news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

8 Fakta Pengorbanan Ruben Onsu untuk Sarwendah, Nomor 6 Bikin Geleng-geleng: Cicilan Rumah Rp379 juta Tiap Bulan!.
Sumber :
  • instagram

8 Fakta Pengorbanan Ruben Onsu untuk Sarwendah, Nomor 6 Bikin Geleng-geleng: Cicilan Rumah Rp379 juta Tiap Bulan!

Deretan fakta pengorbanan Ruben Onsu terungkap di tengah polemik dengan Sarwendah. Mulai dari utang renovasi Rp10,1 miliar, transfer Rp11,1 miliar ke kontraktor, hingg
Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik. Bukan lagi hanya soal hak asuh anak, konflik keduanya kini melebar ke persoalan rumah mewah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. 

Di balik bangunan megah yang selama ini ditempati Sarwendah bersama anak-anaknya, terungkap sederet fakta mengenai proses pembelian, renovasi, hingga beban finansial yang diklaim ditanggung Ruben selama bertahun-tahun.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membeberkan bahwa kliennya telah melakukan berbagai pengorbanan demi memenuhi keinginan sang mantan istri, termasuk mengajukan pinjaman bank senilai Rp10,1 miliar untuk renovasi rumah

Tak hanya itu, Ruben disebut mentransfer dana hingga Rp11,1 miliar kepada ayah Sarwendah yang bertindak sebagai kontraktor proyek renovasi.

Fakta-fakta tersebut kini menjadi bagian dari polemik yang mencuat di tengah proses persidangan hak asuh anak.

8 Fakta Pengorbanan Ruben Onsu yang Diungkap ke Publik

Berikut sejumlah fakta yang disampaikan pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya.

1. Rumah awalnya dibeli dalam kondisi lunas

Menurut Minola Sebayang, rumah di kawasan Cilandak tersebut awalnya telah dibeli Ruben Onsu dalam kondisi lunas. Bangunan yang dibeli bahkan masih berupa rumah lama sebelum akhirnya direnovasi secara besar-besaran.

2. Rela menjaminkan sertifikat rumah

Minola menjelaskan keputusan menjaminkan sertifikat rumah dilakukan demi memenuhi keinginan Sarwendah yang ingin melakukan renovasi total.

"Karena keinginan Sarwendah agar rumah itu direnovasi, Ruben menjaminkan kembali sertifikat rumah tersebut ke bank untuk mendapatkan pinjaman renovasi. Ruben mendapatkan pinjaman senilai Rp10,1 miliar untuk biaya kontraktor dan renovasi," ujar Minola Sebayang.

3. Pinjaman bank mencapai Rp10,1 miliar

Dana hasil pinjaman tersebut digunakan untuk membiayai proyek renovasi rumah yang berlangsung cukup lama hingga mengubah hampir seluruh bangunan.

4. Ayah Sarwendah menjadi kontraktor

Pihak Ruben menyebut proyek renovasi dikerjakan oleh ayah kandung Sarwendah. Meski masih keluarga, seluruh pembayaran disebut tetap dilakukan secara profesional oleh Ruben.

"Meskipun kontraktornya adalah keluarga Sarwendah, yang membayar tetap Ruben."

5. Transfer Rp250 juta sebanyak 46 kali

Menurut Minola, Ruben mentransfer dana secara bertahap sebesar Rp250 juta per transaksi kepada rekening ayah Sarwendah.

Dalam proses renovasi, ayah Sarwendah disebut ikut terlibat sebagai kontraktor pengerjaan rumah tersebut.

"Meskipun kontraktornya adalah keluarga Sarwendah, yang membayar tetap Ruben. Ruben rutin mentransfer uang ke rekening ayah Sarwendah sebesar Rp250 juta sebanyak 46 kali transfer. Total biaya yang dikeluarkan untuk kontraktor saja mencapai Rp11,1 miliar," terang Minola melansir dari YouTube Intens Investigasi, Selasa (21/7/2026)..

Dalam kesempatan lain, Minola juga menyebut terdapat 41 kali transfer dengan total pembayaran lebih dari Rp11 miliar. Perbedaan jumlah transfer tersebut menjadi bagian dari penjelasan yang masih berkembang di ruang publik.

6. Cicilan rumah mencapai Rp379 juta setiap bulan

Beban finansial Ruben tidak berhenti setelah renovasi selesai. Ia disebut masih harus membayar cicilan pinjaman bank sebesar Rp379 juta setiap bulan.

"Posisi kreditnya saat ini memang sedang tidak lancar. Ruben selama ini membayar cicilan KPR sebesar Rp379 juta per bulan."

Namun Minola menegaskan hingga kini belum ada pemberitahuan resmi dari pihak bank mengenai kabar pelelangan rumah tersebut.

7. Masih menanggung berbagai kebutuhan keluarga

Selain cicilan rumah, Ruben juga disebut tetap menanggung berbagai kebutuhan lain, mulai dari nafkah anak, pembayaran kartu kredit hingga biaya liburan yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan.

Menurut pihak kuasa hukum, kondisi tersebut membuat Ruben akhirnya menunda sebagian kewajiban finansial sambil menunggu adanya kesepakatan mengenai hak bertemu anak dan transparansi pengeluaran.

8. Klarifikasi disebut untuk memulihkan nama baik

Minola membantah tudingan bahwa pihak Ruben sengaja membuka persoalan lama. Ia menegaskan seluruh penjelasan diberikan sebagai respons atas berbagai pernyataan yang dinilai tidak sesuai fakta.

"Kalau dia tidak mengeluarkan statement itu, maka tidak ada pertanyaan dari masyarakat."

Ia juga menambahkan:

"Memang kadang-kadang kebenaran itu menyakitkan, tapi kita harus terima. Kalau tidak mau kebenaran itu diungkapkan, jangan menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai fakta dan kebenaran."

Pihak Sarwendah Punya Versi Berbeda

Di sisi lain, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, mempertanyakan mengapa persoalan biaya renovasi kembali diungkap ke publik. 

Menurutnya, angka Rp11 miliar bukan hanya untuk jasa kontraktor, melainkan juga mencakup pembelian material dan seluruh kebutuhan pembangunan rumah.

Chris juga menyatakan kliennya merasa tidak mengetahui masih adanya kewajiban utang yang melekat pada rumah tersebut. Namun pihak Ruben membantah pernyataan itu. 

Minola menegaskan pengajuan pinjaman bank tidak mungkin dilakukan tanpa persetujuan kedua belah pihak karena saat itu Ruben dan Sarwendah masih berstatus suami istri.

"Tidak akan mungkin orang bank akan memberikan persetujuan kredit kalau tidak ada ditandatangani kedua belah pihak," tegas Minola.

Sengketa Hak Asuh Melebar ke Polemik Rumah

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah bermula dari sengketa hak asuh anak pasca perceraian. Ruben mengaku mengalami kesulitan bertemu kedua putrinya sehingga memilih menempuh jalur hukum melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam perkembangannya, sengketa tersebut kemudian merembet ke persoalan aset rumah yang pernah mereka tempati bersama. Masing-masing pihak kini menyampaikan versinya mengenai asal-usul pembelian, renovasi, hingga pembiayaan rumah tersebut.

Hingga saat ini belum ada putusan pengadilan yang menyatakan siapa pihak yang paling berhak atas klaim-klaim tersebut. Seluruh keterangan yang disampaikan masih merupakan pernyataan masing-masing pihak melalui kuasa hukumnya dan menjadi bagian dari proses hukum yang masih berlangsung. (udn)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:09
00:49
01:16
05:05
05:32
05:41

Viral