- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Datangi Rumah Duka Korban KRL Bekasi, Dedi Mulyadi Siap Asuh Anak Korban: Sekarang Menjadi Anak Saya
tvOnenews.com - Suasana duka masih menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut KRL di Bekasi Timur.
Di tengah kesedihan tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, datang langsung ke salah satu rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kunjungan itu diunggah melalui media sosial resminya, Selasa (28/4/2026).
Dalam pernyataannya, KDM (sapaan akrab Kang Dedi Mulyadi) mengawali dengan menyampaikan bahwa dirinya telah mendatangi keluarga korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tragis tersebut.
“Ini saya sudah menengok salah satu korban meninggal kecelakaan KRL di Kota Bekasi,” kata Dedi.
- Syifa Aulia-tvOne
Korban yang dikunjungi diketahui bernama Nurlela, seorang guru yang berstatus aparatur sipil negara (ASN).
Dalam penuturannya, Dedi menggambarkan sosok almarhumah sebagai pribadi pekerja keras yang memiliki rutinitas padat setiap harinya.
“Salah satu korbannya ibu guru, bernama Nurlela. Ngajarnya di SDN Pulogebang 11 Jakarta, statusnya ASN, biasa berangkat jam lima pagi dari rumah, pulangnya biasa sore, karena sibuk ngurus semesteran akhirnya pulangnya menjadi malam dan takdir berkata lain, dia mengalami kecelakaan,” ungkap KDM.
Kisah tersebut menambah pilu suasana, mengingat almarhumah dikenal sebagai sosok pengabdi pendidikan yang menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab hingga akhir hayat.
Dalam kesempatan itu, Dedi juga mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
“Kita doakan semoga almarhuman diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya dan mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT,” ucap Dedi.
Namun, momen paling menyentuh terjadi ketika Dedi Mulyadi menyampaikan komitmennya terhadap masa depan anak korban.
Di hadapan keluarga, ia menyatakan kesiapannya untuk turut mengasuh dan membiayai pendidikan anak tersebut.
“Dan ini anak bu gurunya sekarang menjadi anak saya, nanti sekolahnya ikut dalam program pendidikan saya,” kata Dedi Mulyadi.
Pernyataan tersebut sontak mengundang haru dari keluarga dan warga sekitar yang hadir.
- Instagram/dedimulyadi71
Komitmen itu bukan hanya simbol kepedulian, tetapi juga bentuk nyata tanggung jawab moral terhadap anak yang kehilangan orang tua akibat musibah.
Langkah yang diambil Dedi Mulyadi ini melengkapi sejumlah kebijakan yang sebelumnya telah ia umumkan pasca kecelakaan, termasuk penjaminan biaya pengobatan bagi korban luka dan pemberian santunan bagi keluarga korban meninggal dunia.
Seperti diketahui, kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya.
Hingga kini, proses investigasi masih terus dilakukan oleh pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Di tengah proses tersebut, kehadiran langsung seorang pemimpin di tengah masyarakat yang berduka menjadi penguat tersendiri.
- jabarprov.go.id
Bagi keluarga korban, perhatian seperti ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga tentang kepedulian dan harapan di tengah kehilangan yang begitu besar.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi memastikan seluruh korban luka akan mendapatkan jaminan pembiayaan pengobatan.
“Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban yang dirawat,” ujarnya.
Selain itu, santunan juga disiapkan bagi keluarga korban yang meninggal dunia.
“Yang kedua, akan memberikan santunan pada yang meninggal masing-masing Rp50 juta rupiah,” tambahnya.
(gwn)