news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Nanda Persada dan Betrand Peto.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @nandapersada @betrandpetoputraonsu

Nanda Persada Sarankan Dugaan Kekerasan ke Betrand Peto Dibawa ke Jalur Hukum

Nanda Persada, mantan manajer Sarwendah, menyarankan dugaan kekerasan ke Betrand Peto dibawa ke jalur hukum jika terbukti benar terjadi. 
Selasa, 16 Juni 2026 - 13:57 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Nanda Persada, mantan manajer Sarwendah, ikut menyoroti pernyataan Betrand Peto di media sosial soal dugaan tekanan psikis dan kekerasan fisik yang dialaminya.

Nanda Persada menilai jika dugaan tersebut terbukti benar, maka kasus ini harus ditindaklanjuti hingga ke jalur hukum. 

Pernyataan Nanda Persada itu disampaikan dalam tayangan Intens Investigasi pada 16 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Nanda Persada mengaku terkejut dengan unggahan Betrand Peto yang menyinggung soal tekanan psikologis hingga dugaan tindakan fisik berupa tamparan. 

Ia menegaskan, perlakuan kekerasan terhadap anak tidak boleh dianggap sebagai hal biasa atau dinormalisasi oleh siapa pun.

"Betrand sudah besar, sudah gede, dan dia sudah dewasa. Aku rasa dia punya hak untuk bersuara karena sebelumnya kan juga dia tinggal bareng-bareng dari zaman Wenda sama Ruben, terus juga di rumah sama Wenda juga, dan akhirnya dia memilih ikut Ruben," ujar Nanda Persada.

Nanda Persada melanjutkan, pasti ada alasan kuat di balik keputusan Betrand Peto untuk akhirnya buka suara di media sosial. 

Menurutnya, jika pernyataan tersebut benar, hal itu menjadi bukti adanya tekanan psikologis sekaligus dugaan tindakan fisik yang dialami Betrand Peto, atau yang akrab disapa Onyo.

"Aku rasa pasti ada alasan-alasan kuat. Aku kaget juga sih dengan statement Betrand atau Onyo di sosial medianya itu. Kalau memang benar, itu udah benar-benar bukti bahwa memang ada tekanan psikologis, dan terutama di situ katanya juga ada tindakan fisik, ya, katanya gitu. Karena itu, ini harus disikapi oleh semua pihak, terutama lembaga yang berwenang," kata Nanda Persada.

Ia menambahkan, dirinya bukan satu-satunya pihak yang merasa kaget dan marah dengan dugaan kekerasan yang disampaikan Betrand Peto tersebut.

"Aku kaget dengan postingan Onyo, yang katanya mendapat perlakuan tekanan psikis dan fisik, katanya kalau enggak salah sampai ditampar gitu, ya. Ini bukan cuma aku, aku rasa semua orang berhak marah untuk itu," ucapnya.

Lebih lanjut, Nanda Persada menegaskan bahwa tidak ada alasan apa pun yang membenarkan tindakan kekerasan terhadap anak, termasuk jika dilakukan oleh orang terdekat sekalipun.

"Enggak boleh ada tindakan kekerasan terhadap anak, apalagi dilakukan oleh orang... Maaf, aku jadi agak emosi dengar ini, ya. Ini sudah keterlaluan. Enggak boleh seperti itu. Apalagi katanya sayang sama ponakan, sayang sama anak, gitu, ya," tegasnya.

Menurut Nanda Persada, jika dugaan kekerasan psikis dan fisik tersebut benar terjadi, maka pihak berwenang harus turun tangan merespons, termasuk membawa kasus ini ke jalur hukum.

"Tapi begitu ada hal-hal yang sifatnya kekerasan psikis dan terutama fisik, itu harus ditindaklanjuti, menurut aku, dan harus direspons oleh lembaga terkait, kalau perlu ke jalur hukum, karena ini sudah mengganggu kondisi psikologi dan juga itu tindakan fisik," jelasnya.

Nanda Persada juga mengingatkan bahwa tindakan kekerasan fisik dapat dikenai sanksi pidana apabila terdapat bukti yang cukup, sehingga kasus semacam ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.

"Tindakan fisik itu bisa dipidana, lho, kalau ada bukti-buktinya. Dan ini enggak boleh kita biarkan, enggak boleh kita normalisasi. Kita enggak boleh biarkan hal-hal seperti ini, karena ini tanggung jawab bersama," tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Nanda Persada kembali menekankan pentingnya tidak membiarkan kasus dugaan kekerasan ini berlalu tanpa penyelesaian, agar tidak menjadi hal yang dianggap wajar di kemudian hari.

"Karena kalau kita biarkan, akhirnya kesannya akan terjadi normalisasi, hal yang biasa, hal yang tidak fatal. Kita enggak boleh biarkan hal-hal seperti ini, dan itu harus ditindak, harus diusut," pungkas Nanda Persada.

Awal Mula Kasus Bermula dari Unggahan Instagram Story Betrand Peto

Sebelum pernyataan Nanda Persada tersebut mencuat, Betrand Peto sempat membuat unggahan Instagram Story pada Sabtu, 13 Juni 2026, yang menyinggung pihak yang disebutnya sebagai "tante". Dalam unggahan itu, Betrand Peto menyebut adanya ancaman pelaporan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) oleh ayahnya, Ruben Onsu.

"Untuk tante, jangan sok jagoan. Kemarin nelpon siapa dan bilang apa? Kalau sampai ayah lapor KPAI, kalian akan lakukan apa? Sehat? Mas/Tante, ingat enggak, semua perpisahan ayah-bunda, tante yang harus tanggung dosanya. Tapi yang tante lakuin sudah merusak nama baik seorang ayah di mata anak-anaknya," tulis Betrand Peto.

Dalam unggahan lain, Betrand Peto juga membantah anggapan bahwa Ruben Onsu pernah melakukan kekerasan, sembari mempertanyakan balik dugaan tamparan yang justru dialaminya sendiri.

"Ayah tidak pernah menampar Onyo. Tante, coba jelaskan, kenapa tampar Onyo? Please, jujur, ayolah, tante yang sudah buat kami hancur, dan sekarang aku tidak takut untuk manusia serakah," tulis Onyo.

Betrand Peto menutup unggahannya dengan menyinggung pihak yang menurutnya kerap menjatuhkan nama baik Ruben Onsu.

"Onyo enggak pernah begini, tapi senjata andalan tante adalah menjatuhkan ayah. Seperti bangga, dan sepertinya tante lupa ada kebusukan yang lebih memalukan," pungkas Onyo.

Hingga berita ini diturunkan, baik Sarwendah maupun pihak keluarga yang disebut dalam unggahan Betrand Peto belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan kekerasan tersebut.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:10
05:03
05:54
03:52
01:01
03:23

Viral