news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kades Hoho dan Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / Instagram @dedimulyadi71

Setelah Mengaku Tertekan ke Dedi Mulyadi, Kades Hoho Kini Tegas Sebut Tetap Lantik Perangkat Desa

Kades Hoho tegas tetap melantik perangkat desa usai mengaku tertekan ke Dedi Mulyadi. Ia siap menghadapi gugatan PTUN dan sorotan inspektorat.
Kamis, 7 Mei 2026 - 12:58 WIB
Reporter:
Editor :

 

tvOnenews.com - Kades Hoho kembali menjadi sorotan publik setelah polemik seleksi perangkat desa di Purwasaba, Banjarnegara, belum juga menemukan titik terang. Setelah sebelumnya mengaku mengalami tekanan saat berbincang dengan Dedi Mulyadi, Kepala Desa Purwasaba itu kini tampil lebih tegas dengan memastikan pelantikan perangkat desa tetap akan dilakukan meski polemik terus bergulir.

Sikap Kades Hoho tersebut langsung menarik perhatian karena ia mengaku siap menghadapi segala konsekuensi hukum apabila keputusan yang diambilnya nanti dipersoalkan hingga ke pengadilan.

Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Hoho Alkaf atau yang akrab disapa Kades Hoho sebelumnya sempat mencurahkan isi hatinya kepada Dedi Mulyadi terkait konflik seleksi perangkat desa di wilayahnya. Pertemuan yang berlangsung di Lembur Pakuan, Subang, itu diunggah melalui akun Instagram pribadi Dedi Mulyadi pada 16 Maret 2026.

Dalam perbincangan tersebut, Kades Hoho mengaku tekanan terbesar justru datang dari pihak-pihak yang berkaitan dengan peserta seleksi perangkat desa yang belum juga dilantik. Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi berharap persoalan bisa segera menemukan jalan keluar.

“Ya mudah-mudahan dengan sekarang disampaikan, dicurahkan, walaupun lintas beda daerah, mudah-mudahan saja jadi cepat dilantik,” ujar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi juga meminta Kades Hoho tetap menempuh jalur hukum dan prosedur birokrasi tanpa melibatkan tekanan massa.

“Bapak mah tempuh saja jalur prosedur hukum karena bapak adalah kepala desa. Kekuatannya adalah kekuatan di birokrasi,” tegas Dedi Mulyadi.

Menurutnya, keputusan terkait seleksi perangkat desa harus berlandaskan aturan hukum dan prinsip keadilan.

“Kalau misalnya seleksi itu diyakini memang sudah sesuai prosedur, kemudian adil, transparan, terbuka, akuntabel, ya putuskan,” lanjutnya.

Beberapa waktu setelah pertemuan tersebut, Kades Hoho kembali membuat pernyataan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada 6 Mei 2026. Dalam unggahan itu, ia meminta hasil pemeriksaan khusus atau riksus dari inspektorat dibuka secara transparan agar dirinya bisa melakukan sanggahan terhadap hasil pemeriksaan yang dianggap tidak objektif.

“Tahapan setelah riksus, tolong LHP dari inspektorat untuk dasar kami melakukan sanggahan terkait hasil riksus yang kami anggap banyak ketidaksesuaian atau tidak objektif. Selanjutnya jangan lupa untuk diklarifikasi secara terbuka biar terang benderang,” tulis Kades Hoho.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:32
01:02
01:24
05:18
10:20
05:59

Viral