news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda.
Sumber :
  • Instagram/@s_tjo

Kata-kata Mengharukan Sherly Tjoanda Terjun ke Politik: Akui Bukan Rencana Awal, tapi Meneruskan Nilai-nilai Sang Suami

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengungkap bahwa keputusannya masuk ke dunia politik bukanlah rencana awal, melainkan lahir setelah tragedi kecelakaan.
Senin, 4 Mei 2026 - 07:15 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, belakangan menjadi sorotan publik berkat gaya kepemimpinannya yang berbeda.

Di tengah dominasi pemimpin daerah laki-laki, ia tampil menonjol dengan pendekatan blusukan—turun langsung ke masyarakat untuk mendengar keluhan dan mencari solusi secara cepat.

Aktivitasnya tersebut kerap ia bagikan melalui media sosial, termasuk momen-momen interaksinya dengan warga.

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda.
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Akbar Faizal Uncensored

Salah satu yang viral adalah ketika seorang siswa berani mengadukan gurunya yang jarang masuk kelas saat Sherly melakukan inspeksi mendadak di Ternate.

Ia langsung mencatat keluhan tersebut, menegur pihak sekolah, bahkan meminta siswa melapor melalui pesan pribadi jika mengalami intimidasi.

Di balik gaya kepemimpinannya, Sherly mengungkap alasan dirinya masuk ke dunia politik dalam podcast Akbar Faizal Uncensored.

Dalam perbincangan itu, Akbar Faizal mengajukan pertanyaan langsung mengenai latar belakang kehadirannya di dunia politik hingga akhirnya menjadi Gubernur Malut seperti sekarang. 

"Anda sadar kalau kehadiran Anda di ruang politik itu adalah sebuah kecelakaan?" tanya Akbar Faizal.

Sherly pun tidak menampik hal tersebut.
"Saya sadar," jawabnya.

Saat ditanya lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keputusannya terjun ke politik tidak direncanakan sejak awal, keputusan tersebut justru muncul setelah peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa suaminya, Benny Laos.

"Dengan berhasil, bagi saya, masuk di dunia politik ini bukan karena saya mau masuk ke dunia politik ya, karena ini ada kecelakaan 12 Oktober, kemudian ada suatu perjuangan yang harus dilanjutkan, karena saya, anak-anak, relawan, para partai politik yang saat itu sedang berjuang tinggal 42 hari lagi," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa dorongan untuk melanjutkan perjuangan menjadi alasan utama.

"Kita menolak untuk kalah, kita menolak bahwa mimpi besar seorang Benny Laos, yang kita kenal semua, selesai begitu saja," tuturnya.

Selain itu, dukungan keluarga, khususnya anak-anaknya, turut memperkuat keputusannya. Ia ingin meneruskan nilai, harapan, dan cita-cita yang sebelumnya diperjuangkan oleh mendiang Benny Laos.

"Untuk itu saya melanjutkannya, dan waktu itu targetnya pendek untuk menang, ketika sudah menang, saya harus mewujudkan janji politiknya," ujarnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:19
00:56
01:17
00:47
01:51
01:23

Viral