- Antara / Ist
Obsesi, Cemburu, dan Dendam, Kisah Kelam Ade Sara: Dibunuh Mantan Pacar karena Cinta Segitiga
Menurut hasil penyelidikan polisi, Hafid berulang kali mencoba menghubungi Ade Sara dan mengajaknya bertemu. Namun upaya tersebut tidak mendapat respons yang diinginkannya.
Karena merasa diabaikan, Hafid kemudian meminta bantuan Assyifa untuk menghubungi korban. Rencana itu berhasil. Ade Sara akhirnya bersedia bertemu dengan Assyifa di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, pada 4 Maret 2014.
"Korban juga sempat mengirim pesan singkat ke temannya bahwa mau ketemuan dengan pacar mantannya," ujar Kepala Polresta Bekasi Kota saat itu, Komisaris Besar Priyo Widiyanto.
Pertemuan yang Berubah Menjadi Penyiksaan 26 Jam
Ade Sara datang ke lokasi tanpa menaruh curiga. Saat itu ia hendak mengikuti kegiatan les. Namun tanpa sepengetahuannya, Hafid telah menunggu tidak jauh dari lokasi pertemuan.
Setelah korban dan Assyifa bertemu, Hafid datang menggunakan mobil Kia Visto miliknya. Tak lama kemudian, korban dipaksa masuk ke dalam kendaraan tersebut.
"Di dalam mobil itulah terjadi penganiayaan dan penyetruman sampai pingsan," kata Priyo.
Di dalam mobil, Ade Sara mengalami serangkaian kekerasan fisik yang brutal. Berdasarkan hasil penyidikan, korban dipukul, disetrum berulang kali, dicekik, serta mendapat berbagai bentuk penganiayaan lainnya.
Yang membuat kasus ini semakin mengerikan adalah lamanya penyiksaan berlangsung. Polisi mengungkapkan bahwa kekerasan terhadap korban terjadi selama kurang lebih 26 jam.
Dalam kondisi semakin lemah, Ade Sara berusaha melawan, bahkan sempat menggigit tangan Hafid hingga meninggalkan bekas luka yang kemudian menjadi petunjuk penting bagi polisi.
Saat korban tidak lagi berdaya, pelaku menyumpal mulutnya menggunakan kertas koran.
"Berdasarkan keterangan dokter, penyebab meninggalnya korban dikarenakan koran yang menyumpal di tenggorokan," ujar Priyo.
Keterangan serupa juga disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya saat itu, Kombes Rikwanto.
"Sesudah pingsan, mulut korban disumpal dengan kertas koran. Itu yang menyebabkan kematiannya," kata Rikwanto.
Jejak Kejahatan yang Membongkar Kedok Pelaku
Setelah Ade Sara meninggal dunia, kedua pelaku tidak langsung membuang jenazah korban. Tubuh korban justru disimpan di dalam mobil dan dibawa berkeliling Jakarta selama berjam-jam sambil mencari lokasi yang dianggap aman.