- Kolase Instagram/@masjidnurulashri & TikTok/@ddeyya.aa
Di Tengah Viralnya Anak Pejabat Aceh Flexing Gaya Hidup Mewah, Potret Perjuangan Siswa di Gayo Lues ke Sekolah Bikin Sedih
Akun itu menyebut Dea sebagai anak Nevirizal, pejabat pernah menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah GayoLues dan saat itu memiliki jabatan sebagai Asisten I Setda Kabupaten Gayo Lues.
Sejumlah unggahan memperlihatkan seseorang menunjukkan konten memuat sejumlah foto dan tangkapan layar, mulai dari penampilan mengenakan pakaian dokter sambil membawa perangkat elektronik dan aksesori.
Sejumlah konten lainnya juga menunjukkan wanita tersebut melakukan perjalanan ke luar negeri, termasuk umrah hingga melakukan kunjungan ke Korea Selatan.
Dalam tangkapan layar percakapan keluarga yang disorot warganet, ia juga membicarakan soal kendaraan, aksesori hingga deretan jerigen bahan bakar minyak (BBM).
Unggahan itu langsung merebak di media sosial. Sebagian warganet menilai hal tersebut tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat. Perhatian semakin meluas saat selebgram asal Aceh, berbagi pendapat lewat akun Instagram pribadinya.
Cut Bul membahas kondisi masyarakat Gayo Lues saat ini sekaligus mengomentari konten yang lagi viral. Terkait kehebohan ini, Nevirizal meminta maaf sekaligus mundur dari jabatannya.
"Atas nama seorang ayah dan pejabat publik, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, terkhusus warga Gayo Lues," kata Nevirizal.
Nevirizal menepis isu dirinya ikut dalam perjalanan keluarganya ke luar negeri. Unggahan anaknya yang flexing hidup mewah menjadi pelajaran hidup baginya maupun keluarga besarnya.
"Meskipun persoalan tersebut bersifat pribadi, saya menyadari bahwa sebagai pejabat publik saya memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas, etika, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga," kata Nevirizal.
Dea yang mengetahui ayahnya mengundurkan diri turut meminta maaf terhadap unggahannya yang flexir hidup mewah di tengah penderitaan warga Aceh.
"Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial," tulis Dea dikutip dari Antara.
(hap)