- Kolase tvOnenews.com / Instagram @nandapersada @betrandpetoputraonsu
Nanda Persada Sarankan Dugaan Kekerasan ke Betrand Peto Dibawa ke Jalur Hukum
"Enggak boleh ada tindakan kekerasan terhadap anak, apalagi dilakukan oleh orang... Maaf, aku jadi agak emosi dengar ini, ya. Ini sudah keterlaluan. Enggak boleh seperti itu. Apalagi katanya sayang sama ponakan, sayang sama anak, gitu, ya," tegasnya.
Menurut Nanda Persada, jika dugaan kekerasan psikis dan fisik tersebut benar terjadi, maka pihak berwenang harus turun tangan merespons, termasuk membawa kasus ini ke jalur hukum.
"Tapi begitu ada hal-hal yang sifatnya kekerasan psikis dan terutama fisik, itu harus ditindaklanjuti, menurut aku, dan harus direspons oleh lembaga terkait, kalau perlu ke jalur hukum, karena ini sudah mengganggu kondisi psikologi dan juga itu tindakan fisik," jelasnya.
Nanda Persada juga mengingatkan bahwa tindakan kekerasan fisik dapat dikenai sanksi pidana apabila terdapat bukti yang cukup, sehingga kasus semacam ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.
"Tindakan fisik itu bisa dipidana, lho, kalau ada bukti-buktinya. Dan ini enggak boleh kita biarkan, enggak boleh kita normalisasi. Kita enggak boleh biarkan hal-hal seperti ini, karena ini tanggung jawab bersama," tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Nanda Persada kembali menekankan pentingnya tidak membiarkan kasus dugaan kekerasan ini berlalu tanpa penyelesaian, agar tidak menjadi hal yang dianggap wajar di kemudian hari.
"Karena kalau kita biarkan, akhirnya kesannya akan terjadi normalisasi, hal yang biasa, hal yang tidak fatal. Kita enggak boleh biarkan hal-hal seperti ini, dan itu harus ditindak, harus diusut," pungkas Nanda Persada.
Awal Mula Kasus Bermula dari Unggahan Instagram Story Betrand Peto
Sebelum pernyataan Nanda Persada tersebut mencuat, Betrand Peto sempat membuat unggahan Instagram Story pada Sabtu, 13 Juni 2026, yang menyinggung pihak yang disebutnya sebagai "tante". Dalam unggahan itu, Betrand Peto menyebut adanya ancaman pelaporan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) oleh ayahnya, Ruben Onsu.
"Untuk tante, jangan sok jagoan. Kemarin nelpon siapa dan bilang apa? Kalau sampai ayah lapor KPAI, kalian akan lakukan apa? Sehat? Mas/Tante, ingat enggak, semua perpisahan ayah-bunda, tante yang harus tanggung dosanya. Tapi yang tante lakuin sudah merusak nama baik seorang ayah di mata anak-anaknya," tulis Betrand Peto.