- Instagram/jayidzes
Jay Idzes Bandingkan Suporter Timnas Indonesia dan Italia, hingga Pelatih Hyundai Hillstate Blak-blakan No Mega No Party
tvOnenews.com - Atmosfer sepak bola dan voli Asia kembali dipenuhi sorotan tajam terhadap para atlet Indonesia yang sedang bersinar di level internasional.
Mulai dari pengakuan mengejutkan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, soal fanatisme suporter Garuda, hingga fenomena Megawati Hangestri yang disebut-sebut mengubah atmosfer Liga Voli Korea.
Berikut rangkuman tiga kabar paling ramai dan banyak dibicarakan publik:
1. Jay Idzes Takjub Lihat Fanatisme Suporter Timnas Indonesia, Sebut Lebih Gila dari Italia
- Instagram/jayidzes
Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mengungkapkan kekagumannya terhadap dukungan luar biasa yang diberikan suporter Garuda.
Dalam wawancara bersama media Jepang, ia mengaku belum pernah melihat gairah sepak bola seperti di Indonesia, bahkan dibandingkan dengan Italia tempat ia berkarier.
Bek milik Sassuolo itu menyebut sepak bola di Indonesia sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, dukungan suporter tetap mengalir baik saat tim menang maupun kalah.
“Jika saya bicara soal gairah dan cinta masyarakat terhadap sepak bola dan tim nasional, saya rasa itu salah satu yang terbaik di dunia,” ujar Jay Idzes.
"Orang-orang selalu mendukung kami, baik saat menang maupun kalah," lanjutnya.
Pemain berusia 25 tahun itu juga menegaskan bahwa para pemain Timnas Indonesia merasa punya tanggung jawab besar untuk membela rakyat Indonesia setiap kali mengenakan seragam merah putih.
Ia bahkan menyebut energi dari tribun menjadi dorongan tambahan bagi skuad Garuda saat menghadapi lawan kuat seperti Jepang di ajang internasional.
Baca selengkapnya: Jay Idzes Banding-bandingkan Suporter Timnas Indonesia dengan Suporter di Italia: Tidak Pernah Saya Lihat Sebelumnya
2. Pelatih Hyundai Hillstate Blak-blakan soal Megawati: No Mega No Party!
- Kolase tvOnenews.com / tangkapan layar Youtube Megavolley / instagram JPEVolley
Nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali mengguncang Liga Voli Korea usai pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung Hyun, melontarkan pernyataan viral.
“No Mega No Party, No Mega No Fun, No Mega No Voli!”
Ucapan itu langsung ramai diperbincangkan karena dianggap menggambarkan betapa besarnya pengaruh Megawati di kompetisi voli Korea.
Dalam siaran YouTube Negawassup!!!, Kang Sung Hyun mengaku performa Megawati selama dua musim terakhir benar-benar luar biasa.
Opposite hitter asal Indonesia itu dinilai bukan hanya tajam dalam mencetak poin, tetapi juga mampu menghidupkan atmosfer pertandingan.
Selama membela Red Sparks, Megawati mencetak lebih dari 1.500 poin dengan efektivitas serangan tinggi.
Tak hanya itu, pertandingan yang melibatkan Megawati disebut selalu menghadirkan antusiasme besar dari penonton dan media.
Baca selengkapnya: Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung Hyun Blak-blakan Soal Megatron: No Mega No Party, No Mega No Fun, No Mega No Voli!
3. Gaji Megawati di Liga Korea Bisa Tembus Rp4,8 Miliar
- Red Sparks
Di tengah rumor kepindahannya ke Hyundai Hillstate, publik juga dibuat penasaran dengan potensi bayaran Megawati jika kembali bermain di V-League Korea musim depan.
Berdasarkan regulasi federasi voli Korea (KOVO), pemain kuota Asia memiliki kisaran gaji sekitar USD150 ribu hingga USD170 ribu per musim atau setara Rp2,5–2,8 miliar.
Namun jika Megawati memilih jalur pemain asing non-Asia, nilainya bisa melonjak drastis hingga USD300 ribu atau sekitar Rp4,8 miliar per musim.
Seleksi pemain asing V-League sendiri dijadwalkan berlangsung di Praha, Republik Ceko pada 7–10 Mei 2026.
Menariknya, Hyundai Hillstate saat ini menjadi satu-satunya klub yang belum mengumumkan pemain kuota Asia mereka. Situasi itu membuat peluang Megawati kembali ke Korea semakin terbuka.
Selain karena kualitasnya sudah terbukti, Megawati juga dinilai mampu beradaptasi cepat dengan atmosfer kompetisi Korea yang terkenal ketat dan kompetitif.
Baca selengkapnya: Berapa Gaji Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate? Segini Perkiraan Bayaran Mega jika Kembali ke V-League 2026
(asl)