- YouTube Sarwendah Official
Jelang Penutupan, Petisi Boikot Sarwendah Tembus Ratusan Ribu Tanda Tangan
Sebelum petisi terbaru tersebut ramai diperbincangkan, telah lebih dulu muncul dua petisi lain yang sama-sama mengajak masyarakat memboikot Sarwendah.
Petisi pertama yang dibuat pada 2 Juli 2026 mengusung tema "Boikot Sarwendah" dan telah memperoleh sekitar 66.661 tanda tangan.
Dalam keterangannya, penggagas menyebut gerakan tersebut lahir setelah muncul berbagai kontroversi yang mengemuka usai perceraian Sarwendah dengan Ruben Onsu.
"Berbagai kontroversi ini harus diakui telah merugikan banyak pihak dan menimbulkan rasa tidak puas di kalangan masyarakat. Cerita ini tidak hanya menjadi perhatian para penggemar, tetapi juga masyarakat umum yang merasa penting untuk mengambil sikap," tulis petisi tersebut.
Penggagas juga menambahkan bahwa salah satu alasan utama munculnya petisi adalah adanya anggapan sebagian masyarakat mengenai perilaku Sarwendah yang dinilai merugikan mantan suaminya.
"Tujuan kami dalam petisi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran publik terkait kontroversi ini, dan mengajak masyarakat untuk ikut mendukung gerakan boikot ini hingga Sarwendah dapat memenuhi tanggung jawab moral dan hukum terhadap tindakan-tindakannya. Kita bekerja sama untuk menuntut transparansi dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat," tulis penggagas.
Sementara itu, petisi kedua yang dibuat pada 4 Juli 2026 mengusung seruan agar Sarwendah tidak lagi tampil di media sosial maupun televisi.
Hingga kini, petisi tersebut telah memperoleh sekitar 12.992 dukungan.
Dalam isi petisi, penggagas menyampaikan berbagai penilaian dan kritik terhadap aktivitas Sarwendah sebagai figur publik.
"Petisi ini dengan hati yang penuh amarah dan kekecewaan karena Sarwendah. Dia adalah "orang jahat" yang telah menimbulkan kerusakan dan pengaruh negatif bagi banyak orang di komunitas kita melalui tindakan dan pesannya di media sosial dan televisi," tulis isi petisi.
Petisi itu juga memuat pandangan bahwa penggunaan media sosial oleh Sarwendah dinilai tidak memberikan contoh yang baik.
"Sarwendah sering menggunakan platform-nya untuk menyebarkan pesan yang dianggap merugikan dan tidak memberi contoh baik, terutama untuk generasi muda yang mudah terpengaruh," tulis petisi tersebut.
Penggagas kemudian mengajak berbagai stasiun televisi dan platform digital untuk mempertimbangkan kembali kerja sama dengan Sarwendah.