- Kolase tvOnenews.com / Instagram @sumargodenny
Tjetjep Firmansyah Meninggal Dunia, Denny Sumargo Kenang Sosok yang Mengubah Hidupnya
tvOnenews.com - Tjetjep Firmansyah meninggal dunia pada Sabtu, 15 Agustus 2026, di usia 67 tahun. Kabar duka tersebut turut disampaikan Denny Sumargo yang mengenang Tjetjep Firmansyah sebagai sosok penting yang memberikan kesempatan dan membuka jalan bagi perjalanan kariernya di dunia basket.
Tjetjep Firmansyah Meninggal Dunia
Tjetjep Firmansyah meninggal dunia pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pelatih basket legendaris Indonesia tersebut mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 10.00 WIB di Rumah Sakit Polri, Jakarta, dalam usia 67 tahun. Kabar kepergian Tjetjep Firmansyah pertama kali dikonfirmasi oleh adik kandungnya, Mayerni.
Kepergian Tjetjep Firmansyah meninggalkan duka mendalam bagi dunia bola basket Tanah Air. Semasa hidup, ia dikenal sebagai pelatih bertangan dingin yang mengukir berbagai prestasi bersama klub maupun tim nasional Indonesia, termasuk membawa tim meraih prestasi di ajang SEA Games.
Kabar Tjetjep Firmansyah meninggal dunia juga mendapat perhatian dari Denny Sumargo. Melalui akun Instagram pribadinya, Denny menyampaikan ucapan duka sekaligus mengenang jasa sang pelatih yang disebutnya memiliki peran besar dalam perjalanan hidupnya.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang Tjetjep Firmansyah, legenda bola basket Indonesia dan salah satu pelatih yang paling berjasa dalam perjalanan hidup gue.”
Denny Sumargo Kenang Pertemuan dengan Tjetjep Firmansyah
Mendiang Tjetjep Firmansyah dan Denny Sumargo. (Sumber: tvOnenews.com Edit/ Instagram @sumargodenny)
Denny Sumargo kemudian membagikan pengalaman ketika pertama kali mendapat perhatian dari Tjetjep Firmansyah. Saat itu, Denny masih berusia sekitar 16 hingga 17 tahun dan tengah berusaha menentukan masa depannya setelah datang ke Jakarta.
“Gue masih ingat, umur gue baru 16–17 tahun. Saat banyak orang meragukan jalan yang gue pilih, Kak Tjetjep datang dan bertanya, ‘Lu mau ngapain ke Jakarta?’ Gue jawab, ‘Tadinya mau cari kerja, tapi belum dapat.’ ‘Terus lu mau jadi apa di basket?’ Gue bilang, ‘Gue pasti akan jadi yang terbaik.’”
Menurut Denny, jawaban tersebut sempat membuat Tjetjep terkejut. Namun, sang pelatih kemudian justru bertanya mengenai cara yang akan ditempuh Denny untuk mewujudkan ambisinya sebagai pemain basket profesional.
“Dia sempat kaget. Mungkin karena anak umur 16–17 tahun, yang belum jadi siapa-siapa, berani ngomong begitu di depan pelatih nasional sekelas dia. Lalu dia tanya, ‘Caranya gimana?’ Gue jawab, ‘Kakak kan pelatihnya. Kakak tunjukkan jalannya. Dan saya akan buktikan kalau saya nggak main-main.’ Dan dari situlah perjalanan gue di bola basket benar-benar dimulai.”
Denny mengaku kesempatan yang diberikan Tjetjep Firmansyah menjadi salah satu titik penting dalam hidupnya. Ketika banyak orang masih meragukan kemampuan dan pilihannya, Tjetjep menjadi salah satu sosok yang berani memberikan kepercayaan kepada dirinya.
“Di saat orang lain melihat gue dengan keraguan, Kak Tjetjep adalah salah satu orang pertama yang memberikan gue kesempatan. Kesempatan itu akhirnya ikut mengubah seluruh jalan hidup gue.”
