- Instagram @newport.tanpabatas
Mengenal Newport, Merek Minuman Beralkohol yang Viral usai Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha
tvOnenews.com - Nama Newport belakangan menjadi sorotan setelah merek minuman beralkohol tersebut dikaitkan dengan sebuah aksi promosi kontroversial di festival musik The Sounds Project.
Peristiwa itu ramai diperbincangkan setelah video yang memperlihatkan tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha di salah satu booth sponsor beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, seorang pengunjung terlihat menantang pengunjung lainnya untuk melafalkan atau menghafalkan Surah Ad-Dhuha.
Tantangan itu disebut menawarkan hadiah berupa satu botol minuman beralkohol.
Aksi tersebut kemudian menuai kritik karena melibatkan bacaan Al-Quran dalam aktivitas yang dikaitkan dengan promosi minuman beralkohol.
Lantas, apa sebenarnya Newport dan siapa perusahaan yang berada di balik merek tersebut?
Newport merupakan salah satu merek minuman beralkohol yang beredar di Indonesia dan berada di bawah naungan Orang Tua atau OT Group.
Salah satu produknya adalah Newport Passion Blue yang dikategorikan sebagai minuman beralkohol dengan kadar alkohol sekitar 19 persen.
Data produk yang tersedia di pasaran juga mencantumkan Newport sebagai brand milik Orang Tua.
Newport hadir dalam sejumlah varian minuman dengan karakter dan rasa yang berbeda.
Beberapa nama produk Newport yang dikenal antara lain Newport Passion Blue, Newport Gold, serta Newport Black Iced Tea.
Produk Newport Passion Blue, misalnya, tercatat memiliki kadar alkohol sekitar 19 persen.
Sementara produk Newport Revolution Passion Blue yang tercatat dalam basis data produk memiliki kandungan alkohol sekitar 19,7 persen.
Newport Viral karena Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha
Nama Newport menjadi perhatian publik bukan semata karena produknya, melainkan akibat video aksi di sebuah booth pada festival musik The Sounds Project.
Festival tersebut digelar di Ancol, Jakarta Utara, selama tiga hari, yakni 7-9 Agustus 2026.
Kasus mencuat setelah akun Threads @JARRKOJARR membagikan pengalamannya ketika menghadiri festival tersebut.
Dalam unggahannya, terlihat sebuah booth produk minuman beralkohol yang menggelar challenge kepada pengunjung.
Tantangan tersebut berkaitan dengan hafalan Surah Ad-Dhuha. Pengunjung diminta melafalkan salah satu surah dalam Al-Quran dengan imbalan yang disebut berupa produk minuman beralkohol.
Video itu kemudian menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan.
Sejumlah warganet menilai penggunaan ayat suci Al-Quran sebagai bagian dari tantangan yang dikaitkan dengan minuman beralkohol merupakan tindakan yang tidak tepat dan tidak memiliki sensitivitas terhadap norma agama.
- Threads/aqueer_
MC Akui Lalai dan Sampaikan Permintaan Maaf
MC berinisial Ega yang bertugas di booth tersebut kemudian memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Dalam pernyataan yang beredar di media sosial, Ega menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika acara sedang memasuki jeda.
Saat itu, dirinya tengah berinteraksi dengan para pengunjung. Namun, seorang audiens yang mengenakan atasan putih disebut secara tiba-tiba mengambil alih mikrofon.
Audiens tersebut kemudian melontarkan sayembara kepada pengunjung lain untuk melafalkan salah satu surah Al-Quran dengan imbalan yang ditawarkan.
Ega mengakui dirinya lalai karena tidak segera mengambil kembali mikrofon setelah mengetahui isi sayembara tersebut.
Menurutnya, seorang MC memiliki tanggung jawab untuk memastikan acara berjalan sesuai konsep yang telah ditetapkan oleh pihak brand.
Ega juga menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan tindakan spontan dari pengunjung dan bukan bagian dari konsep yang dibuat oleh Newport maupun pihak pemilik booth.
Atas kejadian tersebut, Ega menyampaikan permintaan maaf secara pribadi atas kegaduhan yang muncul.
Ia juga menyebut insiden tersebut menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (gwn)