- Instagram Ruben Onsu
Ruben Onsu Akui Takut Sendiri untuk Berdoa: Gara-gara Allah Terus Kasih Lihat
tvOnenews.com - Bukan lebay, bukan drama. Ruben Onsu benar-benar mengaku takut untuk berdoa bukan karena tidak percaya, justru sebaliknya. Setiap kali ia meminta kepada Allah, jawabannya datang begitu cepat hingga ia sendiri sampai merinding.
Pengakuan mengejutkan itu disampaikan Ruben Onsu saat hadir sebagai bintang tamu dalam acara Renungan Jiwa yang ditayangkan di kanal YouTube Damai Indonesiaku tvOne.
Di hadapan Ustaz Ridho Febri, presenter sekaligus pengusaha hiburan ternama ini bercerita blak-blakan tentang pengalaman spiritualnya yang tidak biasa sejak resmi menjadi mualaf.
- YouTube Damai Indonesiaku tvOne
Allah Bersihkan Orang-orang Toxic di Depan Matanya
Ustaz Ridho Febri membuka pertanyaan soal ujian terberat yang pernah Ruben rasakan sejak menjadi muslim. Jawabannya mengalir jujur dan apa adanya.
"Ini Masyaallah ya. Mungkin aku bisa bercerita ini pengalaman yang aku jalanin gitu. Jadi di momen apa? Di saat ujian itu sangat berat sekali gitu ya. Di momen yang menurut saya ada orang di sekitar ya. Jadi jangan dikait-kaitkan dengan masalah rumah tangga yang lalu, sudah selesai, clear. Tapi ini orang-orang terdekat ya, khususnya orang-orang terdekat atau yang pernah bekerja dan yang lainnya, itu sepertinya mata saya sama Allah sudah enggak dikasih saringan lagi, langsung blek di depan mata, prak prak prak prak gitu," ungkap Ruben Onsu.
Ia bahkan merangkum sendiri situasi itu dengan kalimat yang mengundang tawa sekaligus haru.
"Jadi kalau dikutip kesimpulannya, udah jatuh ketimpa tangga, gedebuk, disambit, ditimpuk, dicaci semua," ujar Ruben Onsu.
Ustaz Ridho Febri pun merespons dengan takjub. "Masyaallah. Jadi betul-betul totally dibersihin sama Allah. Orang-orang yang tidak lagi sejalan searah itu dibersihin benar-benar sama Allah. Dan itu terjadi di depan mata ya," katanya, sebelum melanjutkan pertanyaan tentang apa yang membuat Ruben tetap berdiri tegak di tengah badai ujian yang seolah tidak memberi jeda.
Dari Tahajud ke Subuh, Semua Ia Ceritakan kepada Allah
Ruben menjelaskan bahwa kuncinya ada pada kebiasaan yang ia bangun sejak awal menjadi mualaf waktu antara Tahajud dan Subuh yang ia jadikan momen paling intim bersama Allah.