- X @devprinceps - Instagram @dewi.sartika0911
Mengenal Dewi Sartika Sitinjak, Gadis Asal Samosir yang Meninggal Dunia Usai Operasi Ambeien di Batam
tvOnenews.com - Nama Dewi Sartika Sitinjak belakangan menjadi perhatian publik setelah kabar meninggalnya perempuan berusia 24 tahun asal Samosir, Sumatera Utara, beredar luas di media sosial.
Dewi meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Botania, Batam.
Sebelumnya, ia menjalani operasi yang disebut berkaitan dengan ambeien pada akhir Juli 2026.
Kepergian Dewi tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga. Rekan-rekan yang selama bertahun-tahun mengenalnya di Batam juga berdatangan ke rumah sakit untuk memberikan penghormatan terakhir.
Di tengah kabar tersebut, keluarga Dewi mempertanyakan sejumlah hal terkait kondisi medis yang dialaminya setelah operasi.
Mereka kemudian menempuh jalur hukum dan melaporkan dugaan malapraktik kepada polisi.
Namun, penting dicatat bahwa dugaan tersebut masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat disebut sebagai fakta atau kesimpulan hukum.
Pihak RS Awal Bros juga menyatakan bahwa tindakan medis terhadap Dewi telah dilakukan sesuai indikasi klinis dan standar operasional yang berlaku.
Sosok Dewi Sartika Sitinjak
- Instagram @dewi.sartika0911
Dewi Sartika Sitinjak merupakan perempuan berusia 24 tahun yang berasal dari Pulau Samosir, Sumatera Utara.
Selama sekitar enam tahun terakhir, Dewi menjalani kehidupan sebagai perantau di Kota Batam.
Ia tinggal di lingkungan dormitory Batamindo, Mukakuning, sambil bekerja di salah satu perusahaan manufaktur komponen elektronik.
Perusahaan tempat Dewi bekerja sebelumnya dikenal sebagai PT Schneider dan kemudian berganti nama menjadi PT Yageo.
Di tengah kesibukannya bekerja, Dewi juga disebut masih berusaha melanjutkan pendidikan dengan berkuliah.
Bagi orang-orang yang mengenalnya, Dewi bukan sosok yang hanya dikenal dari tempat kerja.
Ia disebut mudah bergaul, ramah, ceria, dan senang bercanda. Rekan satu dormitory bernama Delia bahkan menggambarkan Dewi sebagai pribadi yang humble dan tidak pernah memiliki masalah dengan orang-orang di sekitarnya.
Karena itu, kabar kepergiannya menjadi pukulan bagi lingkungan tempat Dewi bekerja dan tinggal selama merantau.
Rekan-rekannya kemudian mendatangi RSAB Botania. Mereka bukan lagi datang untuk bertemu Dewi seperti biasanya, melainkan memberikan penghormatan terakhir kepada perempuan asal Samosir tersebut.