- Youtube Nanda Persada - YouTube Sarwendah Official
Ruben Onsu Masih Bela Sarwendah, Singgung Sosok yang Diduga Jadi 'Kompor': Ibunya Tidak Mungkin Seperti Itu
tvOnenews.com - Konflik antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali memasuki babak baru.
Setelah sebelumnya berselisih soal hak bertemu anak, nafkah pascacerai, hingga gugatan hak asuh, kini Ruben secara terbuka mengungkap sosok yang menurutnya ikut memperkeruh hubungan mereka.
Dalam sebuah perbincangan yang cuplikannya beredar di media sosial, Ruben menyebut nama Manda, yang diketahui merupakan asisten pribadi sekaligus karyawan Sarwendah.
Pengakuan tersebut langsung menyita perhatian publik karena untuk pertama kalinya Ruben secara gamblang menyebut pihak yang dianggap memiliki pengaruh terhadap dinamika keluarganya setelah perceraian.
Pernyataan itu pun memunculkan beragam respons di media sosial, mengingat selama ini konflik Ruben dan Sarwendah lebih banyak berfokus pada persoalan hak asuh anak dan komunikasi pascaperceraian.
Dalam video yang diunggah kanal YouTube Nanda Persada, Ruben mengaku kecewa dengan keterlibatan Manda yang dinilainya sudah melampaui batas sebagai seorang karyawan.
Menurut Ruben, keberadaan Manda bukan lagi sekadar membantu pekerjaan Sarwendah, tetapi sudah masuk ke dalam persoalan keluarga yang berdampak pada hubungan dirinya dengan kedua putrinya.
"Coba bayangin segala yang kerja sama dia, si Manda, gue sih gue sebutin namanya, dia udah bikin luka dalam perjalanan dengan anak gue," ucap Ruben onsu dikutip dari kanal YouTube Nanda Persada.
Ruben menilai, persoalan ini tidak hanya menyangkut dirinya sebagai mantan suami, tetapi juga menyentuh kondisi psikologis anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.
Salah satu hal yang paling disesalkan Ruben adalah ketika anak-anaknya ikut tampil dalam siaran langsung di media sosial dan membaca komentar dari warganet.
Menurut presenter berusia 42 tahun itu, anak di bawah umur seharusnya tidak ditempatkan dalam situasi yang berpotensi meninggalkan jejak digital negatif maupun tekanan psikologis akibat komentar publik.
"Kalau orang punya akal sehat, (live dan baca komentar) itu nggak baik lo untuk anak. Dia komporin terus."
Ruben menegaskan bahwa dampak media sosial terhadap anak bukan persoalan sepele.
Karena itu, ia mempertanyakan mengapa orang-orang di sekitar Sarwendah tidak mengingatkan mengenai risiko tersebut.
"Katanya jejak digital bahaya, nah yang dia lakukan. Sekelilingnya ngingetin nggak?" ujar Ruben Onsu.
Dalam sejumlah kajian psikologi anak, paparan komentar negatif di media sosial memang dapat memengaruhi perkembangan emosional anak, terutama jika mereka belum memiliki kemampuan menyaring opini publik.
Oleh karena itu, banyak pakar parenting menyarankan agar anak tidak terlalu sering dilibatkan dalam konten yang berpotensi memicu kontroversi.
Ruben juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin anak-anak dijadikan bagian dari aktivitas yang menurutnya tidak sesuai dengan usia mereka.
Ia bahkan mengungkapkan kekesalannya saat mengetahui putrinya ikut melakukan siaran langsung dan berinteraksi dengan komentar publik.
"Anak saya bukan properti. Jadi ngerti kagak yang kita bahas ini."
Kalimat tersebut menunjukkan kekhawatiran Ruben terhadap batas antara aktivitas media sosial dan kepentingan terbaik bagi anak.
Menurutnya, anak seharusnya mendapat ruang untuk tumbuh tanpa tekanan dari opini publik yang terekam secara permanen di internet.
Menariknya, Ruben justru mengatakan bahwa dirinya masih melihat sisi baik dari Sarwendah.
Ia mengaku sulit percaya mantan istrinya akan bersikap seperti sekarang tanpa adanya pengaruh dari orang lain.
"Ibunya tidak akan bisa seperti itu kalau tidak ada dalang yang ngomporin di belakang. Jangan dipikir dia (Sarwendah) tidak ada sisi baik. Ada sisi baiknya. Makanya saya bilang tidak mungkin dia berlaku seperti itu kalau tidak ada yang ngomporin."
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Ruben tidak sepenuhnya menyalahkan Sarwendah atas konflik yang terjadi.
Ia justru menduga ada pihak lain yang ikut memengaruhi situasi hingga hubungan mereka semakin memburuk.
Namun hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Manda maupun pihak Sarwendah terkait tudingan tersebut.
Meski mengaku sangat terpukul dengan berbagai peristiwa yang dialaminya, Ruben memilih untuk tidak terus larut dalam kemarahan.
Ia mengaku berusaha mengendalikan emosinya dan lebih banyak mendekatkan diri kepada Tuhan agar mampu melewati masa sulit tersebut.
"Saya berusaha tersenyum untuk orang yang menyakiti saya itu berat. Tapi karena saya pengin mendekat untuk sesuatu yang baik, jadi ya harus bisa."
Ruben juga mengenang salah satu momen yang paling menyakitkan baginya, yakni ketika bertemu dengan anak-anaknya di bandara.
"Lihat reaksi anak saya di bandara itu buat saya hancur, patah, remuk. Untungnya setelah itu saya perginya ke tempat Allah. Saya bercerita di sana. Jadi pertemuan itu aku percaya memang sudah takdirnya untuk semakin terbuka lagi."
Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa konflik yang kini berlangsung bukan hanya berkaitan dengan proses hukum, tetapi juga meninggalkan luka emosional yang cukup dalam bagi Ruben sebagai seorang ayah.
Sementara itu, sengketa antara Ruben Onsu dan Sarwendah masih terus bergulir.
Selain persoalan hak asuh anak, keduanya juga sempat berselisih terkait nafkah anak, akses pertemuan, hingga berbagai pernyataan yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Hingga saat ini, belum ada keputusan akhir terkait gugatan hak asuh yang diajukan Ruben, sementara masing-masing pihak masih menyampaikan pandangannya melalui kuasa hukum maupun pernyataan di ruang publik.
(tsy)