- Kolase tvOnenews.com / Instagram @dedimulyadi71
Sayembara Tangkap Begal KDM Tuai Kritik dari Menko Kumham Imipas, Dedi Mulyadi Beri Penjelasan
Menurutnya, kondisi tersebut justru menimbulkan korban baru karena warga yang melakukan penganiayaan juga harus berhadapan dengan proses hukum.
"Dari yang meninggal karena nyuri motor, nyuri ayam, nyuri domba, sampai nyuri labu. Korbannya jadi dua, maling dan yang menganiaya. Karena malingnya meninggal maka dia menghadapi hukuman di alam akhir," tuturnya.
Ia berharap adanya hadiah sayembara dapat mengubah pola pikir masyarakat.
Warga diharapkan memilih menangkap dan menyerahkan pelaku kepada kepolisian dalam keadaan hidup dibanding melakukan aksi kekerasan.
"Dengan adanya sayembara ini, ketika ditangkap maling, begal, dan sejenisnya, orang cenderung tidak akan menghabisi sampai meninggal, karena dia merasa akan mendapat hadiah atau imbalan dari apa yang dia lakukan. Sehingga barang yang hilang pun bisa terganti dengan nominal yang saya umumkan," ujarnya.
Dedi menegaskan, program tersebut justru dirancang untuk menekan tindakan main hakim sendiri dan memastikan setiap pelaku kejahatan diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Sehingga dia tidak akan main hakim sendiri sampai meninggal, itu tidak akan terjadi. Justru ini untuk mencegah," tegasnya.
(gwn)