkau para korban.
“Petugas melakukan pemotongan bagian rangkaian gerbong untuk mengeluarkan penumpang yang terjepit,” ungkap Edy di Jakarta.
Titik evakuasi difokuskan pada gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling belakang KRL, karena area tersebut menjadi titik benturan terparah.
(kmr)