- Antara
Daftar 17 Pejabat Indonesia Terjaring OTT KPK di 2026, Terbaru Ada Bupati Lombok Barat Lalu
Jakarta, tvOnenews.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi lembaga di Indonesia yang berwenang melakukan operasi tangkap tangan atau biasa disebut OTT. Menarik perhatian, karena banyak pejabat sudah terperangkap selama 2026.
Kasus dugaan tindak korupsi di indonesia sudah bukan rahasia umum, sebab begitu banyak orang-orang yang diduga masuk dalam kasus tersebut.
Perlu diketahui, sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut.
- lombokbaratkab.go.id
Salah satu pejabat Indonesia yang baru-baru ini terjaring OTT KPK, yaitu Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini pada Senin (20/7).
Ternyata masih banyak pejabat lainnya yang terperangkap OTT KPK selama 2026 ini, antara lain:
1. Sebanyak 9 sampai 10 orang di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021–2026. Mereka semua tersandung atas dugaan suap dalam pemeriksaan pajak.
2. Walikota Madiun Maidi
3. Bupati Pati Sudewo
4. Kepala KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Februari 2026
5. Mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan pada Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu Rizal, yang sedang menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat pada Februari
6. Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta serta Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan
7. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
8. Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari
9. Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
10. Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
11. Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri.
12. Bupati Muara Enim Edison
13. ASN Badan Pemeriksa Keuangan RI
14. Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby menyerahkan diri
15. Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim
16. Bupati Sukoharjo Etik Suryani
17. Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini pada Senin (20/7).
Salah satu momen unik terjadi, yaitu Bupati Lalu ditangkap setelah menonton Final Piala Dunia 2026. Kabar penangkapan pun viral di media sosial.
Hal ini dijelaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat, Akhmad Saikhu di Gerung, Lombok Barat, yang membenarkan adanya hal tersebut.
Kala itu, Bupati Lombok Barat bersama jajaran pejabat Pemkab Lombok Barat sebelumnya sempat mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 di halaman kantor Bupati Lombok Barat pada Senin subuh (20/7).