- tvOnenews/Sumiyati.
Artis Denny Sumargo Ajak Kawal Kasus Dugaan Pembakaran Santri di NTB, Viral Video Korban Dicegat di Bandara
Jakarta, tvonnews.com- Kasus dugaan pembakaran santri di NTB kembali mencuri perhatian, walaupun peristiwanya terjadi pada 2025. Kini disorot artis Denny Sumargo.
Alasannya, artis yang memiliki podcast ini, berniat mengundang korban dari kasus dugaan pembakaran santri ke Jakarta. Namun harus batal terbang.
- dok.kolase tvOnenews.com/ tiktok denny sumargo
Hal ini pun mencuri perhatian karena video dugaan pencegatan korban dan keluarga di Bandara viral di media sosial.
Faktanya, kini korban di kasus dugaan pembakaran santri di Nusa Tenggara Barat itu tidak jadi menghadiri podcast milik Denny Sumargo. Padahal, ia sudah memberikan fasilitas dan akomodasi untuk korbna dan keluarga.
Dalam kasus dugaan pembakaran santri ini, menyebabkan satu santri meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka bakar berat hingga cacat permanen.
Menurut artis yang disapa Bang Densu itu, kalau korban batal ke Jakarta karena masih dalam penanganan dan perawatan akibat luka bakar yang dialami.
"menurut keterangan yang terdapat dari pengacara korban, karena korban sedang dalam penanganan dan pengobatan di rumah sakit setempat," katanya.
"Itu jadi alasan kenapa distop dan dibawa pihak terkait," jelasnya dikutip dari tiktok pribadinya, Kamis (9/7).
- dok.kolase tvOnenews.com/tiktok Denny Sumargo
Lebih lanjut kata Densu, korban saat ini sudah melaporkan kasus ini ke Polisi. Namun saat ini belum diketahui, seperti apa hasilnya.
Pasalnya, undangan Denny untuk korban ialah guna mengetahui secara terang seperti apa kronologinya dan kondisi korban saat ini.
Tidak disangka, korban dan keluarga harus batal karena masih dalam perawatan sakit yang dialami dari kasus dugaan pembakaran santri ini.
"gua mau update nih, barusan gua habis bicara sama pengacara korban. Berdasarkan keterangannya, ini terjadi pada desember 2025," ungkap Densu.
"sedangkan lsporan polisi baru dibuat pada juni 2026," jelasnya.
Dengan begitu, Sumargo pun mengajak masyarakat untuk mengawal kasus ini, sehingga bisa diketahui secara pasti, sebab korban melaporkan ke POlisi.
"semoga adik-adik korban segera mendapat perawatan terbaik, cepat pulih dan keluarga diberikan kekuatan. Kita doakan kasus ini ditangani dengan seadil-adilnya, feeling gue sih waktu dekat bakal ada penetapan tersangka," pesan Denny Sumargo.
Sebagai tambahan, insiden ini terjadi di Pondok Pesantren Rosyidatussaulatiyyah Al-Ibrahimi NW, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang.
Peristiwanya ini terjadi pada akhir 2025 sekitar pukul 13.45 WITA saat waktu istirahat, tanpa sepengetahuan pihak pondok.
Diketahui ada lima santri berkumpul di sebuah ruangan, setelah salah seorang santri bernama Moh. Reyhan meminta temannya membeli bensin yang akan digunakan untuk buat meluruskan kayu bengkok sebagai bahan pembuatan ketapel. Dalam momen itu, sebagian bensin dituangkan ke wadah mika kosong untuk dibakar.
Tanpa sengaja botol bensin itu belum ditutup tersenggol hingga api menyambar kasur bekas di belakang mereka.
Lalu kobaran api dengan cepat membesar dan memenuhi ruangan. Kemudian Reyhan bersama Yusuf Sapi'i berhasil keluar melalui pintu.
Sementara tiga santri lainnya, yakni Sahril Sobirin, Sahid Al Hudri, dan Ahmad Deven Ramadhan, tidak dapat menyelamatkan diri karena terhalang kobaran api.(klw)