- Kolase tvOnenews.com / Instagram @sarwendah29 @ruben_onsu @agustinussirait.real
Sarwendah Diduga Pindah Rumah Tanpa Kabari Ruben Onsu, Komnas Anak Minta Keduanya Kesampingkan Ego
tvOnenews.com - Sarwendah diduga pindah dari rumah yang selama ini ditempatinya ke hunian baru tanpa memberi kabar kepada mantan suaminya, Ruben Onsu. Menanggapi kabar tersebut, Komnas Anak mengingatkan pentingnya komunikasi antarkedua orang tua demi memastikan hak anak tetap terpenuhi meski telah bercerai.
Kabar sarwendah pindah rumah mencuat setelah kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkap bahwa kliennya belum memperoleh informasi resmi terkait kepindahan tersebut. Menurutnya, Ruben hanya mendengar kabar yang beredar dan belum mengetahui kepastian mengenai perpindahan tempat tinggal mantan istrinya itu.
"Saya belum tahu ya, tapi artinya tuh dari omongan-omongan, kabar-kabar burung gitu ya. Termasuk Ruben juga dapatnya kabar-kabar burung memang seperti itu ya, tapi kan kita enggak tahu pastinya," ujar Minola Sebayang dalam tayangan Intens Investigasi pada 20 Juli 2026.
Pihak Ruben Onsu menilai kepindahan tersebut berpotensi semakin membatasi akses Ruben untuk bertemu dengan ketiga anaknya. Terlebih, proses hukum mengenai hak asuh anak masih berlangsung dan memasuki tahapan mediasi.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Agustinus Sirait, S.E., menegaskan bahwa setiap anak tetap berhak memperoleh kasih sayang dari kedua orang tuanya meski mereka telah berpisah.
"Sekali lagi saya informasikan, mungkin ini harus dicamkan dan diingat. Di Undang-Undang Perlindungan Anak disebutkan bahwa anak wajib mendapatkan kasih sayang dari kedua belah pihak, baik ayah maupun ibu, meskipun mereka sudah bercerai," tegas Agustinus Sirait dalam tayangan pada 22 Juli 2026.
Ia menambahkan, seluruh keputusan yang berkaitan dengan anak, termasuk perpindahan tempat tinggal, seharusnya dibicarakan bersama agar tidak memunculkan persoalan baru.
"Jadi sebetulnya segala permasalahan anak harus dikomunikasikan dengan baik, walaupun itu sudah mantan. Sebetulnya hanya komunikasi, saya pikir seharusnya enggak sulit sejak awal," jelas Agustinus Sirait.
Menurut Agustinus, konflik yang terus berkepanjangan justru menimbulkan pertanyaan karena persoalan tersebut semestinya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara kedua belah pihak.
"Tapi saya juga tanda tanya, kenapa kok kasus seperti ini berkepanjangan terus-menerus, semakin banyak orang yang dilibatkan dan sebagainya. Padahal menurut saya bukan hal yang sulit untuk membicarakan ini. Apa yang enggak jalan dari sisi Sarwendah, apa yang enggak jalan dari sisi Ruben Onsu," tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa Komnas Anak memilih berfokus pada kepentingan anak, bukan kehidupan pribadi kedua orang tua yang telah berpisah.
"Sekali lagi, kalau memang kita sayang, cinta sama anak, kita fokus tentang anak-anak, bukan kehidupan pribadinya. Karena kehidupan pribadinya ya Sarwendah bertemu dengan siapa, Ruben Onsu bertemu dengan siapa. Makanya sejak awal Komnas Anak tidak mau ikut dalam masalah pribadi orang tua. Kita fokus kepada anak sendiri," tegas Agustinus Sirait.
Saat ditanya awak media mengenai kondisi kedua pihak yang terkesan saling menunggu untuk menjalin komunikasi, Agustinus kembali mengingatkan agar ego pribadi tidak menjadi penghalang demi kepentingan anak.
"Makanya sekali lagi saya informasikan, saya respons dengan cukup gamblang ya. Kalau kita sayang sama anak, kita harusnya membuang jauh-jauh ego kita. Kadang kita enggak suka, demi anak kita lakukan," ucap Agustinus Sirait.
Ia melanjutkan bahwa meski hubungan suami istri telah berakhir, kebutuhan anak untuk memiliki waktu bersama ayah dan ibu tetap harus dipenuhi.
"Mungkin kita punya, apalagi ini sudah berpisah ya, kita ada yang enggak suka melihat sisi dari pasangan kita. Kita buang jauh-jauh demi supaya terpenuhi kebutuhan anaknya. Kebutuhannya apa? Punya waktu bersama dengan Ruben, punya waktu bersama dengan Sarwendah. Kita buang semua ego itu," lanjut Agustinus Sirait.
Sebagai contoh, Agustinus menyinggung sejumlah figur publik yang dinilainya mampu menjaga komunikasi dengan mantan pasangan demi kepentingan anak.
"Saya kasih contoh mungkin ya, Gading Marten, Gisel. Mereka bisa memperlihatkan kepada anak-anaknya seolah-olah mereka masih sama-sama. Apakah mereka enggak punya konflik, enggak punya masalah pribadi? Pasti punya," ujar Agustinus Sirait.
"Tapi mereka buang jauh-jauh demi anaknya bisa melihat secara nyata. Saya sepertinya enggak ada beda jauh ya ketika ayah saya berpisah atau waktu sama-sama, enggak beda jauh. Itu yang harus diperjuangkan. Jadi anak itu tidak merasakan perbedaan ketika orang tuanya bersama atau berpisah. Itu kuncinya, salah satu yang bisa dicontoh," tutur Agustinus Sirait.
Selain itu, ia juga mencontohkan beberapa pasangan publik lain yang tetap mampu menjalin komunikasi baik setelah berpisah.
"Ada beberapa pasangan-pasangan muda yang lain, Anji Drive dengan mantan-mantan pasangannya tetap bisa komunikasi dengan cukup baik. Karena apa? Cinta sama anak, rela membuang segala macam masalahnya demi anak-anak. Itu artinya cinta," pungkas Agustinus Sirait.
Dengan pernyataan tersebut, Komnas Anak berharap Sarwendah dan Ruben Onsu dapat mengedepankan komunikasi yang baik dalam setiap keputusan yang menyangkut anak-anak mereka. Lembaga itu menegaskan bahwa perbedaan atau konflik pribadi seharusnya tidak menghalangi terpenuhinya hak anak untuk tetap mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya.
(anf)