news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Tahukah Kamu? Ternyata Isyarat 3 Jari The Hunger Games Kini Jadi Simbol Perlawanan Global.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Tahukah Kamu? Ternyata Isyarat 3 Jari The Hunger Games Kini Jadi Simbol Perlawanan Global

Isyarat tiga jari di The Hunger Games bukan sekadar adegan film. Simbol ini kemudian diadopsi dalam demonstrasi di Thailand, Myanmar, hingga Hong Kong sebagai lambang
Senin, 27 Juli 2026 - 18:33 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Bagi penggemar film The Hunger Games, isyarat tiga jari tentu bukan hal asing. Gerakan mengangkat jari telunjuk, tengah, dan manis, sementara ibu jari menekan jari kelingking, menjadi salah satu adegan paling ikonik dalam serial film yang diadaptasi dari novel karya Suzanne Collins tersebut. 

Namun siapa sangka, simbol yang awalnya hanya muncul di layar lebar itu kemudian menjelma menjadi lambang perjuangan dalam berbagai gerakan demokrasi di dunia nyata.

Dalam beberapa tahun terakhir, isyarat tiga jari terlihat digunakan oleh para demonstran di Thailand, Myanmar, hingga Hong Kong. Belakangan, di media sosial kembali ramai pembahasan soal makna isyarat 3 jari tersebut.

Meski masing-masing gerakan memiliki latar belakang politik yang berbeda, simbol tersebut dipakai untuk menyampaikan pesan yang serupa, yakni solidaritas, perlawanan terhadap penindasan, dan harapan akan kebebasan. 

Fenomena ini menunjukkan bagaimana sebuah karya budaya populer mampu melampaui fungsi hiburan dan menjadi bahasa universal bagi gerakan sosial.

Makna Isyarat Tiga Jari di The Hunger Games

Dalam dunia fiksi The Hunger Games, salam tiga jari pertama kali diperlihatkan sebagai tradisi masyarakat District 12. Gerakan tersebut digunakan untuk menyampaikan rasa hormat, ucapan terima kasih, sekaligus perpisahan kepada orang yang dihormati.

Makna simbol itu berkembang setelah tokoh utama, Katniss Everdeen, menggunakannya sebagai bentuk penghormatan kepada Rue.

Ilustrasi Tahukah Kamu? Ternyata Isyarat 3 Jari The Hunger Games Kini Jadi Simbol Perlawanan Global
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Sejak saat itu, isyarat tiga jari berubah menjadi simbol persatuan rakyat distrik yang tertindas untuk melawan rezim otoriter Presiden Snow dan pemerintahan The Capitol.

Di sepanjang cerita, salam tersebut menjadi lambang keberanian masyarakat yang menolak ketidakadilan. 

Tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun, gerakan sederhana itu mampu menyampaikan pesan solidaritas di antara mereka yang mengalami penindasan.

Sejumlah kajian akademik juga mencatat bahwa simbol ini kemudian menjadi contoh bagaimana budaya populer dapat membentuk identitas gerakan sosial modern. 

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada International Association for Media and Communication Research (IAMCR) menjelaskan bahwa salam tiga jari dari The Hunger Games diadaptasi menjadi simbol perlawanan dalam berbagai aksi protes di Asia. 

Dari Layar Lebar ke Jalanan: Dipakai Demonstran di Thailand, Myanmar, dan Hong Kong

Penggunaan salam tiga jari di dunia nyata pertama kali mendapat perhatian luas setelah kudeta militer di Thailand pada 2014. Kala itu, para demonstran muda mengangkat tiga jari sebagai bentuk penolakan terhadap pemerintahan militer dan pembatasan kebebasan sipil.

Simbol tersebut kembali menjadi sorotan ketika gelombang demonstrasi besar melanda Thailand pada 2020–2021. 

Bagi para demonstran, tiga jari melambangkan kebebasan, kesetaraan, dan solidaritas dalam memperjuangkan demokrasi. Gerakan ini dianggap mudah dikenali sekaligus aman digunakan sebagai bentuk ekspresi damai.

Setelah itu, salam tiga jari juga diadopsi oleh masyarakat Myanmar menyusul kudeta militer pada Februari 2021. 

Tenaga kesehatan menjadi kelompok pertama yang menggunakannya dalam aksi pembangkangan sipil, sebelum kemudian diikuti mahasiswa, pekerja, dan ribuan warga yang turun ke jalan menolak pemerintahan junta militer.

Reuters melaporkan bahwa salam tiga jari menjadi salah satu simbol paling menonjol dalam demonstrasi damai di Myanmar. Simbol tersebut dipandang mewakili perlawanan terhadap pemerintahan otoriter sekaligus harapan untuk mengembalikan demokrasi.

Di Hong Kong, gerakan serupa juga sempat terlihat dalam demonstrasi pro-demokrasi, terutama pada gelombang aksi yang berlangsung pada 2014 dan kembali menguat pada 2019–2020. 

Penelitian mengenai hubungan budaya populer dan gerakan sosial mencatat bahwa simbol dari The Hunger Games menjadi salah satu ekspresi visual yang digunakan sebagian demonstran untuk menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan demokrasi.

Mengapa Simbol Ini Begitu Mudah Mendunia?

Para pengamat menilai kekuatan salam tiga jari terletak pada kesederhanaannya. Gerakan ini mudah dilakukan, mudah dikenali, serta memiliki makna yang kuat tanpa memerlukan bahasa atau tulisan.

Di era media sosial, simbol visual semacam ini juga lebih cepat menyebar lintas negara. Generasi muda yang tumbuh bersama film, serial, dan budaya populer dapat memahami maknanya hanya dengan melihat satu gestur sederhana.

Meski demikian, makna salam tiga jari tetap bergantung pada konteks penggunaannya. Dalam The Hunger Games, simbol tersebut merupakan bagian dari cerita fiksi mengenai perjuangan rakyat melawan pemerintahan totaliter. 

Sementara di dunia nyata, isyarat itu diadopsi oleh berbagai kelompok dengan tujuan politik dan sosial yang berbeda-beda sesuai kondisi masing-masing negara.

Fenomena ini menunjukkan bahwa karya budaya populer tidak hanya berhenti sebagai hiburan. Sebuah simbol yang lahir dari novel dan film dapat berkembang menjadi bahasa universal yang dipahami jutaan orang. 

Dari District 12 di dunia fiksi hingga jalanan Bangkok, Yangon, dan Hong Kong, salam tiga jari telah berubah menjadi representasi solidaritas, keberanian, dan harapan akan perubahan bagi mereka yang memilih menyuarakan aspirasinya secara damai. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:16
07:17
05:12
01:06
07:18
02:36

Viral