- Instagram @s_tjo
Diminta Memberi Nama Bayi Suku Togutil, Sherly Tjoanda Pilih Satu Kata Terinspirasi dari Karakter Disney
tvOnenews.com - Kunjungan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, ke pemukiman masyarakat adat Suku Togutil di Desa Koli, Oba, Kota Tidore Kepulauan menghadirkan sebuah momen yang begitu berkesan.
Di tengah agenda pemerintahan yang dijalankannya, Sherly mengaku menemukan pengalaman yang menyentuh hati dan sulit dilupakan.
Melalui unggahan di media sosial, Sherly menceritakan bahwa kedatangannya ke wilayah Suku Togutil bukan semata sebagai kepala daerah.
Ia merasa hadir sebagai seorang manusia yang ingin belajar langsung dari kehidupan masyarakat adat yang selama ini hidup dekat dengan alam.
“Hari itu, saya tidak datang sebagai pejabat. Saya datang sebagai manusia — yang ingin belajar,” tulis Sherly.
- Youtube Gub Sherly
Ia menggambarkan suasana saat pertama kali menginjakkan kaki di kawasan tersebut.
Baginya, hutan yang mengelilingi wilayah itu seolah memiliki cerita tersendiri, sementara masyarakat yang menyambut kedatangannya menunjukkan ketulusan tanpa banyak kata.
“Langkah pertama masuk ke wilayah Suku Togutil terasa penuh makna. Hutan seperti berbicara, dan mereka — masyarakat yang selama ini disebut ‘orang dalam’ menyambut dengan tatapan yang jujur, tanpa banyak kata,” lanjutnya.
Namun, ada satu peristiwa yang paling membekas dalam ingatannya.
Saat itu, seorang ibu datang sambil menggendong bayinya.
Tatapan sang bayi yang begitu lama mengarah kepadanya membuat Sherly merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan.
“Ada satu momen yang saya tidak akan lupa. Seorang ibu menggendong bayinya. Bayi itu menatap saya lama… seolah bertanya: ‘Siapa kamu? Datang membawa apa?’” tulisnya.
- Youtube Gub Sherly
Tak lama kemudian, masyarakat setempat memberikan sebuah kehormatan yang menurut Sherly sangat berharga.
Mereka memintanya untuk memberikan nama bagi bayi tersebut.
“Mereka memberi saya sebuah kehormatan yang tidak bisa dibeli oleh jabatan apa pun: meminta saya memberi nama untuk bayi itu,” ungkapnya.
Sherly mengaku sempat terdiam beberapa saat sebelum menentukan nama yang akan diberikan. Baginya, sebuah nama bukan sekadar rangkaian kata, melainkan doa dan harapan yang akan menyertai perjalanan hidup seseorang.
“Saya diam sejenak. Ini bukan sekadar nama. Ini doa. Ini harapan. Saya memilih satu kata: Moana,” tulisnya.
Nama Moana yang dipilih Sherly terinspirasi dari karakter dalam film animasi Disney yang dikenal sebagai sosok pemberani, mencintai asal-usulnya, dan berani menjelajahi masa depan.
Nama itu dipilih dengan harapan sang bayi dapat tumbuh tanpa melupakan akar budayanya sekaligus memiliki keberanian menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Saya ingin bayi itu tumbuh tidak kehilangan akarnya… tapi juga tidak takut menghadapi masa depan,” tulis Sherly.
Di balik momen emosional tersebut, kunjungan Sherly bersama jajaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan pihak Kementerian Sosial juga membawa misi penting.
Mereka datang untuk memastikan rencana pembangunan rumah bagi masyarakat Suku Togutil dapat segera direalisasikan.
Menurut Sherly, pemerintah pusat telah mengirimkan perwakilan langsung dari Jakarta guna meninjau kesiapan lahan dan kelengkapan administrasi masyarakat yang akan menerima program tersebut.
Selain pembangunan hunian, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk meningkatkan kualitas hidup warga melalui perbaikan akses jalan dan penyediaan jaringan listrik menuju lokasi pemukiman baru.
Sherly turut menaruh perhatian pada kondisi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.
Ia menilai persoalan gizi dan layanan kesehatan masih menjadi tantangan yang perlu mendapatkan penanganan serius agar generasi muda Suku Togutil dapat tumbuh lebih sehat dan sejahtera.
Kunjungan tersebut bukan hanya tentang program pembangunan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang menghadirkan pelajaran berharga tentang kemanusiaan.
Dari sebuah tatapan bayi hingga pemberian nama yang penuh harapan, Sherly mengaku membawa pulang pengalaman yang akan selalu dikenangnya. (gwn)