- TikTok @dewisatyanegara88
Viral TikToker Cilik Tewas di Kali Cisadane, Sang Ibu Bongkar Kejanggalan Teman Korban yang Kompak Bungkam
tvOnenews.com - Kematian TikToker cilik Angkasa Satria Negara (13) di Kali Cisadane, Tangerang Selatan, menyisakan sejumlah tanda tanya bagi keluarganya.
Angkasa yang dikenal melalui akun TikTok @NesaScent meninggal setelah tenggelam ketika bermain bersama sejumlah temannya pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Jenazah Angkasa baru ditemukan dua hari kemudian, tepatnya Senin, 27 Juli 2026, setelah proses pencarian dilakukan oleh tim gabungan.
- TikTok @dewisatyanegara88
Sang ibu, Dewi Satya Negara, kemudian mengungkap sejumlah kejanggalan yang menurutnya terjadi setelah putranya tenggelam.
Kisah tersebut disampaikan Dewi melalui akun TikTok pribadinya @dewisatyanegara88. Ia mengaku sengaja membuka kronologi kematian anaknya kepada publik karena merasa ada informasi penting yang tidak langsung disampaikan kepadanya.
Berikut fakta-fakta yang berhasil dirangkum dari unggahan sang ibu di akunnya, yang kemudian viral dan banjir komentar publik di media sosial.
1. Angkasa pergi dari rumah tanpa diketahui keluarga
Sebelum kejadian, Angkasa berada di rumah bersama ayah dan adiknya. Saat itu, Dewi sedang mengantar anaknya yang lain menghadiri kegiatan di kawasan Bintaro.
Angkasa sempat berbicara dengan sang ibu mengenai keinginannya memperbaiki sepeda. Namun, setelah Dewi pergi, Angkasa disebut meninggalkan rumah tanpa berpamitan.
Ia bahkan tidak membawa sepeda, ponsel, maupun uang jajan. Karena itu, keluarga awalnya menduga Angkasa hanya bermain di sekitar rumah.
2. Sang ibu menemukan petunjuk dari CCTV
Hingga sore menjelang malam, Angkasa belum juga kembali. Dewi kemudian menghubungi sejumlah teman putranya untuk mencari tahu keberadaannya.
Salah seorang teman berinisial A sempat mengaku tidak mengetahui keberadaan Angkasa. Namun, setelah keluarga memeriksa rekaman CCTV di sekitar rumah, terlihat Angkasa pergi bersama sejumlah anak lainnya.
Dewi menyebut total ada delapan anak dalam rombongan tersebut, termasuk Angkasa.
3. Angkasa disebut tenggelam sekitar pukul 15.30 WIB
Keterangan berbeda akhirnya diperoleh dari seorang teman berinisial R yang datang ke rumah Dewi bersama ibunya sekitar pukul 19.00 WIB.
Menurut kesaksian yang diterima Dewi, Angkasa tenggelam di Kali Cisadane sekitar pukul 15.30 WIB.
Informasi tersebut membuat keluarga terkejut karena mereka baru mengetahui kejadian tersebut beberapa jam setelah insiden berlangsung.
4. Teman-teman korban diduga sepakat bungkam
Dewi mengaku mendapat keterangan bahwa beberapa teman Angkasa takut menyampaikan kejadian sebenarnya karena disebut mendapat larangan dari teman lainnya.
Menurut narasi yang disampaikan sang ibu, anak-anak tersebut kemudian pulang tanpa Angkasa dan tidak segera memberitahu keluarga maupun meminta bantuan secara maksimal.
Dewi mempertanyakan alasan mereka tidak langsung mendatangi orang dewasa atau warga sekitar untuk meminta pertolongan.
5. Barang milik Angkasa disebut disembunyikan
Kejanggalan lain yang ditemukan keluarga berkaitan dengan pakaian dan sandal Angkasa.
Dewi mengklaim barang-barang tersebut tidak berada di sekitar lokasi kejadian, melainkan ditemukan atau disebut sengaja dipindahkan ke tempat lain.
Ia menilai kondisi tersebut semakin menimbulkan pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi setelah Angkasa tenggelam.
Namun, dugaan mengenai penyembunyian barang tersebut tetap perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
6. Angkasa disebut tenggelam saat berusaha menolong teman
Berdasarkan keterangan salah seorang anak yang disampaikan kepada Dewi, Angkasa awalnya tidak sengaja masuk ke sungai.
Ia disebut berusaha membantu temannya yang terpeleset di dekat aliran sungai. Teman tersebut berhasil menyelamatkan diri, tetapi Angkasa justru kehilangan keseimbangan dan masuk ke dalam air.
Temannya sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun, menurut kesaksian yang diterima keluarga, kondisi Angkasa sudah lemah hingga akhirnya tidak dapat diselamatkan.
7. Jenazah ditemukan dua hari kemudian
Upaya pencarian dilakukan sejak keluarga mengetahui Angkasa hilang. Pencarian berlanjut hingga akhirnya jasad korban ditemukan pada Senin pagi.
Dewi menyebut kondisi tubuh putranya tidak menunjukkan luka yang terlihat. Setelah ditemukan, jenazah Angkasa kemudian dibawa pulang dan dimakamkan.
Bagi Dewi, kehilangan putranya merupakan duka yang sangat berat. Meski mengaku telah mengikhlaskan kepergian Angkasa, ia tetap ingin mengetahui secara jelas apa yang terjadi pada hari terakhir putranya.
Ia berharap seluruh informasi mengenai kematian TikToker cilik tersebut dapat diungkap secara terang sehingga tidak ada lagi pertanyaan yang menggantung bagi keluarga. (asl)