- Kolase tvOnenews.com / YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL / Instagram @dedimulyad71
Hadiah Rp250 Juta Menanti! Dedi Mulyadi Ajak Warga Indonesia Bantu Tangkap Taufik Hidayat
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi membuka sayembara berhadiah Rp250 juta bagi siapa saja yang berhasil menemukan atau memberikan informasi valid terkait keberadaan Taufik Hidayat, pria yang kini berstatus buronan Polda Jabar atas kasus penyekapan dan penyiksaan sadis terhadap kekasihnya selama kurang lebih tiga tahun.
Pengumuman sayembara ini disampaikan langsung oleh Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Selasa pagi, 23 Juni 2026. Langkah tegas ini diambil karena Dedi Mulyadi merasa sangat geram dan mengutuk keras aksi penganiayaan keji yang dilakukan oleh pelaku.
Taufik Hidayat merupakan pria berusia 30 tahun yang berdomisili KTP di Kampung Tegalame, Ciaro Nagreg, Kabupaten Bandung. Ia telah resmi ditetapkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polda Jabar atas dugaan tindak pidana penyekapan dan penganiayaan berat.
Foto dan Identitas Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan 3 Tahun di Bandung. (Sumber: Kolase tvOnenews.com / Instahram @hotmanparisofficial)
Korban dalam kasus ini adalah seorang perempuan berinisial YTT/YTR berusia 29 tahun. Ia diduga disekap dan disiksa oleh Taufik Hidayat selama kurang lebih tiga tahun, sebuah rentang waktu yang sangat panjang dan mencerminkan betapa kejamnya tindakan pelaku.
Kondisi korban sangat memprihatinkan. Akibat penganiayaan berat yang dialaminya, korban mengalami luka permanen yang sangat tragis, termasuk kehilangan penglihatan pada kedua matanya akibat hantaman benda tumpul atau besi, serta luka robek pada bagian bibir. Korban kini dirawat intensif di RSUP Hasan Sadikin Bandung.
Dedi Mulyadi tidak menyembunyikan kemarahannya saat menyampaikan pengumuman sayembara tersebut. Dengan nada tegas, ia mengungkapkan keprihatinannya atas kasus yang dinilainya sebagai salah satu tindakan paling biadab yang pernah terjadi di Jawa Barat.
"Pada seluruh warga Jabar dan warga Indonesia, saya menyampaikan ada peristiwa yang biadab terjadi di Jawa Barat. Seorang perempuan yang dipacari, disekap, dianiaya, dicacatkan kedua matanya hingga tidak melihat lagi, dan bibirnya mungkin digunting sampai saya tidak tega melihatnya," ucap Dedi Mulyadi.
Kemarahan Dedi Mulyadi semakin jelas terlihat ketika ia menggambarkan kondisi fisik korban secara lebih rinci. Ia menegaskan bahwa pelaku tidak akan bisa lari dari jerat hukum dan meyakini aparat kepolisian mampu menangkap Taufik Hidayat dalam waktu dekat.
"Seluruh tubuhnya melepuh dan rusak. Saya sangat marah dengan laki-laki seperti ini, bernama Taufik Hidayat, yang sekarang jadi buronan. Dan saya meyakini bahwa tim Polda Jabar akan mampu dengan cepat menangkapnya," lanjut Dedi.
Selain mengandalkan aparat kepolisian, Dedi Mulyadi juga membuka ruang partisipasi aktif dari seluruh masyarakat. Ia menegaskan bahwa hadiah Rp250 juta siap diberikan langsung kepada siapa saja yang memberikan kontribusi nyata dalam proses penangkapan Taufik Hidayat.
"Tetapi saya juga memberikan ruang pada warga di mana pun berada untuk berpartisipasi mencarinya. Dan siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya kepada aparat, atau menginformasikan kepada aparat keberadaannya, saya memberikan hadiah Rp250 juta sebagai bentuk partisipasi saya agar Taufik Hidayat segera ditemukan dan segera ditangkap," tegas Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi Ajak Warga Indonesia Bantu Tangkap Taufik Hidayat. (Sumber: Instagram @dedimulyadi71)
Hadiah tersebut berlaku bagi warga yang berhasil menangkap pelaku dan menyerahkannya ke aparat, maupun yang memberikan informasi akurat mengenai lokasi persembunyian Taufik Hidayat kepada pihak kepolisian. Hadiah akan diberikan langsung oleh Dedi Mulyadi.
Sayembara untuk Taufik Hidayat ini bukan yang pertama diluncurkan oleh Dedi Mulyadi. Sebelumnya, ia juga pernah menggelar sayembara serupa dengan hadiah Rp750 juta untuk menemukan keberadaan Aman Yani, sosok yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Langkah ini menunjukkan konsistensi Dedi Mulyadi dalam menggunakan pendekatan sayembara untuk membantu pengungkapan kasus-kasus kriminal besar.
Dedi Mulyadi menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu dan aktif membantu proses pencarian pelaku. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang telah bekerja keras menangani kasus ini.
"Untuk itu saya ucapkan terima kasih pada jajaran Polda Jabar. Mari kita bersama terus menangkap saudara Taufik Hidayat si biadab ini. Kepada seluruh warga, mari kita mencarinya. Salam untuk semuanya," tutup Dedi Mulyadi.
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat bahwa kekerasan dalam hubungan asmara adalah kejahatan serius yang tidak bisa ditoleransi. Dedi Mulyadi berharap dengan adanya sayembara ini, Taufik Hidayat segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
(anf)