Jasa Tjetjep Firmansyah dalam Karier Denny Sumargo
Perjalanan Denny Sumargo di dunia basket kemudian berkembang pesat. Ia mengawali karier bersama klub Viking ketika masih duduk di bangku SMA, kemudian bergabung dengan Jersey sebelum akhirnya pindah ke Jakarta dan memperkuat Aspac pada 2000.
Bersama Aspac, Denny mulai dikenal sebagai salah satu pemain muda berbakat. Ia meraih penghargaan Rookie of the Year pada 2001. Setahun kemudian, Denny berada di puncak karier dengan membantu Aspac meraih gelar juara Kobatama dan mendapatkan penghargaan Most Valuable Player (MVP) musim reguler Kobatama 2002–2003.
Pada periode tersebut, Denny menjadi bagian dari skuad Aspac yang meraih three-peat pada 2000 hingga 2003. Performa Denny sebagai pencetak angka sekaligus pemain bertahan membuatnya semakin dikenal sebagai salah satu ikon basket Indonesia pada masa keemasannya.
Sementara itu, Tjetjep Firmansyah juga memiliki catatan prestasi gemilang bersama Aspac. Ia berhasil membawa klub tersebut menjuarai Kobatama pada musim 2000/2001 dan 2002/2003. Aspac juga meraih gelar juara Indonesian Basketball League (IBL) pada musim 2003/2004 dan 2005/2006.
Prestasi Tjetjep Firmansyah Bersama Timnas Indonesia
Selain di level klub, Tjetjep Firmansyah juga memiliki peran penting dalam perjalanan tim nasional basket putra Indonesia. Salah satu pencapaian yang dikenang adalah medali perunggu yang diraih Indonesia pada SEA Games di Brunei Darussalam.
Tjetjep kemudian membawa timnas putra Indonesia meraih medali perak di SEA Games Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2001. Pencapaian tersebut menjadi medali perak pertama bagi timnas putra Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan di SEA Games.
Kepercayaan kepada Tjetjep Firmansyah sebagai pelatih kepala timnas putra kembali diberikan pada SEA Games Myanmar 2013. Pengalamannya di level klub dan tim nasional membuat namanya menjadi salah satu sosok penting dalam sejarah perkembangan bola basket Indonesia.
Denny Sumargo Sampaikan Salam Perpisahan
Denny Sumargo menutup unggahannya dengan menyampaikan terima kasih kepada Tjetjep Firmansyah. Ia mengingat sang pelatih sebagai sosok yang pernah percaya kepada seorang anak muda yang ketika itu hanya memiliki keberanian dan mimpi untuk menjadi pemain basket terbaik.
“Selamat jalan, Kak Cecep. Terima kasih sudah pernah percaya kepada seorang anak yang saat itu belum punya apa-apa selain keberanian dan mimpi.”
Denny juga menyampaikan doa untuk Tjetjep Firmansyah yang telah berpulang. Ia berharap seluruh amal baik sang pelatih diterima dan Tjetjep mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga Allah mengampuni segala khilafnya, menerima seluruh amal baiknya, melapangkan kuburnya, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Doa terbaik gue untuk Kakak. Dan kalau nanti Kakak melihat dari sana, semoga Kakak tahu: kesempatan yang dulu Kakak kasih ke gue, nggak pernah gue lupain seumur hidup. Al-Fatihah.”
Tjetjep Firmansyah juga dikenal sebagai bagian dari keluarga pebasket tersohor Indonesia. Ia merupakan kakak kandung Ali Budimansyah yang dikenal sebagai “Raja Slam Dunk” Indonesia, serta Bambang Hermansyah.
Hingga kabar ini ditulis, informasi lebih lanjut mengenai rumah duka dan rencana pemakaman Tjetjep Firmansyah masih menunggu pembaruan dari pihak keluarga. Kepergiannya meninggalkan warisan panjang bagi basket Indonesia dan kenangan mendalam bagi orang-orang yang pernah mendapat bimbingannya, termasuk Denny Sumargo.
(anf)