news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi kaget dengar biaya hidup warga Papua.
Sumber :
  • TikTok @percaya.gakpercaya

Setelah Menuai Protes Orang Tua, KDM Beri Solusi Sekolah Swasta Gratis tapi Terbatas

Kang Dedi Mulyadi atau KDM sudah memberikan respons terbaru, setelah dirinya diprotes banyak orang tua dalam proses SPMB 2026 Jabar.
Senin, 15 Juni 2026 - 06:43 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) belum lama ini menyampaikan pesan tegas persoalan SPMB 2026 yang sebelumnya menuai protes orang tua.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • jabarprov.go.id

Hal ini, Dedi Mulyadi sampaikan bagian dari solusi bersama dalam membantu warga jawa barat yang kurang mampu dan tidak diterima dalam sekolah negeri.

Dalam keterangannya, Dedi yang disapa KDM itu menyebut Pemprov Jawa Barat menggaransi aspek finansial bagi warga terdampak (tak lolos SPMB), khususnya dari klaster ekonomi rentan agar tetap bisa bersekolah di sektor privat (swasta). 

Sebab adanya keterbatasan daya tampung SMA/SMK negeri. Dengan itu bisa dijadikan solusi konkret dari Pemprov untuk warga Jabar.

"Bagi yang tidak berkesempatan terpetakan di sekolah negeri, masih ada sekolah swasta. Bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjamin biaya pendidikan gratis untuk anak-anak miskin di sekolah-sekolah swasta," jelas KDM, dikutip dari Antara, Senin (15/6).

Melihat protes orang tua yang waktu itu viral di media sosial (Medsos), Dedi menilai luapan kemarahan orang tua yang anaknya tidak lolos Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di masa Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) SMA/SMK negeri bukanlah kesalahan warga.

Menurutnya, itu bagian dari contoh kegagalan pemerintah dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang merata.

Ilustrasi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB)
Sumber :
  • ANTARA

Video viorang tua murid yang mengamuk di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar itu viral. Ia marag akibat anak-anaknya terancam tersingkir dari kuota sekolah negeri.

"Hari ini apabila banyak orang tua marah karena anak-anaknya tidak terpetakan di sekolah negeri, bukan kesalahan orang tua, tetapi kesalahan kami sebagai penyelenggara negara," tegas KDM.

Kabar Terbaru SPMB 2026 Jabar

Kabar baiknya, warga Jabar sudah bisa mengecek hasil PCMB kemarin. Disebut dapat diakses secara mandiri melalui akun masing-masing di laman resmi spmb.jabarprov.go.id. 

Sehingga para calon murid dan orang tua pun tidak perlu datang ke sekolah untuk melihat hasil karena seluruh proses dilakukan melalui sistem yang telah disediakan. 

Sehubungan dengan ini, Kadisdik Jabar, Purwanto menjelaskan, setiap calon murid baru memiliki hak untuk menerima atau menolak hasil pemetaan dengan tetap memperhatikan syarat dan ketentuan yang tercantum pada akun masing-masing.

"Terkait kuota kelulusan, apabila hingga batas akhir perangkingan pada 13 Juni 2026 pukul 13.00 WIB status peringkat pada akun masih menunjukkan tanda strip (-), berarti calon murid yang bersangkutan belum masuk dalam kuota," jelas Kadisdik, dalam jabarprov.

Kemudian para calon murid baru yang menerima hasil pemetaan, proses selanjutnya adalah wajib mengikuti daftar ulang sesuai dengan jadwal pelaksanaan SPMB Tahap 1 dan Tahap 2. 

"Sedangkan calon murid baru yang menolak hasil pemetaan, dapat langsung mengubah pilihan ke sekolah swasta atau madrasah aliah (MA), maupun mengikuti SPMB Tahap 2 apabila masih tersedia kuota setelah seluruh data pemetaan yang berada dalam antrean telah terakomodir," terang Kadisdik.(klw)

    

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:04
01:40
08:24
02:45
01:02
01:25

Viral