- tvOnenews.com - Angelia Nafriana
3 Aktivitas Janggal Pelaku Pelecehan di Ponpes Pati yang Bikin Ayah Santriwati Curiga
tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan di Ponpes kawasan Pati, Jawa Tengah, terus memunculkan fakta baru yang bikin publik geleng kepala. Kali ini, ayah salah satu santriwati korban membongkar sejumlah aktivitas janggal yang sejak lama membuatnya merasa ada sesuatu yang tidak beres di lingkungan pondok tersebut.
Pria yang menggunakan nama samaran Pak Di itu mengaku mulai curiga setelah anaknya mendadak dikeluarkan dari Ponpes dengan alasan yang tidak jelas. Belakangan, sang anak akhirnya berani jujur bahwa dirinya dikeluarkan karena menolak ajakan tidur bersama sang kiai.
Dalam rangkaian konten podcast milik Denny Sumargo, Pak Di menceritakan sejumlah perilaku mencurigakan oknum pengasuh Ponpes yang kini jadi sorotan publik. Berikut tiga aktivitas janggal yang diungkap sang ayah.
1. Sering Mengajak Santriwati Keluar Malam
Menurut Pak Di, oknum pengasuh Ponpes tersebut kerap mengajak santriwati pergi malam hari untuk kegiatan tertentu, seperti sholawatan hingga ziarah.
“Dia itu selalu yang diajak pergi malam itu entah kegiatan sholawatan, entah ziarah itu kebanyakan santriwati atau wanita. Wanita yang di situ tuh ya yang sudah keluarga kadang ya diajak gitu,” ungkap ayah santriwati.
Pernyataan itu langsung menarik perhatian publik karena aktivitas malam tersebut disebut lebih sering melibatkan perempuan dibanding santri laki-laki.
2. Hanya Memilih Santriwati untuk Memijat
Kejanggalan berikutnya yang membuat Pak Di curiga adalah kebiasaan oknum tersebut yang hanya meminta santriwati perempuan untuk memijat dirinya.
“Dia tuh selalu kenapa ya yang disuruh mijit ketika sudah banyak santri itu ya kok enggak pernah dia kok nyuruh anak laki-laki untuk mijet padahal di situ banyak santri laki-laki,” katanya.
Tak hanya itu, Pak Di menyebut oknum tersebut bahkan sering mengganti santriwati yang memijat jika dirasa tidak sesuai keinginannya.
“Ketika dianya itu enggak cocok sama yang satu itu alasannya wah tangannya gatal,” lanjutnya.
3. Kedekatan dengan Santriwati Dinilai Tak Wajar
Pak Di juga mengungkap adanya kedekatan yang menurutnya sudah tidak wajar antara oknum pengasuh dengan sejumlah santriwati, termasuk yang sudah berkeluarga.