- tvOneNews
Korban Penyekapan Taufik Hidayat YTR Tunjukkan Mukjizat, Keluarga: Ingin Kuliah S2
tvOnenews.com – Di tengah proses pemulihan fisik dan mental yang sangat panjang YTR wanita asal Rancaekek, Bandung yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan sadis oleh kekasihnya sendiri, Taufik Hidayat, mulai menunjukkan sinyal kebangkitan yang luar biasa.
Kabar terbaru dari pihak keluarga mengonfirmasi bahwa kondisi psikologis korban terus merangkak ke arah positif.
Bukan sekadar berangsur pulih, YTR secara mengejutkan sudah merajut impian besar baru demi menata kembali masa depannya yang sempat direnggut paksa.
Begitu seluruh rangkaian proses hukum dan pengobatan medisnya rampung, ia bertekad bulat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2).
- YouTube tvOneNews
Langkah maju ini dibocorkan langsung oleh tante korban Erni melalui unggahan emosional di akun Instagram pribadinya.
Erni mengaku sangat bersyukur melihat determinasi keponakannya yang kuat untuk bangkit, meskipun saat ini YTR masih harus diisolasi dan belum diizinkan menerima banyak kunjungan dari luar.
"Puji Tuhan kondisi Vita (YTR) hari ini baik, bener-bener ga bisa dijenguk. Vita cerita sama mamanya klo nanti proses hukum sudah selesai dan pengobatan kondisi fisik juga sudah selesai, Vita ingin melanjutkan kuliah S2-nya, do'ain ya temen-temen. Bless u all," tulis Erni melalui akun Instagram @erni1.986, yang dikutip pada Sabtu (4/7/2026).
Sebelumnya, jagat maya sempat riuh oleh pertanyaan miring dari sebagian publik yang heran mengapa YTR tidak mencoba melarikan diri atau berteriak meminta pertolongan selama tiga tahun berada di dalam kamar kos penyekapan.
Merespons hal tersebut, Erni memberikan jawaban menohok yang menggambarkan betapa mengerikannya situasi di lapangan.
Erni menegaskan bahwa banyak orang luar yang tidak memahami kondisi riil hancurnya fisik korban.
Luka parah di sekujur tubuh YTR justru menjadi bukti autentik bahwa wanita malang itu berulang kali melakukan perlawanan sengit terhadap kekejaman Taufik Hidayat, namun berujung pada penyiksaan yang jauh lebih brutal.
- Kolase tvOnenews.com / tvOneNews
"Banyak yang nanya kenapa ga kabur? Kenapa ga teriak? JAWABAN ADA DI KONDISI FISIK KORBAN saat ini. Kenapa? KARENA korban sering mengadakan perlawanan. Sehingga mata, bibir, hidung, telinga, kaki itu luka semua," tegas Erni membela keponakannya.
Ia menambahkan, mukjizat YTR bisa bertahan hidup dengan luka luar biasa parah tanpa akses pengobatan selama bertahun-tahun didorong oleh satu motivasi tunggal, yakni harapan besar untuk bisa kembali memeluk ayah, ibu, dan keluarga besarnya.
Saat ini, fokus utama tim medis adalah menyelamatkan fungsi penglihatan korban.
Akibat infeksi akut pasca-penganiayaan, salah satu mata YTR mengalami kerusakan permanen dan membutuhkan tindakan transplantasi atau donor kornea secepatnya agar bisa kembali melihat dunia.
Kakak kandung korban Afif membeberkan bahwa adiknya sama sekali tidak runtuh dan tetap memiliki api semangat yang menyala-nyala demi bisa sembuh demi meringankan beban orang tua.
"Iya betul, karena keinginan adik saya itu bisa melihat lagi. Pengen ngebantu orang tuanya, dagang. Dalam keadaan begini masih mikir kepentingan keluarga besarnya. Kata dokter itu harus nunggu donasi (kornea) dari orang yang baru meninggal," ungkap Afif dengan nada haru.
Di lain sisi, aparat penyidik Polda Jawa Barat dipastikan tidak akan memberi celah kelonggaran bagi tersangka Taufik Hidayat.
Proses hukum hingga saat ini masih terus dipacu dengan memeriksa maraton sejumlah saksi, mengumpulkan alat bukti krusial, serta meminta keterangan dari tim ahli guna menjerat Taufik dengan pasal berlapis atas tindakan pidana keji yang telah dilakukannya.