- commons.wikimedia.org/David Monniaux
Mengenal Kimpul, Umbi-Umbian Lokal Potensial Pengganti Nasi yang Viral di TikTok
tvOnenews.com - Belakangan ini, lini masa media sosial khususnya platform TikTok sedang dihebohkan oleh tren olahan bahan pangan lokal yang sangat unik, kreatif, dan menyegarkan.
Sorotan utama publik tertuju pada sosok konten kreator dibalik akun TikTok @black.sheep8208 yang sukses menarik perhatian jutaan pasang mata berkat konsistensinya dalam mengolah kimpul menjadi beragam makanan.
Berkat dedikasinya yang luar biasa dalam memperkenalkan serta mempopulerkan kembali bahan makanan lokal tersebut, sang kreator pun mendapatkan julukan kehormatan dari warganet sebagai "Duta Ketahanan Pangan".
Konten-konten resep kuliner miliknya terbukti berhasil membuka mata generasi muda mengenai potensi besar komoditas pangan lokal Indonesia yang selama ini kerap terabaikan.
Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kimpul? Kimpul, yang juga dikenal secara nasional dengan nama talas Belitung (Xanthosoma sagittifolium), merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian dari keluarga talas-talasan (Araceae).
Tumbuhan lokal ini menyimpan kandungan karbohidrat kompleks yang melimpah, serat pangan, serta indeks glikemik yang tergolong lebih rendah jika dibandingkan dengan beras putih biasa.
Kombinasi nutrisi berharga tersebut membuat kimpul sangat potensial untuk dijadikan sebagai bahan makanan pokok alternatif pengganti nasi.
Selain memberikan efek kenyang yang lebih tahan lama, kimpul juga sangat ramah bagi kesehatan pencernaan dan cocok dikonsumsi bagi masyarakat yang ingin menjaga kadar gula darah.
Sebagai tanaman tropis, kimpul dapat tumbuh dengan sangat subur di berbagai pelosok wilayah Indonesia dengan beragam sebutan lokal dan varietas unggulan.
- commons.wikimedia.org/စာကလေး
Secara umum, masyarakat membedakan beberapa jenis kimpul utama berdasarkan ciri fisik warna pelepah serta tekstur daging umbinya. Varietas yang paling populer dan mudah ditemukan adalah kimpul putih, yang memiliki daging umbi berwarna krem muda dengan tekstur lembut, empuk, dan pulen setelah matang.
Di samping itu, ada kimpul hitam atau kimpul hideung yang ditandai dengan pelepah berpigmen keunguan serta tekstur umbi yang sedikit lebih padat berserat. Terdapat pula kimpul betul atau bothe yang berukuran relatif lebih besar dengan cita rasa gurih alami.
Secara tradisional, masyarakat Nusantara dari generasi ke generasi biasa mengolah kimpul menjadi sajian lokal sederhana seperti kimpul kukus, keripik garing, kolak manis, hingga olahan getuk.
Menariknya, di tangan kreatif akun TikTok @black.sheep8208, umbi bernilai gizi ini mengalami pergeseran citra yang begitu modern.
Sang "Duta Ketahanan Pangan" membuktikan fleksibilitas kimpul dengan menyulapnya menjadi berbagai hidangan kekinian yang sangat menggugah selera, mulai dari salad kimpul, kimbap khas Korea, mashed potato (di mana bahan utama kentangnya diganti utuh dengan kimpul), kimpul aglio olio, seblak, hingga dumpling lasagna.
Fenomena viralnya kimpul di media sosial membawa dampak yang sangat positif bagi promosi diversifikasi pangan nasional.
Edukasi kuliner yang dihadirkan secara menarik oleh sang "Duta Ketahanan Pangan" telah membuktikan bahwa bahan pangan lokal tidak kalah bersaing dengan bahan pangan impor maupun modern.
Melalui kreativitas serta metode pengolahan yang tepat, kimpul terbukti mampu bertransformasi dari sekadar umbi tradisional yang bersahaja menjadi bahan makanan alternatif pengganti nasi yang sangat lezat, tinggi gizi, dan relevan bagi gaya hidup masyarakat masa kini.
Apakah kamu juga tertarik untuk mencoba mengolah kimpul menjadi beragam makanan menarik? (ism)