- ANTARA/HO-BGN
Nanik S Deyang Punya Aset Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Properti dan Mobil Mewahnya
Seluruh aset properti tersebut dilaporkan berasal dari hasil usaha dan penghasilan pribadi. Jika melihat komposisi kekayaan, sektor properti menjadi penyumbang terbesar dengan porsi lebih dari 85 persen dari total aset yang dimiliki.
2. Koleksi Kendaraan: Rp705 Juta
Selain properti, Nanik juga memiliki beberapa kendaraan pribadi dengan total nilai Rp705 juta.
Rinciannya sebagai berikut:
BMW 520i CKD A/T Tahun 2014
* Nilai aset: Rp460 juta
* Sedan premium asal Jerman ini menjadi kendaraan dengan nilai tertinggi dalam daftar aset kendaraan miliknya.
Toyota Fortuner 2.7 Lux A/T Tahun 2013
* Nilai aset: Rp180 juta
* SUV yang dikenal tangguh dan populer di Indonesia untuk kebutuhan keluarga maupun perjalanan jarak jauh.
Toyota Avanza 1.300 G Tahun 2007
* Nilai aset: Rp65 juta
* Kendaraan MPV yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu mobil keluarga paling banyak digunakan di Indonesia.
Ketiga kendaraan tersebut dilaporkan sebagai hasil sendiri dan tercatat secara resmi dalam laporan kekayaannya.
3. Kas dan Setara Kas: Rp196,2 Juta
Selain aset tetap, Nanik juga melaporkan kepemilikan kas dan setara kas sebesar Rp196.290.605.
Dana ini mencerminkan aset likuid yang dapat digunakan untuk kebutuhan operasional maupun investasi dalam jangka pendek.
Dikenal Tegas Mengawasi Program Makan Bergizi Gratis
Selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik dikenal aktif melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke berbagai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tugas tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan pemerintah.
Dalam berbagai kunjungan lapangan, Nanik menemukan sejumlah persoalan mulai dari standar kebersihan dapur, tata letak fasilitas yang belum sesuai pedoman teknis, hingga persoalan sanitasi yang berpotensi memengaruhi keamanan pangan.
Ia juga beberapa kali mengambil langkah tegas dengan menangguhkan sementara operasional SPPG yang belum memenuhi standar.
Berdasarkan data yang disampaikannya pada 31 Mei 2026, sejak Program MBG dimulai pada 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, sebanyak 8.182 SPPG dari total 27.208 unit yang beroperasi di Indonesia pernah mengalami penangguhan sementara.