- instagram Bag Faiq
Viral! Pedagang Kambing Mirip Visualisasi Yesus, Baru 4 Hari Sudah Tembus 136 Ribu Followers, Bang Faiq: Teman-teman, InsyaAllah Bersama-sama Jadi Saksi
Fenomena viral tersebut juga diberitakan oleh detikJatim. Dalam laporannya disebutkan bahwa Bang Faiq awalnya hanya membagikan aktivitas sehari-hari sebagai peternak kambing, mulai dari memberi makan hingga merawat ternaknya.
Namun, sebagian besar warganet justru lebih memperhatikan penampilannya dibanding aktivitas peternakan yang ditampilkan. Berbagai komentar bermunculan memenuhi kolom unggahan pertamanya.
"Apa ini Yesus turun ke Kota Batu, dekat sekali dengan kita," tulis salah satu pengguna media sosial.
Komentar tersebut kemudian dibalas pengguna lain dengan nada bercanda, "Woi turunnya di Damaskus.. bukan di kandang kambing."
Komentar lain juga menyebut, "Ternyata YESUS orang Jawa."
Ada pula pengguna media sosial yang mengaitkan profesinya dengan menulis, "Yesus dengan dombanya."
Unggahan reels Bang Faiq diketahui telah memperoleh lebih dari 423 ribu tanda suka dan dibagikan ulang sekitar 354 ribu kali ke berbagai platform media sosial. Lonjakan interaksi tersebut membuat algoritma media sosial terus merekomendasikan videonya kepada pengguna lain.
Mayoritas pengikut barunya berasal dari kalangan Generasi Z yang penasaran dengan sosok Bang Faiq. Tidak sedikit pula pelaku usaha mulai melirik akun tersebut sebagai media promosi melalui kerja sama endorsement.
- instagram Bag Faiq
Viral Bukan Pelanggaran Hukum, Warganet Tetap Diimbau Bijak
Fenomena viral yang dialami Bang Faiq pada dasarnya bukan merupakan persoalan hukum. Hingga saat ini tidak terdapat unsur tindak pidana dalam konten yang diunggahnya. Ia hanya membagikan aktivitas sehari-hari dan menyampaikan pesan-pesan bernuansa dakwah.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menggunakan media sosial secara bijak. Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), pengguna media sosial dilarang menyebarkan informasi yang mengandung penghinaan, ujaran kebencian, pencemaran nama baik, maupun konten yang dapat memicu konflik antarkelompok.
Komentar bernada candaan memang banyak ditemukan dalam unggahan Bang Faiq. Namun pengguna media sosial tetap perlu menjaga etika dalam berinteraksi di ruang digital agar tidak menyinggung keyakinan maupun identitas kelompok tertentu.
Terlepas dari berbagai komentar yang bermunculan, viralnya Bang Faiq menunjukkan bagaimana algoritma media sosial mampu mengangkat seseorang menjadi sorotan nasional hanya dalam waktu singkat.