- YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
Sarwendah Klarifikasi Alasan Laporkan Akun Medsos ke Polisi, Sebut Ada Fitnah Besar
tvOnenews.com - Sarwendah akhirnya buka suara mengenai alasan melaporkan sejumlah akun media sosial ke polisi. Sarwendah Laporkan Akun Medsos setelah berbagai narasi yang beredar dinilai telah berubah menjadi fitnah yang menyerang nama baik keluarga, anak-anak, hingga mendiang ayahnya.
Sarwendah menegaskan keputusan tersebut bukan karena dirinya antikritik terhadap pendapat publik. Menurut mantan istri Ruben Onsu itu, laporan dibuat karena sejumlah akun media sosial diduga menyebarkan informasi bohong, tuduhan tanpa dasar, hingga ujaran bernada SARA yang berdampak besar terhadap keluarganya.
Sarwendah juga mengungkap bahwa langkah hukum tersebut berawal dari kesedihan sang ibu yang tidak tega melihat putrinya terus menjadi sasaran hujatan di media sosial. Bahkan, ibunya disebut menjadi sosok yang mendorong sekaligus menunjuk kuasa hukum untuk melaporkan akun-akun yang diduga menyebarkan fitnah.
Sebelumnya, Sarwendah telah resmi melaporkan sejumlah akun media sosial ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Laporan pertama diajukan pada 26 Juni 2026, kemudian pada 29 Juni 2026 ia kembali mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan bersama kuasa hukumnya untuk melengkapi berkas dan menyerahkan bukti tambahan.
Dalam proses penyelidikan, Sarwendah juga telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Ia menjawab sekitar 21 pertanyaan terkait laporan tersebut, sementara tim kuasa hukumnya menyerahkan bukti digital berupa tangkapan layar serta rekaman video dari unggahan akun-akun media sosial yang dianggap menyebarkan konten hoaks.
Berdasarkan penjelasan kuasa hukumnya, laporan tersebut menyasar sekitar 10 akun media sosial di berbagai platform, termasuk TikTok dan Instagram. Akun-akun itu diduga secara masif menyebarkan potongan video serta narasi yang dinilai menyesatkan dan mencemarkan nama baik Sarwendah beserta keluarganya.
Dalam podcast YouTube Denny Sumargo, Sarwendah menjelaskan bahwa keputusan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum bukan semata-mata karena dirinya merasa diserang secara pribadi. Ia mengaku lebih memikirkan perasaan ibunya yang terus mengikuti pemberitaan di media sosial.
"Saya sebagai seorang ibu bagi anak-anak saya, saya pun tetap menjadi anak bagi ibu saya. Mama saya baca berita dari teman-teman, dia sakit, dan dia merasa sedih. Apa sih? Sakit hati anaknya dikatain dan difitnah yang paling penting. Dan difitnahnya bukan cuma saya doang, tapi keluarga-keluarga saya, dan itu udah masuk ranah fitnah, Koh, dan SARA istilahnya," jawab Sarwendah.
Sarwendah mengatakan ibunya menjadi orang yang paling terpukul melihat berbagai tuduhan yang beredar. Menurutnya, sang ibu merasa nama baik keluarga telah dirusak sehingga meminta agar persoalan tersebut tidak lagi didiamkan.
"Mama saya langsung bilang, 'Ya udah.' Makanya pengacara saya kenapa beda, Koh, karena pengacara yang ini mama saya yang tunjuk buat laporin. Karena ini sudah mencemarkan nama baik keluarga dan almarhum papa saya," ujar Sarwendah.
Saat Denny Sumargo menanyakan bentuk fitnah yang dimaksud, Sarwendah mengungkap bahwa mendiang ayahnya ikut terseret dalam berbagai narasi yang beredar di media sosial. Ia mengaku keluarganya dituduh melakukan hal-hal yang sama sekali tidak pernah terjadi.
"Iya, pokoknya udah difitnah lah. Tumbal pesugihan. Dibilang aku menumbalkan papaku untuk pesugihan Gunung Kawi. Aku dikata-katain dengan bahasa yang tidak pantas," ungkap Sarwendah.
Tak hanya itu, Sarwendah juga mengaku menerima berbagai hinaan bernada kasar yang menurutnya sangat melukai perasaan sang ibu. Hinaan tersebut bahkan dikaitkan dengan latar belakang etnisnya sehingga membuat keluarga merasa perlu mengambil tindakan hukum.
"Lonte lah, jual diri lah. Emang Cindo kan pasti jual diri. Mami aku sedih lah, anaknya yang dia didik, dia sayang baik-baik, ya diomongin kayak begitu. Jadi ya ada beberapa akun jadinya yang dilaporin," jelas Sarwendah.
Selain membahas alasan pelaporan akun media sosial, Sarwendah juga meluruskan isu yang sempat viral mengenai tuduhan dirinya melakukan pesugihan di Gunung Kawi. Ia menegaskan kabar tersebut tidak benar dan merupakan salah satu narasi yang kemudian berkembang liar di media sosial.
Menurut Sarwendah, kedatangannya ke Gunung Kawi pada masa pandemi Covid-19 semata-mata untuk proses syuting program YouTube milik MOP Channel bertajuk KBP (Kakak Beradik Podcast) The Lost World. Selama berada di lokasi, ia bersama seluruh kru hanya mengikuti adat setempat dengan meminta izin sebelum syuting dan menikmati hidangan yang disediakan warga.
Sarwendah memastikan tidak pernah melakukan ritual pesugihan seperti yang dituduhkan. Bahkan, ia menyebut bisa menjamin "1000 persen" bahwa kunjungannya ke Gunung Kawi tidak berkaitan dengan praktik mistis apa pun. Klarifikasi tersebut disampaikan agar publik tidak lagi mempercayai informasi yang beredar tanpa dasar.
Kuasa hukum Sarwendah juga menegaskan bahwa laporan ke kepolisian sama sekali tidak berkaitan dengan persoalan pribadinya bersama Ruben Onsu. Laporan tersebut murni ditujukan kepada para pemilik akun media sosial yang diduga menyebarkan fitnah dan pencemaran nama baik.
Melalui langkah hukum yang ditempuh, Sarwendah berharap penyebaran informasi bohong yang menyerang dirinya dan keluarganya dapat dihentikan. Ia juga ingin memberikan perlindungan terhadap anak-anaknya agar jejak digital berisi fitnah tidak terus berkembang dan berdampak pada kehidupan mereka di masa mendatang.
(Anf)