- Kolase tvOnenews.com / Instagram @ruben_onsu / YouTube Sarwendah juice Official
3 Orang Terdekat Ruben Onsu Tanggapi Video Giorgio Antonio, Pertanyakan Sikap Pacar Sarwendah
tvOnenews.com - Video klarifikasi Giorgio Antonio soal hubungannya dengan Sarwendah menuai beragam reaksi. Tiga orang terdekat Ruben Onsu ikut buka suara dan mempertanyakan sikap Giorgio dalam video tersebut.
Babak baru perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah terkait hak asuh anak serta keterlibatan pihak ketiga kembali mencuat. Kabar terbaru datang dari Giorgio Antonio (Gio), kekasih Sarwendah, yang kembali menjadi sorotan publik.
Sosok yang disebut-sebut dekat dengan Sarwendah ini kembali aktif di media sosial untuk memberikan klarifikasi. Ia juga terlihat pasang badan membela Sarwendah, di tengah kabar pembatalan debut aktingnya.
Kembali ke Media Sosial Setelah Vakum
Setelah sekitar dua bulan menghilang dari jagat maya, Giorgio mengunggah video singkat di akun Instagram pribadinya. Kemunculannya ini langsung menyita perhatian warganet, mengingat lamanya ia bersikap diam di tengah berbagai isu yang menerpa.
Dalam video tersebut, Giorgio menegaskan bahwa dirinya dan Sarwendah dalam keadaan sehat. Ia menyebut keduanya sengaja rehat sejenak dari media sosial demi menikmati waktu berkualitas bersama.
Namun, hal yang paling mencolok dari video ini adalah pilihan bahasa yang digunakan Giorgio, yakni bahasa Inggris. Pilihan ini memicu pro dan kontra di kalangan warganet Indonesia, bahkan sebagian menilai gayanya terlalu berlebihan dan terkesan membaca teks.
Isi Klarifikasi Giorgio Antonio
Secara garis besar, dalam video tersebut Giorgio menyampaikan bahwa dirinya dan Sarwendah dalam kondisi sehat dan sedang menikmati waktu berkualitas bersama. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para penggemar yang disebutnya "Sargio's" atas doa, dukungan, dan kepercayaan mereka selama setahun terakhir.
Giorgio turut menyampaikan rasa terima kasih kepada setiap brand dan partner yang masih memberikan kepercayaan kepada mereka. Ia menyebut banyak rumor, tuduhan palsu, dan pemberitaan negatif yang beredar tentang dirinya dan Sarwendah, namun keduanya memilih tidak merespons dengan amarah atau kebencian.
Ia berharap para pengikutnya tetap menjadi komunitas yang menyebarkan kebaikan, cinta, dan energi positif, serta tidak membiarkan hal negatif mendefinisikan siapa mereka. Giorgio juga menegaskan bahwa dirinya dan Sarwendah memaafkan pihak-pihak yang salah paham atau menghakimi mereka secara tidak adil.
Meski begitu, Giorgio menegaskan sikap tegas terhadap pihak yang sengaja menyebarkan informasi palsu dengan tujuan menyakiti orang lain. Ia menyebut proses hukum yang tepat akan ditempuh untuk kasus semacam itu.
Di akhir video, Giorgio meminta para pendukungnya untuk tetap percaya dan menguatkan keyakinan, karena setiap tantangan bersifat sementara. Ia menutup pesannya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pengikutnya yang telah setia mengikuti kabar mereka hingga saat ini.
Video klarifikasi Giorgio Antonio terkait hubungannya dengan Sarwendah dan rumor negatif yang beredar dapat dilihat secara langsung di akun Instagram pribadi Giorgio Antonio.
1. Minola Sebayang: Masyarakat yang Akan Menilai
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menanggapi video klarifikasi kekasih Sarwendah tersebut. Dalam tayangan Reyben Entertainment, 16 Juli 2026, ia menyatakan bahwa masyarakat sendiri yang berhak menilai perilaku Giorgio.
"Jadi, pertama, sebenarnya apa yang disampaikan oleh teman prianya S itu kan enggak ada kaitan dengan perkara yang sedang saya urus, ya. Cuma, mungkin ada singgungan karena memang apa yang dilakukan oleh teman pria S ini menjadi sorotan, karena di dalamnya ada hal-hal yang berkaitan dengan masalah Ruben Onsu dan anak-anaknya," ujar Minola Sebayang.
Minola menegaskan bahwa Giorgio memiliki hak untuk berbicara sesuai keinginannya, termasuk menyatakan hubungannya dengan Sarwendah baik-baik saja atau bersifat profesional.
"Jadi, dia bebas untuk mengatakan apa pun, bebas untuk mengatakan bahwa hubungannya dengan S itu sehat-sehat saja, atau mereka memang sedang sehat sekarang, dan hubungannya itu hubungan profesional, atau apa pun yang mereka katakan, itu adalah haknya dia," lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa hanya Giorgio dan Sarwendah yang mengetahui kebenaran dari tuduhan-tuduhan yang selama ini beredar di masyarakat.
