news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.
Sumber :
  • YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL

Sering Dikritik, Dedi Mulyadi Justru Ungkap Kualifikasi Pengkritik Berdasarkan Motifnya

Dedi Mulyadi ungkap tiga kualifikasi pengkritiknya: yang objektif, yang bermotif politik, dan yang sekadar cari pansos. Ini respons tenang sang gubernur. 
Selasa, 2 Juni 2026 - 12:01 WIB
Reporter:
Editor :

Ia kemudian masuk ke inti pernyataannya, memilah satu per satu jenis kritik yang selama ini ia terima.

"Dari sekian banyak serangan yang dilakukan ada beberapa kualifikasi. Yang pertama, mereka yang murni melakukan kritik karena ingin pembangunan di Jawa Barat berjalan dengan baik," jelas Dedi Mulyadi.

Kelompok pertama ini, menurutnya, adalah pengkritik yang paling layak dihormati karena kritik mereka bersifat objektif dan tidak terus-menerus.

"Biasanya yang melakukan autokritik seperti ini, autokritiknya hanya dilakukan untuk kebijakan tertentu dan kemudian mereka mengingatkan. Setelah itu dia tidak melakukan kritik lagi dan nanti muncul lagi kalau ada kebijakan yang menurut mereka dianggap kurang pas. Ini adalah orang yang objektif yang harus kita hormati," tegas Dedi Mulyadi.

Berbeda dengan kelompok pertama, kelompok kedua justru tak pernah berhenti mengkritik dalam kondisi apapun.

"Yang kedua adalah yang secara terus-menerus mengkritik. Ada kebijakan baik dikritik, apalagi jelek. Semuanya dikritik, artinya kebijakan saya tidak ada baiknya," ujar Dedi Mulyadi.

Ia pun membuka lebih jauh soal latar belakang kelompok ini yang menurutnya tak lepas dari kepentingan politik.

"Biasanya orang-orang seperti ini memiliki afiliasi politik pada partai tertentu dan mungkin pada kandidat tertentu, sehingga menyerang saya itu merupakan benefit yang didapatkan bagi kandidat yang disukai dan didukungnya. Dan dia juga bisa dinilai sebagai pendukung yang fanatik yang memiliki kontribusi, sehingga namanya dan wajahnya dikenal, dan itu kontribusi," papar Dedi Mulyadi.

Tanpa perlu menyebut nama, Dedi Mulyadi menyatakan bahwa ia dan publik sudah sama-sama mengenali siapa mereka.

"Kita nggak usah sebutin nama-namanya, kita kan sudah tahu. Dan rata-rata mereka itu dulu juga pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPRD dan mereka tidak terpilih, dan biasanya begitu," jelas Dedi Mulyadi.

Adapun kelompok ketiga, menurut Dedi Mulyadi, adalah mereka yang mengkritik semata-mata demi menaikkan popularitas diri.

"Kemudian yang ketiga adalah yang melakukan pansos. Dengan mengkritik saya, dengan menyerang saya dalam setiap waktu, mereka mendapat benefit viewers," ucapnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:17
01:06
03:52
04:26
01:37
01:24

Viral