news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bukan Main! Seorang Pria asal Cikampek Bikin Ekskavator dari Kayu, Belajar Secara Otodidak Lewat YouTube.
Sumber :
  • Tangkapan Layar X

Bukan Main! Seorang Pria asal Cikampek Bikin Ekskavator dari Kayu, Belajar Secara Otodidak Lewat YouTube

Seorang pria asal Cikampek, Karawang, viral usai menciptakan ekskavator dari kayu limbah dan komponen bekas. Bermodal kreativitas, alat itu mampu mengeruk lumpur
Kamis, 23 Juli 2026 - 20:12 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kreativitas masyarakat Indonesia kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, media sosial diramaikan oleh video seorang pria yang mengoperasikan ekskavator rakitan berbahan kayu untuk mengeruk lumpur di sebuah parit. 

Meski dibuat dengan material sederhana, alat tersebut mampu bekerja layaknya ekskavator sungguhan dan membuat banyak warganet kagum.

Melansir unggahan akun X Infokrw, pria tersebut berhasil menciptakan alat berat dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan menyewa ekskavator komersial. Unggahan itu disertai narasi, "Modal Kayu, Hasil Bikin Kagum! Pria Cikampek Ciptakan Ekskavator Minim Budget." 

Dalam video yang beredar, terlihat sebuah rakit kayu yang menjadi alas utama alat tersebut. Di atasnya berdiri rangkaian kayu yang dibentuk menyerupai ekskavator lengkap dengan lengan pengeruk. Pria itu tampak mengoperasikannya untuk mengeruk lumpur dari saluran air.

Berawal dari Keinginan Memiliki Rumah Sendiri

Sosok di balik inovasi tersebut diketahui bernama Karya (54), warga Kampung Tegal Wangi, Desa Dawuan Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. '

Ia berhasil merancang ekskavator sederhana dengan memanfaatkan kayu limbah dan berbagai komponen bekas yang masih layak digunakan.

Alat rakitannya bukan sekadar pajangan. Ekskavator tersebut benar-benar digunakan untuk mengeruk tanah dan lumpur di empang miliknya agar lahan tersebut dapat ditimbun dan dijadikan lokasi pembangunan rumah.

Dalam kesehariannya, Karya bekerja sebagai petugas Office Boy (OB) di PT Pupuk Kujang Cikampek. Keinginan memiliki rumah sendiri tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk menyewa alat berat menjadi alasan utama dirinya mencari solusi dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitarnya.

Proses pembuatan ekskavator itu memakan waktu sekitar satu setengah bulan. Selama itu, ia mengumpulkan berbagai material bekas seperti kayu limbah, gardan truk yang sudah tidak terpakai, hingga galon air mineral berukuran besar.

Bukan Main! Seorang Pria asal Cikampek Bikin Ekskavator dari Kayu, Belajar Secara Otodidak Lewat YouTube
Sumber :
  • Tangkapan Layar X

Galon-galon bekas tersebut dimanfaatkan sebagai pelampung sehingga alat buatannya dapat mengapung dengan stabil saat digunakan di atas permukaan empang.

Belajar Secara Otodidak Lewat YouTube

Karya mengaku ide membuat ekskavator muncul setelah sering mengamati cara kerja alat berat di lingkungan tempatnya bekerja. Rasa penasaran mendorongnya mempelajari sistem kerja ekskavator secara mandiri melalui berbagai video di YouTube.

Ia mempelajari mekanisme pergerakan lengan pengeruk hingga sistem ayunan agar alat buatannya tetap ringan ketika dioperasikan, meskipun seluruh rangkanya dibuat dari bahan sederhana.

"Ide muncul karena sering lihat alat berat di kantor. Kalau untuk cara kerjanya saya belajar sendiri dari nonton YouTube, terutama pelajari swing scale supaya pergerakan pengeruknya ringan. Dulu sempat diketawain orang, tapi saya yakin aja terus dikerjakan sedikit-sedikit," ujar Karya, Kamis (23/7/2026).

Perjalanannya tidak selalu berjalan mulus. Pada awal proses pembuatan, sebagian warga sempat meragukan bahkan menertawakan idenya. Namun, cibiran tersebut tidak membuatnya menyerah.

Setiap selesai bekerja, Karya menyisihkan waktu sekitar empat jam untuk melanjutkan proses pembuatan ekskavator sekaligus mengeruk empang miliknya sedikit demi sedikit.

Kerja Keras Berbuah Rumah Impian

Ketekunan Karya akhirnya membuahkan hasil. Setelah hampir satu tahun memanfaatkan ekskavator rakitannya, empang yang sebelumnya cukup dalam berhasil ditimbun hingga menjadi lahan yang siap dibangun.

Di atas lahan itulah rumah sederhana yang selama ini diimpikannya akhirnya berdiri.

Meski tujuan utamanya telah tercapai, ekskavator kayu tersebut masih terus digunakan. Kini alat itu dimanfaatkan untuk membersihkan endapan lumpur di empang agar tidak mengalami pendangkalan sekaligus menjaga saluran air tetap berfungsi.

Kisah Karya menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk berinovasi. Dengan memanfaatkan limbah kayu, komponen kendaraan bekas, serta kemauan belajar secara otodidak, ia berhasil menciptakan alat yang benar-benar memberikan manfaat nyata.

Viralnya video tersebut juga menjadi inspirasi bagi banyak orang. Di tengah keterbatasan biaya, kreativitas, ketekunan, dan semangat pantang menyerah mampu melahirkan solusi sederhana yang efektif.

Kisah Karya menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari teknologi mahal atau industri besar. Dengan ide yang kuat dan kemauan untuk terus belajar, barang-barang bekas pun dapat disulap menjadi karya yang bernilai, bermanfaat, sekaligus membantu mewujudkan impian memiliki rumah sendiri. (udn)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:19
06:48
01:57
02:25
01:47
01:19

Viral