news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube GubSherly

Lihat Masyarakat Pedalaman Trauma Ada Pejabat yang Janji Manis Buat Perumahan, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos melihat ekspresi sedikit trauma diperlihatkan masyarakat adat dari Suku Tobelo Dalam usai menawarkan pembangunan perumahan.
Rabu, 13 Mei 2026 - 05:36 WIB
Reporter:
Editor :

Gubernur Malut itu berjanji perumahan seluas 5 hektare tersebut akan bersifat selamanya. Pasalnya, ia ingin meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat adat di pedalaman tanpa menghilangkan identitas budayanya.

"Jadi, Gubernur mengunjungi ke sini lihat lokasi supaya yang 5 hektare bisa untuk peternakan sapi. Jadi, itu harus selamanya," terang Sherly.

Tawaran tersebut langsung membuat warga bahagia. Doko yang berpenampilan sederhana juga senang mendengar hal tersebut.

Di momen ini, Sherly juga berdialog dengan Kepala Suku Tobelo Dalam setempat yang sudah lanjut usia (lansia). Kepala suku itu mengaku telah mengalami gangguan penglihatan.

Sherly langsung memperintahkan agar pemerintah daerah menurunkan tim kesehatan untuk segera melakukan operasi mata. Kabar tersebut membuat Kepala Suku itu bahagia.

Dari pembicaraan ini, Sherly juga menyoroti kondisi kesehatan. Beberapa warga khususnya anak-anak Suku Tobelo Dalam terlihat kekurangan gizi.

Langkah awal setidaknya melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Nantinya, pemerintah bisa memberikan susu, vitamin, dan sebagainya guna menjaga kesehatan bagi anak-anak.

"Saya lihat anak-anaknya banyak yang kurang gizi. Beberapa anak perutnya sudah buncit," katanya.

Sherly kemudian mengungkapkan keinginan besarnya berkaitan dengan administrasi kependudukan. Dari hasil kunjungan itu, banyak warga belum mempunyai nama hingga tidak mengetahui usianya.

Istri mendiang Benny Laos itu menegaskan, Pemprov Malut akan melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal ini guna membantu agar masyarakat adat mendapat akses bantuan sosial dan pembangunan lainnya dengan mudah.

"Hari ini sudah siap kan? Hari ini aja kalau bisa sekarang. Habis ini turun ke bawah ambil sembako langsung perekaman biar rumahnya juga bisa dibangun," tukasnya.

Ia pun berpamitan. Wanita 43 tahun ini senang kedatangannya diterima oleh masyarakat Suku Togutil, terutama terkait penawaran pembangunan dan menciptakan kesejahteraan hidup yang layak.

"Ini pertama kali aku ke Suku Togutil. Aku sering mendengar soal berencana tapi nggak kejadian. Senang banget mereka menerima penawaran kita untuk hidup menetap. Suatu hari nanti jika ada akademisi yang mau mempelajari, meneliti lebih dalam tentang budaya, kebiasaan bisa mudah datang ke sini," pungkasnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
01:22
05:11
01:38
03:33
22:38

Viral