- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Ingin Papua Maju, Dedi Mulyadi Titip Pesan ke Investor yang Masuk Membangun: Jagalah Kehormatan
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menitipkan pesan penting untuk seluruh investor untuk pembangunan di Papua.
Pesan tersebut Kang Dedi Mulyadi atau KDM sampaikan, saat ia berkunjung ke Papua untuk menghadiri Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) yang digelar di Jayapura, Papua, Jumat (29/5/2026).
Gubernur Jabar itu pun mengajak dan mengingatkan kepada seluruh pihak, bisa menjaga kelestarian alam Papua.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Dia berpesan agar tidak mengorbankan lingkungan demi kepentingan pembangunan jangka pendek. Sehingga ia menyisipkan pesan ke para investor yang masuk Papua.
Diharapkan bisa menjaga Papua, supaya tidak menghilangkan identitas lokal. Ia bahkan mengusulkan seluruh bangunan publik, perkantoran, hotel, sekolah hingga stadion di Papua mengadopsi arsitektur khas Papua.
"Papua dibangun untuk orang Papua. Jangan sampai suatu saat orang Papua merasa bukan lagi tinggal di kampungnya sendiri," pesan KDM dalam jabarprov, Rabu (3/6).
Dia menyarankan pembangunan di Papua bisa berlandaskan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan penghormatan terhadap alam.
Dia juga mendorong agar tata ruang dan kebijakan pembangunan disusun dengan mempertimbangkan aspek budaya masyarakat Papua sehingga mereka tidak terasing di tanah kelahirannya sendiri.
- jabarprov.go.id
Pada kesempatan yang sama, KDM juga mengumumkan komitmennya menyiapkan beasiswa bagi 40 mahasiswa Papua untuk menempuh pendidikan di Jawa Barat.
Anak-anak Papua juga mendapat biaya pendidikan dan biaya hidup ditanggung hingga lulus. Ini bagian dari kepedulian dan cintanya terhadap Papua.
"Jagalah kehormatan masyarakat Papua. Jangan sembarang orang menghina dan merusak tanah Papua," jelas Dedi Mulyadi.
"Surga di tanah Papua. Keindahan semesta Indonesia itu ada di tanah Papua. Jagalah, karena suatu saat kita akan kehilangan ketika dia sudah tidak ada," sambungnya.
KDM pun juga menawarkan beasiswa bagi 40 orang anak muda untuk berkuliah di Bandung. "Silakan kuliah di Bandung. Biaya hidupnya kami tanggung sampai dia selesai," ajaknya.
Di sisi lain juga ia memuji karakter anak papua. Ia menilai secara langsung, jika anak-anak Papua yang ia temui kebanyakan tidak berlebihan dengan uang.