news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegur pekerja proyek galian fiber optik..
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir, Trotoar Baru Dekat Rumahnya Malah Kena Imbas Proyek Galian Kabel

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meluapkan kekesalannya setelah menemukan trotoar yang baru selesai dipercantik, dibongkar akibat proyek pemasangan kabel.
Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:48 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meluapkan kekesalannya setelah menemukan trotoar yang baru selesai dipercantik kembali dibongkar akibat proyek pemasangan kabel bawah tanah di wilayah Subang.

Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube pribadi Dedi Mulyadi.

Saat meninjau lokasi, ia tampak kecewa melihat kondisi trotoar yang sebelumnya sudah tertata rapi dan nyaman untuk pejalan kaki, namun kini kembali rusak karena pekerjaan penggalian.

Kang Dedi Mulyadi (KDM) Gubernur Jawa Barat
Sumber :
  • YouTube

Menurut Dedi Mulyadi, persoalan seperti ini seharusnya bisa dihindari apabila seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan memiliki perencanaan yang matang sejak awal.

Ia menilai pembangunan trotoar dan pemasangan jaringan kabel bawah tanah seharusnya dilakukan secara bersamaan agar tidak terjadi pemborosan anggaran maupun kerusakan fasilitas yang baru selesai dibangun.

“Galian lagi, galian lagi, sudah bagus bongkar lagi, sudah bagus bongkar lagi,” ujar Dedi Mulyadi dengan nada kesal saat melihat kondisi trotoar yang kembali digali.

Ia menegaskan bahwa koordinasi antarlembaga dan pemilik proyek menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur berjalan efektif.

Kang Dedi Mulyadi (KDM) Gubernur Jawa Barat
Sumber :
  • YouTube

Dengan perencanaan yang terintegrasi, pekerjaan galian kabel dapat dilakukan bersamaan dengan pembangunan trotoar sehingga tidak perlu membongkar fasilitas yang sudah selesai dikerjakan.

"Gimana ke depan coba dibikin terencana yuk," kata KDM.

"Yang bikin galian-galian kabel bawah tanah, menggalinya itu bareng waktu bikin trotoar biar biaya galinya lebih murah dan bisa bareng-bareng kerjanya, tidak begini," tambahnya.

Dalam peninjauan tersebut, Dedi Mulyadi bahkan meminta agar mandor proyek segera dipanggil untuk memberikan penjelasan terkait pekerjaan yang sedang berlangsung.

“Udah dibangun dibongkarin lagi, kumaha atuh ieu teh Bapak?” ucapnya.

Ia mempertanyakan mengapa proyek tersebut tetap dilakukan setelah trotoar selesai dibangun dan ditata.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • jabarprov.go.id

"Udah dibangun, udah rapih-rapih, dibongkar lagi, aduh Pak, mandornya ke mana?" ujar Dedi Mulyadi.

Kekecewaan Dedi Mulyadi semakin bertambah karena proyek tersebut berada tidak jauh dari kediamannya.

Ia menyesalkan tidak adanya komunikasi maupun pemberitahuan sebelumnya dari pihak pelaksana proyek.

"Dan enggak bilang dulu, kan saya tuh rumahnya di sini, harusnya bilang dulu," tegas Dedi Mulyadi.

Selain menyoroti minimnya koordinasi, Dedi Mulyadi juga memberikan sejumlah masukan teknis.

Salah satunya adalah memanfaatkan saluran air atau jalur utilitas yang sudah tersedia untuk pemasangan kabel bawah tanah sehingga tidak perlu merusak trotoar yang baru dibangun.

Ia juga menyarankan agar pekerjaan dilakukan secara bertahap pada titik-titik tertentu, bukan langsung membongkar sepanjang jalur trotoar.

Dengan cara tersebut, aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan normal dan akses pejalan kaki tidak terganggu secara keseluruhan.

Hal lain yang menjadi perhatian Dedi Mulyadi adalah metode pengerjaan proyek di lapangan. Ia menyoroti tidak adanya terpal atau penutup yang digunakan untuk menahan material galian.

Akibatnya, tanah dan puing hasil penggalian berserakan di area trotoar sehingga membuat lingkungan terlihat kumuh dan kurang nyaman. (asl)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:17
12:40
03:47
02:02
05:02
04:25

Viral