- Instagram @newport.tanpabatas
Sayembara Hafalan Ad-Dhuha dapat Imbalan Miras Ingatkan Promo Alkohol bagi yang Bernama Maria dan Muhammad
tvOnenews.com - Ramai di media sosial sebuah video yang menunjukkan seseorang menawari sebotol miras gratis asalkan setor hafalan surat Ad-Dhuha di booth Newport.
Kejadian seperti ini sebetulnya bukan kali pertama. Pada 2022 lalu, brand lain pernah promosi sebotol alkohol gratis bagi yang punya nama Maria dan Muhammad.
Konser musik di kawasan Ancol, Jakarta Utara pada akhir pekan lalu kini jadi perbincangan panas publik. Bukan karena acaranya, melainkan tingkat para pengunjung.
Bagaimana tidak, seseorang di booth miras menjanjikan satu botol gratis dengan syarat bisa melantunkan salah satu surat di dalam Al-Qur'an yaitu Ad-Dhuha.
Peristiwa itu terjadi saat salah satu brand alkohol membuka booth di konser itu. Dalam sesi interaktif dengan pengunjung, hal spontan tersebut terelakkan.
Tak pelak, video singkat tersebut menjadi perdebatan panas di media sosial. Para wargenet pun sepakat bahwa hal ini masuk ke ranah penistaan agama.
Kasus Serupa pada 2022
- Instagram @lambeturahkawanua
Irisan brand miras yang membawa embel-embel agama sebelumnya juga pernah terjadi, tepatnya pada 2022 ketika sebuah brand alkohol promosi produknya.
Ketika itu, Holywings tengah menggalakkan sebotol alkohol gratis setiap hari Kamis bagi yang bernama Maria dan Muhammad. Flyer lalu beredar pada 22 Juni 2022.
Promosi tersebut lantas menuai kontroversi. Holywings kemudian menghapus siaran tersebut lalu meminta maaf ke publik karena dibuat tanpa sepengetahuan manajemen.
"Sekali lagi kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia akibat kelalaian kami, izinkan kami untuk bisa memperbaiki kesalahan kami dan menjadi lebih baik lagi,” tulis keterangan manajemen Holywings.
Meski sudah klarifikasi dan minta maaf, namun sanksi sosial terus dihadapkan oleh Holywings. Ormas GP Ansor kabarnya mendatangi dua lokasi dari bar tersebut.
Bukan hanya itu, MUI dan PP Muhammadiyah ikut mengecam keras media promo Holywings. Laporan dari seseorang ke Polda Metro Jaya juga menghantui brand itu.
Sampai kemudian, enam orang ditetapkan sebagai tersangka yang terdiri dari tim promosi, sosial media, dan Creative Director dari Holywings.
Mereka dianggap tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan manajemen Holywings terkait penggunaan nama Maria dan Muhammad dalam media promosi alkohol.
Sikap yang Berbeda
- Threads/aqueer_ & Instagram @hilmi.firdausi
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa pihak Holywings langsung melayangkan permintaan maaf setelah mendapat kecaman publik pada Juni 2022.
Namun beda halnya dengan Holywings, sampai saat ini belum ada permintaan maaf secara resmi dari Newport selaku brand miras alkohol terkait.
Sejauh ini hanyalah MC yang bertugas di booth Newport yakni Revnaldo Ega yang melayangkan permintaan maaf melalui media sosial pribadinya.
“Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian yang terjadi saat acara berlangsung.
Kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak terkait dengan pihak Newport. Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya.
Mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi,” tulis @aqueer_.
Menurut Ega, aksi sayembara sebotol miras dengan hafalan surat Ad-Dhuha bukanlah konsep yang diminta Newport selaku brand yang tertera dalam video.