- Gambar ilustrasi AI
Viral Penjual Cilok Mirip Lionel Messi, Sosok “Bang Messi” Pelabuhanratu Jadi Sorotan Wisatawan
Namun, julukan itu membuat Ece semakin mudah dikenal. Bagi sebagian wisatawan, bertemu penjual cilok yang disebut mirip Lionel Messi menjadi pengalaman unik ketika berkunjung ke kawasan Pantai Karanghawu maupun Pantai Istana Presiden.
Naik Angkot Dua Kali demi Berjualan Cilok
Di balik viralnya sosok Bang Messi, terdapat rutinitas panjang yang dijalani Ece hampir setiap hari. Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui media sosial, ia berangkat dari rumahnya di Desa Tonjong menuju kawasan Pantai Karanghawu dengan menaiki angkutan umum sebanyak dua kali.
Setelah turun dari angkutan umum, perjalanan belum selesai. Ece masih harus berjalan kaki menyusuri kawasan wisata untuk menjajakan cilok hingga ke area Pantai Istana Presiden.
Rutinitas tersebut telah dijalani selama bertahun-tahun. Perjalanan jauh, panas matahari, dan kondisi ramai atau sepinya pengunjung menjadi bagian dari pekerjaan yang terus ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Seluruh cilok yang dijual merupakan hasil racikannya sendiri. Jika dagangannya habis, omzet yang diperoleh disebut dapat mencapai sekitar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu dalam sehari.
Penghasilan dari berjualan cilok menjadi salah satu sumber utama untuk menghidupi keluarganya. Ece diketahui memiliki dua orang anak, dengan anak sulung yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar.
Meski kini dikenal sebagai Bang Messi, aktivitas sehari-harinya tidak banyak berubah. Ia tetap berkeliling dari satu kawasan pantai ke kawasan lainnya sambil membawa dagangan dan menawarkan cilok kepada wisatawan.
Viral hingga Bertemu Wakil Bupati Sukabumi
Popularitas Bang Messi juga membawanya pada pengalaman yang tidak biasa. Dalam informasi yang beredar, Ece sempat bertemu dengan Wakil Bupati Sukabumi, Andreas.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu momen yang turut memperkuat popularitasnya. Dari sosok penjual cilok yang awalnya hanya dikenal oleh pengunjung sekitar, Bang Messi kemudian menjadi bagian dari cerita viral yang menarik perhatian lebih luas.
Kisah Ece menunjukkan bahwa daya tarik sebuah kawasan wisata tidak hanya berasal dari panorama alam atau fasilitas yang tersedia. Kehadiran tokoh-tokoh lokal dengan cerita sederhana juga dapat menciptakan pengalaman tersendiri bagi pengunjung.