"Ya, kalau misalnya kemudian dia mengatakan ada tuduhan-tuduhan palsu, atau ada tudingan-tudingan yang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dari masyarakat, itu juga adalah haknya dia. Yang tahu apa yang terjadi sebenarnya di dalam itu kan hanya mereka berdua," jelas Minola.
Menurutnya, publik pada akhirnya hanya bisa menilai dari perilaku yang tampak di permukaan. Jika perilaku tersebut dianggap tidak memenuhi norma di mata masyarakat, kritik dari publik menjadi hal yang tak terhindarkan.
"Masyarakat hanya menilai perilaku, ya. Jadi, kalau misalnya kemudian perilaku kita menunjukkan ada sesuatu yang tidak memenuhi norma-norma di mata masyarakat, maka tidak bisa dicegah. Masyarakat akan memberikan komentar dan kritikan. Kalau misalnya itu hanya tontonan, itu hanya tayangan, sebenarnya di balik itu enggak ada apa-apa, ya. Itu kan yang tahu hanya mereka," pungkas Minola Sebayang.
2. Nanda Persada: Klarifikasi Tak Sentuh Substansi
Sahabat dekat Ruben Onsu yang juga mantan manajer Sarwendah, Nanda Persada, turut mengkritik klarifikasi Giorgio. Menurutnya, video tersebut dianggap tidak menyentuh substansi masalah dan penggunaan bahasa Inggris di dalamnya dinilai kurang efektif bagi masyarakat luas.
Nanda menilai langkah klarifikasi yang dilakukan Giorgio memang diperlukan agar situasi menjadi lebih jelas. Namun, ia sangat menyayangkan sikap Giorgio yang sama sekali tidak menyelipkan permohonan maaf langsung kepada Ruben Onsu dalam video tersebut.
"Ya, menurut aku, klarifikasi itu diperlukan untuk memberikan informasi atau menjelaskan situasi supaya lebih jelas, ya, lebih paham orang," ucap Nanda Persada dalam tayangan Intens Investigasi, 18 Juli 2026.
Ia menyoroti pilihan bahasa yang digunakan Giorgio dalam video klarifikasinya, yang menurutnya justru membuat pesan menjadi kurang tersampaikan dengan baik kepada masyarakat luas.
"Sangat disayangkan ketika klarifikasinya itu disampaikan dalam bahasa Inggris, ya, gitu. Karena pasti semua orang berharap mendapatkan informasi yang lebih jelas supaya orang lebih paham. Dan aku lihat di situ belum ada ucapan permintaan maaf, gitu," ujarnya.
Nanda juga mengingatkan bahwa Ruben sendiri sudah beberapa kali mengunggah video sindiran yang secara jelas ditujukan untuk menegur Giorgio. Sindiran itu dimaksudkan agar Giorgio tahu diri dan mengambil peran sesuai porsinya, terutama menyangkut urusan anak-anak Ruben.
"Karena Ruben sudah bilang soal peranan orang tua terhadap anak. Kan ada satu video tayangan yang Ruben merasa, apa, ya, bukan terganggu, tapi Ruben menghimbau untuk yang bersangkutan mengambil peran sesuai dengan porsinya, gitu, ya," lanjut Nanda.
Ia menilai wajar jika Ruben, sebagai seorang ayah, merasa perannya seolah diambil alih oleh Giorgio berdasarkan tayangan-tayangan yang beredar di publik.
"Menurut aku wajar Ruben sebagai seorang bapak melihat seolah-olah peranannya sebagai ayah itu, dalam tanda kutip, ya, diambil alih oleh Gio, ya, karena kita bisa lihat dari tayangan-tayangan yang beredar. Mestinya Gio menjawab itu, menjelaskan itu, atau meminta maaf kepada Ruben. Sampaikan saja kalau dia memang tidak bermaksud, mohon maaf, tidak bermaksud, gitu, karena dia refleks atau dia merasa juga sayang dengan anak-anak," jelas Nanda Persada.
Namun, ia juga mengakui bahwa keputusan untuk meminta maaf atau tidak tetap menjadi hak pribadi Giorgio sepenuhnya.
"Tapi, kalau memang ada tindakan yang di luar dari porsi kewajaran, ya, misal mestinya dia minta maaf, gitu, ya. Cuma, ya, itu kan kembali lagi kepada Gio-nya, gitu. Dia punya hak untuk bersuara juga. Cuma, aku menyayangkan juga, sih, klarifikasi yang tidak jelas informasinya sebenarnya seperti apa," pungkas Nanda Persada.
Nanda menilai video klarifikasi Giorgio terkesan mengambang dan tidak langsung menyentuh substansi masalah. Penggunaan bahasa Inggris dalam video itu pun dianggap kurang tepat sasaran, karena belum tentu semua masyarakat yang menyaksikan memahami isi pesannya.
