Fantastis! Intip Penghasilan Selebgram dari IG Subscription, Fuji Bisa Raup Rp3,7 Miliar Setahun
tvOnenews.com - Media sosial tak lagi sekadar menjadi tempat berbagi foto atau video. Kini, platform seperti Instagram juga menjelma menjadi ladang bisnis yang menghasilkan miliaran rupiah bagi para kreator konten.
Salah satu fitur yang tengah banyak dimanfaatkan adalah Instagram Subscription, layanan berlangganan berbayar yang memungkinkan penggemar mengakses konten eksklusif dari kreator favorit mereka.
Melalui fitur ini, kreator dapat memperoleh pemasukan rutin setiap bulan dari para pelanggan yang bersedia membayar biaya langganan.
Semakin besar jumlah pelanggan dan semakin tinggi harga langganan yang dipatok, semakin besar pula potensi pendapatan yang bisa diraih.
Sejumlah selebgram dan influencer Indonesia pun diketahui telah memanfaatkan fitur tersebut sebagai sumber penghasilan tambahan, bahkan nilainya mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah per tahun.
Cara Kerja Instagram Subscription
Instagram Subscription merupakan layanan berbayar yang memungkinkan pengikut mendapatkan berbagai konten eksklusif, seperti Instagram Story khusus pelanggan, siaran langsung (Live) privat, unggahan eksklusif, hingga saluran komunikasi yang hanya dapat diakses oleh subscriber.
Harga langganan ditentukan langsung oleh kreator. Seluruh pendapatan yang ditampilkan berikut merupakan estimasi pendapatan kotor berdasarkan jumlah pelanggan yang terlihat di akun masing-masing.
Nilai tersebut belum memperhitungkan potongan biaya platform, pajak, maupun perubahan jumlah pelanggan setiap bulan.
Melansir dari X Lambe Saham, berikut estimasi penghasilan beberapa kreator Indonesia yang memanfaatkan fitur tersebut.
Fuji An / Fujianti Utami Putri
Fuji menjadi salah satu kreator dengan jumlah pelanggan terbesar.
Rinciannya sebagai berikut:
* Harga langganan: Rp9.000 per bulan
* Jumlah subscriber: sekitar 34.600 akun
* Estimasi pendapatan kotor per bulan: Rp311.400.000
* Estimasi pendapatan kotor per tahun: Rp3.736.800.000
Strategi Fuji memasang tarif yang relatif murah membuat lebih banyak pengikut bersedia berlangganan. Dengan basis penggemar yang sangat besar, pendapatan tahunannya diperkirakan menembus Rp3,7 miliar hanya dari fitur subscription.
Influencer sekaligus model Alyssa Daguise memilih tarif langganan lebih tinggi.
Perkiraannya yaitu:
* Harga langganan: Rp39.000 per bulan
* Subscriber: 2.292 akun
* Estimasi pendapatan kotor per bulan: Rp89.388.000
* Estimasi pendapatan kotor per tahun: Rp1.072.656.000
Meski jumlah pelanggan tidak sebanyak Fuji, tarif langganan yang lebih tinggi tetap menghasilkan pendapatan lebih dari Rp1 miliar dalam setahun.
Konten edukasi investasi dan trading juga memiliki pasar tersendiri di Instagram.
Perkiraan pendapatan Omben Trader:
* Harga langganan: Rp99.000 per bulan
* Subscriber: 1.867 akun
* Estimasi pendapatan kotor per bulan: Rp184.833.000
* Estimasi pendapatan kotor per tahun: Rp2.217.996.000
Nominal tersebut menunjukkan bahwa kreator dengan audiens yang lebih spesifik tetap mampu menghasilkan pendapatan besar meski jumlah pelanggan tidak sebanyak selebgram hiburan.
Kreator Lain yang Ikut Memanfaatkan Subscription
Selain tiga nama tersebut, fitur Instagram Subscription juga mulai digunakan sejumlah kreator Indonesia lainnya, baik dari kalangan selebritas maupun content creator.
Beberapa di antaranya antara lain:
* Rachel Vennya
* Jennifer Coppen
* Willie Salim
* Fadil Jaidi
* Ria Ricis
* Jharna Bhagwani
* Sisca Kohl
* Keanu AGL
Sebagian memilih memasang tarif rendah untuk menjaring pelanggan dalam jumlah besar, sementara lainnya menawarkan harga lebih tinggi dengan konten yang lebih eksklusif, seperti behind the scenes, sesi tanya jawab, hingga akses komunitas khusus.
Model bisnis ini dinilai semakin menarik karena mampu memberikan pendapatan berulang (recurring income), berbeda dengan kerja sama endorsement yang sifatnya bergantung pada proyek.
Subscription Jadi Tren Monetisasi Kreator
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana ekonomi kreator (creator economy) terus berkembang di Indonesia. Jika sebelumnya pendapatan influencer didominasi oleh endorsement, affiliate marketing, atau iklan, kini subscription menjadi sumber pemasukan baru yang lebih stabil.
Dengan sistem langganan bulanan, kreator tidak hanya bergantung pada algoritma atau jumlah penonton, tetapi juga membangun komunitas pelanggan yang bersedia membayar demi memperoleh konten eksklusif.
Meski demikian, angka pendapatan yang beredar di media sosial hanyalah estimasi pendapatan kotor. Kreator tetap harus memperhitungkan potongan biaya platform, kewajiban perpajakan, hingga fluktuasi jumlah pelanggan setiap bulan.
Bagi para influencer dengan basis penggemar yang loyal, fitur ini terbukti menjadi salah satu peluang bisnis digital paling menjanjikan.
Bahkan, dari satu fitur Instagram saja, seorang kreator dapat mengantongi ratusan juta hingga miliaran rupiah setiap tahun sebelum dipotong biaya operasional dan pajak. (udn)