news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi dan Remaja Penjual Rempeyek.
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Dedi Mulyadi Salut dengan Remaja Penjual Rempeyek yang Tumbuh Tanpa Ayah: Hebat Kamu Nak

Dedi Mulyadi salut dengan remaja penjual rempeyek di Sukajadi yang tumbuh tanpa ayah. Gubernur Jawa Barat itu borong dagangan dan janjikan tambahan tabungan Rp5 juta.
Senin, 1 Juni 2026 - 14:34 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Bukan rapat, bukan kebijakan besar, melainkan sebuah pertemuan tak terduga di pinggir jalan Sukajadi yang justru membuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berhenti dan terpukau. Seorang remaja kelas 6 SD penjual rempeyek, tumbuh tanpa kehadiran ayah, namun memiliki kedisiplinan menabung yang bahkan membuat seorang gubernur kehilangan kata-kata. 

Kisah itu kemudian viral setelah Dedi Mulyadi mengunggahnya di Instagram dengan caption yang langsung menyentuh jutaan hati.

Dedi Mulyadi awalnya datang ke kawasan Sukajadi, Bandung, untuk meninjau kondisi area di depan Pusat Pengembangan Jasa (PPJ) yang dinilai kurang terawat dan terkesan kumuh.

Ia memberikan arahan langsung kepada pihak terkait untuk merapikan pagar, menata ulang trotoar dengan paving block, serta menanam tanaman agar kawasan tersebut lebih rapi dan bebas dari parkir liar maupun lapak kaki lima yang tidak teratur.

Di tengah kesibukan itu, mata Dedi Mulyadi tertuju pada seorang remaja yang tengah menjajakan rempeyek sepulang sekolah. Ia langsung memanggilnya.

"Sini, kamu rajin. Jualannya siapa? Kamu sekolah di mana?" tanya Dedi Mulyadi.

"Itu yang di asrama polisi," jawab sang remaja.

Dari percakapan yang kemudian berkembang itulah terungkap kisah hidup sang remaja yang jauh dari kata mudah. Remaja kelas 6 SD itu diketahui hidup bersama sang ibu setelah kedua orang tuanya bercerai. 

Sang ayah kini tinggal di Purwakarta, di sekitar kawasan stasiun kereta api, namun sang remaja mengaku tidak tahu persis di mana. 

Sang ibu, yang asli Sukagalih, bekerja di salon seorang diri untuk menghidupi keluarga. Sejak perceraian itu, sang ayah tidak lagi memberikan nafkah.

"Bapaknya masih ada?" tanya Dedi Mulyadi.

"Sudah cerai. Tinggal sama Mama," jawab remaja itu.

"Kamu ditinggalin sama bapak kamu udah berapa lama?"

"2 tahun lebih, Pak."

Dedi Mulyadi sempat memperhatikan mata sang remaja yang tampak berair. Namun sang remaja dengan polos menjelaskan bahwa matanya memang begitu, bukan karena sedih. Justru di balik itu semua tersimpan semangat hidup yang luar biasa.

Meski uang jajannya hanya Rp5.000 hingga Rp10.000 per hari, sang remaja memilih tidak jajan di sekolah dan mengandalkan program Makan Bergizi Gratis untuk makan siang. Seluruh uang jajannya ia tabung. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:57
01:20
01:08
07:06
01:21
01:13

Viral