"Jadi, menurut aku, sangat menyayangkan penjelasan dari Gio itu tidak terlihat kepada substansi, gitu. Karena, yang pertama, orang-orang tidak melihat penjelasan yang jelas, gitu, ya. Karena yang pertama disampaikan dengan banyak bahasa Inggris, ya," ujar Nanda Persada.
Sebagai sosok yang berpenampilan menarik dan piawai berbicara di depan publik, Nanda menilai Giorgio seharusnya memahami strategi komunikasi yang efektif agar pesan utamanya bisa dicerna dengan baik oleh semua kalangan.
"Kita tahulah, semua orang belum tentu paham dengan apa yang disampaikan. Cuma, ya, kita harus hargai juga, lah. Dia juga good looking, terlihat pintar, ya, smart juga sebagai pebisnis yang bagus, gitu, ya. Yang sangat disayangkan, aku rasa dia mestinya paham dengan strategi psikologi dan public speaking. Tapi, aku lihat sepertinya banyak yang enggak paham jadinya, gitu. Sangat disayangkan aja, sih," jelas Nanda Persada.
3. Emma Waroka: Pertanyakan Ancaman Jalur Hukum
Selebriti Emma Waroka juga memberikan komentar menohok terkait video klarifikasi Giorgio Antonio. Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Emma mencoba menerjemahkan sekaligus mengkritik isi pesan dalam video tersebut.
Emma menyoroti bagian akhir pidato Giorgio yang menyinggung soal langkah hukum bagi pihak yang menyebarkan berita bohong. Ia mempertanyakan konsistensi Giorgio dengan ucapannya sendiri.
"Jadi, dia di akhir dari pidatonya ini, dengan menggunakan bahasa Inggris, ya, dia bilang, siapa pun yang sudah membuat dengan sengaja berita-berita berisi berita yang tidak benar, yang bertujuan untuk menyakiti orang lain, maka tindakan yang paling tepat adalah tindakan hukum," ujar Emma Waroka.
Ia lantas melontarkan pertanyaan balik kepada Giorgio terkait sikapnya sendiri di masa lalu, khususnya saat melakukan siaran langsung.
"Saya mau tanya, nih, buat kamu. Kamu, kan, udah ngomong, nih, mau pakai tindakan hukum. Saya mau nanya, ada banyak, loh, yang kamu lakukan pada saat kamu siaran langsung. Ya, kamu sekarang bicara tentang hukum, kamu sendiri sudah benar, enggak, cara kamu itu dulu?" tegas Emma Waroka.
Emma juga menyinggung soal sikap Ruben Onsu yang dinilainya wajar dalam melindungi anak-anaknya dari pihak yang belum memiliki hubungan resmi dengan Sarwendah.
"Bapaknya anak-anak yang pernah kamu bawa di acara siaran langsung memang sudah mengunggah, dan saya yakin apa yang beliau lakukan sudah sangat tepat. Beliau sedang melindungi anak-anaknya dari Anda," tegas Emma Waroka.
Ia menjelaskan alasan di balik sikap protektif seorang ayah terhadap anak-anaknya, yang menurutnya merupakan naluri dasar yang wajar dimiliki.
"Kenapa si ayah anak-anak perempuan ini melindungi dari kamu? Karena, pertama, jelas kamu belum ada hubungan apa pun dengan ibunya. Naluri seorang ayah tidak akan mungkin membiarkan orang asing masuk ke dalam rumah. Itu naluri ayah, itu naluri dasar," ujar Emma Waroka.
Emma turut menyinggung soal bukti pengeluaran yang menurutnya berasal dari Ruben Onsu, namun sempat ikut dinikmati oleh Giorgio.
"Kedua, jelas dia bisa membuktikan bahwa semua pengeluaran yang sudah ikut kamu nikmati juga, banyak sekali buktinya, ya. Itu sudah ada data fakta bahwa itu berasal dari beliau," lanjut Emma Waroka.
Di akhir komentarnya, Emma mengingatkan Giorgio untuk berpikir ulang sebelum benar-benar menempuh jalur hukum terhadap pihak yang dianggapnya menyebarkan berita bohong.
"Jadi, kalau kamu di dalam pidatomu dengan berbahasa Inggris, di ujungnya kamu mengatakan akan menuntut secara hukum siapa pun yang membuat berita palsu, gitu, ya, mengunggah sesuatu pemberitaan yang salah, tidak benar, maka kamu akan mengambil langkah hukum. Pikirkan lagi, ya, sebelum kamu melakukan sesuatu, pikirkan lagi," tutup Emma Waroka.
Hingga kini, Giorgio Antonio belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas berbagai kritik yang dilontarkan oleh orang-orang terdekat Ruben Onsu tersebut. Publik pun masih menanti kelanjutan dari perseteruan yang melibatkan hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah ini.
(anf)