8 Fakta Pengorbanan Ruben Onsu untuk Sarwendah, Nomor 6 Bikin Geleng-geleng: Cicilan Rumah Rp379 juta Tiap Bulan!
Dalam proses renovasi, ayah Sarwendah disebut ikut terlibat sebagai kontraktor pengerjaan rumah tersebut.
"Meskipun kontraktornya adalah keluarga Sarwendah, yang membayar tetap Ruben. Ruben rutin mentransfer uang ke rekening ayah Sarwendah sebesar Rp250 juta sebanyak 46 kali transfer. Total biaya yang dikeluarkan untuk kontraktor saja mencapai Rp11,1 miliar," terang Minola melansir dari YouTube Intens Investigasi, Selasa (21/7/2026)..
Dalam kesempatan lain, Minola juga menyebut terdapat 41 kali transfer dengan total pembayaran lebih dari Rp11 miliar. Perbedaan jumlah transfer tersebut menjadi bagian dari penjelasan yang masih berkembang di ruang publik.
6. Cicilan rumah mencapai Rp379 juta setiap bulan
Beban finansial Ruben tidak berhenti setelah renovasi selesai. Ia disebut masih harus membayar cicilan pinjaman bank sebesar Rp379 juta setiap bulan.
"Posisi kreditnya saat ini memang sedang tidak lancar. Ruben selama ini membayar cicilan KPR sebesar Rp379 juta per bulan."
Namun Minola menegaskan hingga kini belum ada pemberitahuan resmi dari pihak bank mengenai kabar pelelangan rumah tersebut.
7. Masih menanggung berbagai kebutuhan keluarga
Selain cicilan rumah, Ruben juga disebut tetap menanggung berbagai kebutuhan lain, mulai dari nafkah anak, pembayaran kartu kredit hingga biaya liburan yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan.
Menurut pihak kuasa hukum, kondisi tersebut membuat Ruben akhirnya menunda sebagian kewajiban finansial sambil menunggu adanya kesepakatan mengenai hak bertemu anak dan transparansi pengeluaran.
8. Klarifikasi disebut untuk memulihkan nama baik
Minola membantah tudingan bahwa pihak Ruben sengaja membuka persoalan lama. Ia menegaskan seluruh penjelasan diberikan sebagai respons atas berbagai pernyataan yang dinilai tidak sesuai fakta.
"Kalau dia tidak mengeluarkan statement itu, maka tidak ada pertanyaan dari masyarakat."
Ia juga menambahkan:
"Memang kadang-kadang kebenaran itu menyakitkan, tapi kita harus terima. Kalau tidak mau kebenaran itu diungkapkan, jangan menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai fakta dan kebenaran."
Pihak Sarwendah Punya Versi Berbeda
Di sisi lain, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, mempertanyakan mengapa persoalan biaya renovasi kembali diungkap ke publik.