- instagram Sarwendah
Sarwendah Sesumbar Rp200 Juta Cuma dari Live 30 Menit, Netizen: @Ditjenpajakri Tolong ini Coba di Cekkk!
tvOnenews.com - Di tengah ramainya perbincangan soal nafkah anak pasca perceraian dengan Ruben Onsu, nama Sarwendah kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini, perhatian netizen tertuju pada pengakuannya yang menyebut bisa memperoleh uang hingga Rp200 juta hanya dalam hitungan menit melalui aktivitas siaran langsung di media sosial.
Pernyataan tersebut langsung memancing rasa penasaran publik. Banyak yang bertanya-tanya bagaimana mantan personel Cherrybelle itu mampu menghasilkan pendapatan fantastis dalam waktu singkat.
Terlebih, sebelumnya Sarwendah sempat mengeluhkan soal nafkah anak yang disebut tidak lagi diberikan oleh Ruben Onsu selama beberapa bulan terakhir.
Tak hanya menjadi bahan perbincangan di media sosial, pengakuan Sarwendah juga memunculkan diskusi mengenai besarnya potensi pendapatan kreator digital saat ini.
Mulai dari live streaming, promosi produk, hingga bisnis pribadi, berbagai sumber pemasukan disebut menjadi penopang utama keuangan ibu dua anak tersebut.
Rp200 Juta dalam 30 Menit, Pernyataan Sarwendah Jadi Sorotan
Dalam sebuah cuplikan video yang beredar luas di media sosial, Sarwendah menanggapi pembahasan mengenai nominal Rp200 juta yang sebelumnya dikaitkan dengan nafkah anak dari Ruben Onsu.
"Berapa? 200? Rp200 itu cuma berapa kali live sih," kata Sarwendah dalam video tersebut.
Pernyataan itu kemudian disambut oleh timnya yang menyebut nominal tersebut bahkan bisa diperoleh dalam waktu relatif singkat. "Bunda nanya 200 berapa kali live, setengah jam," ujar salah satu anggota timnya.
Pada video lain, Sarwendah juga menegaskan bahwa dirinya memilih fokus bekerja dibandingkan menggantungkan harapan kepada orang lain.
- Kolase tvOnenews.com / YouTube KapanLagiDotCom - Sarwendah Official
"Aku kerja dulu, cari duit halal. Ngapain ngarepin duit dari orang ya kan," ujar Sarwendah.
Ucapan tersebut muncul di tengah polemik terkait nafkah anak yang sebelumnya menjadi perbincangan publik. Ruben Onsu mengaku memiliki alasan mengapa selama enam bulan terakhir tidak lagi memberikan nafkah bulanan. Menurut Ruben, dirinya merasa dipersulit untuk bertemu dengan anak-anaknya.
Di sisi lain, Sarwendah sempat melontarkan pernyataan yang memicu kontroversi saat siaran langsung bersama kekasihnya, Giorgio Antonio.
"Boleh sombong nggak sih sekali-kali? 200 juta apa sih, apa sih 200 juta itu? Nggaklah, ngapain ngarepin laki-laki, apalagi cong," ucap Sarwendah.
Tak lama kemudian, ia kembali mengeluarkan kalimat yang menuai kritik dari warganet.
"Cih, gue juga nggak butuh duit lo anj**g," katanya saat live bersama Giorgio Antonio.
Analisis Penghasilan Sarwendah Capai Rp1,43 Miliar Sebulan
Setelah pernyataannya viral, sejumlah akun media sosial mulai mencoba mengulas sumber penghasilan Sarwendah. Salah satunya akun threadswespill_yourneeds yang membagikan analisis mengenai pendapatan Sarwendah dari berbagai aktivitas digital.
Berdasarkan data yang diunggah akun tersebut, Sarwendah diduga mampu menghasilkan sekitar Rp1,43 miliar dalam periode Mei hingga awal Juni 2026.
Kontributor terbesar disebut berasal dari aktivitas live streaming TikTok yang mencapai sekitar Rp1,15 miliar. Selain itu, Sarwendah juga memperoleh pendapatan dari video promosi atau endorsement di TikTok dengan nilai sekitar Rp66,29 juta.
Tak hanya mengandalkan konten digital, Sarwendah juga memiliki sejumlah lini bisnis yang menjadi sumber pemasukan. Produk kecantikan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai penjualan mencapai Rp245 juta.
Sementara itu, siaran langsung bersama Giorgio Antonio untuk mempromosikan produk kecantikan dan perawatan kulit disebut menghasilkan sekitar Rp363 juta. Produk jus kesehatan yang dipasarkan Sarwendah juga tercatat meraih penjualan hingga Rp103 juta.
Selain produk kecantikan dan kesehatan, promosi telepon genggam melalui sesi live bersama Giorgio Antonio disebut memberikan tambahan pendapatan sekitar Rp35 juta.
Di luar aktivitas media sosial, Sarwendah diketahui memiliki beberapa bisnis yang berkembang setelah resmi berpisah dari Ruben Onsu.
Di antaranya usaha fesyen Sarwendah Daster dan lini produk kecantikan Sarwendah Secret Shine yang cukup dikenal di pasaran.
Warganet Soroti Pajak, Sarwendah Akhirnya Minta Maaf
Besarnya angka pendapatan yang beredar di media sosial kemudian memicu beragam reaksi dari publik. Tidak sedikit warganet yang meminta pihak berwenang untuk memastikan seluruh penghasilan tersebut telah dilaporkan sesuai ketentuan perpajakan.
Beberapa komentar yang ramai bermunculan antara lain, "Segera team Pajak merapat periksa @ditjenpajakindonesia", "Blh ni panggil Dirjen pajak", hingga "Tolong cek pa/bu apakah dia bayar pajak sesuai atau manipulasi pajak."
Ada pula netizen yang menulis, "@ditjenpajakri tolong ini coba di cekkk... bener gak pelaporan pajaknya... setengah jam bisa 200 juta.. siapa tau ada kekeliruan."
Di tengah polemik yang berkembang, Sarwendah akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada publik.
Permintaan maaf itu disampaikan setelah dirinya viral akibat mengucapkan kata-kata kasar saat melakukan siaran langsung.
"Halo semuanya, saya Sarwendah Tan. Melalui video ini saya ingin menyampaikan beberapa hal. Pertama-tama izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semuanya, keluarga besar, teman-teman, masyarakat dan para penggemar yang selama ini selalu setia menemani perjalanan saya," ujar Sarwendah.
Ia mengakui bahwa ucapan yang terlontar dalam video viral tersebut merupakan sebuah kesalahan.
"Saya menyadari potongan video yang beredar tersebut sudah membuat kegaduhan di media sosial. Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati. Hal-hal yang seharusnya cukup diselesaikan di ruang lebih tenang, kini turut menyita perhatian dan energi dari banyak pihak. Oleh karena itu saya minta maaf dari lubuk hati saya kepada semuanya," lanjutnya.
Kontroversi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana aktivitas digital kini dapat menjadi sumber pendapatan yang sangat besar bagi figur publik.
Namun di saat yang sama, setiap pernyataan yang disampaikan di ruang publik juga berpotensi memicu respons luas dan menjadi sorotan masyarakat. (udn)