news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Potret AI - Video promosi brand minuman keras merek Newport diduga menggunakan tantangan hafalan Surat Ad-Dhuha viral.
Sumber :
  • Istimewa

Pernyataan Sikap Newport Brand Minuman Beralkohol usai Tantang Hafalan Surat Al-Quran Dihadiahkan Miras Viral

Manajemen Newport, brand minuman beralkohol yang viral menyampaikan pernyataan sikap resminya. Pihaknya minta maaf atas video challenge hafalan Surat Ad-Dhuha.
Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:21 WIB
Reporter:
Editor :

"Penghormatan terhadap sejumlah nilai itu tentu menjadi halpenting bagi setiap kegiatan dan interaksi Newport dengan masyarakat," lanjutnya.

Manajemen brand miras tersebut sedang mengevaluasi atas insiden viral tersebut. Hal ini berlangsung secara internal terkait tindakan yang diambil terhadap personel tersebut.

"Newport juga memperkuat arahan dan prosedur kepada seluruh tim serta mitra yang terlibat dalam kegiatan di lapangan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang," katanya.

Handoko mengatakan, insiden dugaan penistaan agama tersebut sebagai salah satu momentum pembelajaran penting bagi pihaknya. Hal ini bertujuan agar kejadian serupa tidak terulang lagi ke depannya.

"Demikian pernyataan resmi ini, sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dengan penuh kerendahan hati," tegasnya.

Sebelumnya, sebuah video memperlihatkan tantangan membaca surat Al-Quran berupa Surat Ad-Dhuha viral di media sosial. Challenge ini berlangsung di sebuah festival The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara selama tiga hari, mulai dari 7-9 Agustus 2026.

Sebuah booth produk minuman beralkohol dengan tulisan "Newport" menggelar challenge berhasil menarik banyak pengunjung. Seorang diduga MC dari booth membuat tantangan berupa hafalan Surat Ad-Dhuha dengan imbalan sebotol miras.

The Sounds Project sebagai penyelenggara acara turut buka suara dugaan penistaan agama di salah satu booth sponsor minuman beralkohol.

"Kejadian tersebut melibatkan banyak pihak dan harus kami pastikan kebenarannya agar langkah yang kami ambil dapat dipertanggungjawabkan," tulis The Sounds Project.

The Sounds Project mengecam keras tindakan tersebut. Sebagai penyelenggara acara, tentu pihaknya tidak membenarkan segala tindakan yang berkaitan hingga menyinggung SARA.

"Kami merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut," tegasnya.

Sementara, seorang pria mengaku sebagai MC buka suara dan meminta maaf kepada masyarakat. Melalui media sosial Threads dengan akun Revnaldo Ega (aqueer_), ia mengungkapkan kronologi lengkap terkait dugaan penistaan agama dalam booth pada Minggu, 9 Agustus 2026.

"Pada saat jeda acara, saya melakukan interaksi dengan pengunjung. Lalu, ada audiens (wanita) yang memakai atasan putih tiba-tiba mengambil alih mic saya. Audiens itu langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat (Ad-Dhuha) kepada pengunjung lain dengan imbalan yang ditawarkan oleh audience tersebut," bebernya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:19
01:38
01:32
04:35
04:23
06:18

Viral