news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pidato Haru Pratama Arhan di Momen Wisuda.
Sumber :
  • Tangkapan layar instagram

Tangis Ibunda Pecah Saat Pidato Pratama Arhan di Wisuda: Pak Sekarang Saya Sudah Jadi Sarjana, tapi Bapak Gak Bisa Menyaksikan

Di tengah kebanggaan menyandang gelar sarjana, Pratama Arhan menyampaikan pesan menyentuh untuk sang ayah yang telah tiada. Tangis Ibunda pecah
Rabu, 29 April 2026 - 23:19 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Momen wisuda biasanya menjadi perayaan penuh kebahagiaan. Namun bagi Pratama Arhan, hari bersejarah itu justru dibalut haru yang mendalam. 

Di tengah kebanggaan menyandang gelar sarjana, pemain Timnas Indonesia itu menyampaikan pesan menyentuh untuk sang ayah yang telah tiada, momen yang langsung menggetarkan suasana.

Tak hanya publik yang tersentuh, reaksi sang ibunda pun menjadi sorotan. Ia tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan pidato anaknya di panggung wisuda. 

Tangis itu seolah menjadi simbol perjalanan panjang penuh perjuangan, kehilangan, sekaligus kebanggaan atas capaian sang putra yang kini resmi menyandang gelar sarjana.

Pidato Haru Pratama Arhan di Momen Wisuda

Dalam prosesi wisuda, Pratama Arhan menyampaikan kalimat yang langsung menyentuh hati banyak orang. 

Dengan suara bergetar, ia mengenang sosok ayahnya yang semasa hidup selalu menanyakan kapan dirinya akan lulus.

“Pak sekarang saya sudah jadi sarjana, tapi bapak gak bisa menyaksikan wisuda Arhan,” tulisnya.

Ia juga mengenang pesan sederhana sang ayah, “Kapan wisudanya, nak?” yang kini akhirnya terjawab. 

“Ya Alhamdulillah hari ini saya bisa menjawab. Saya dengan bangga, saya sekarang sudah lulus menjadi sarjana, Pak,” ujarnya sambil menahan haru.

Pidato tersebut menjadi puncak emosi dalam momen yang seharusnya penuh kebahagiaan. Banyak yang menilai, keberhasilan Arhan bukan hanya soal gelar, tetapi juga tentang membalas doa dan harapan orang tua.

Tangis Ibunda Pecah Saat Pidato Pratama Arhan di Wisuda Pak Sekarang Saya Sudah Jadi Sarjana, tapi Bapak Gak Bisa Menyaksikan
Sumber :
  • tangkapan layar instagram @jktluxe

Tangis Ibunda dan Kenangan Sang Ayah

Reaksi sang ibu menjadi bagian yang tak kalah menyentuh. Dalam unggahan instagram @jktluxe, terlihat kolase foto keluarga, ayah, ibu, dan Arhan, sebelum kepergian sang ayah. 

Tangisan ibunda pecah saat menyaksikan anaknya berbicara di podium, seolah mengenang perjalanan keluarga yang tak mudah.

Sebelumnya, keluarga Pratama Arhan memang diliputi duka. Ayahnya, Sutrisno bin Raji, meninggal dunia pada 7 Desember 2025 di Blora. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Indra Sjafri melalui media sosial.

Saat itu, Arhan tengah berada di Thailand bersama klubnya, Bangkok United. Situasi tersebut membuatnya tidak langsung berada di sisi keluarga, menambah beban emosional yang kini terbayar dalam momen wisuda.

Dari Lapangan Hijau ke Gelar Sarjana

Di balik momen emosional tersebut, ada capaian akademik yang tak kalah penting. Pratama Arhan resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen setelah mengikuti wisuda Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) ke-87 di Semarang, Rabu (29/4/2026).

Ia menjadi bagian dari 401 wisudawan dari berbagai fakultas, mulai dari ekonomi, hukum, kesehatan, hingga teknik. 

Menariknya, Arhan juga termasuk dalam gelombang pertama penerima ijazah berbasis blockchai, sebuah inovasi yang mulai diterapkan di pendidikan tinggi Indonesia.

Fakta ini menjadi unik, mengingat tidak banyak atlet profesional yang mampu menyeimbangkan karier olahraga dengan pendidikan tinggi. 

Dalam banyak kasus, pemain sepak bola memilih fokus penuh pada karier di lapangan. Namun Arhan menunjukkan bahwa keduanya bisa berjalan beriringan.

Selain Arhan, atlet lain seperti Yesky Pentakusumo juga turut diwisuda, menegaskan tren positif bahwa atlet Indonesia semakin sadar pentingnya pendidikan.

Momen wisuda ini pun menjadi bukti nyata bahwa perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil. Bagi Pratama Arhan, gelar sarjana bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk penghormatan terakhir untuk sang ayah.

Di tengah gemuruh karier bersama Timnas Indonesia, Arhan menghadirkan kisah yang lebih dalam: tentang keluarga, kehilangan, dan mimpi yang akhirnya terwuju, meski tidak lagi disaksikan oleh sosok yang paling ia rindukan. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:54
06:32
01:03
01:19
02:05
05:39

Viral